Dalam dua musim belakangan, muncul istilah Guling-guling FC yang disematkan oleh warganet di berbagai media sosial (medsos).
Guling-guling FC merupakan sindiran kepada klub yang pemainnya senang mengulur-ulur waktu dengan cara menjatuhkan diri maupun pura-pura cedera.cedera
Trik itu lazim terjadi di kompetisi sepak bola Indonesia jika sebuah klub dalam posisi unggul dan memasuki menit-menit akhir.
Banyaknya waktu yang terbuang karena pemain mengulur-ulur waktu juga berdampak pada waktu efektif setiap pertandingan.
Dalam beberapa laga terakhir, Bali United menjadi sorotan karena dinilai sering membuang waktu untuk mempertahankan skor.
Melansir akun Instagram @lapangbolacom, Senin (17/6/2023), duel RANS Nusantara FC vs Persita Tangerang bakal mendapatkan predikat Guling-guling FC.
Duel klub milik Raffi Ahmad dengan Pendekar Cisadane itu mencatatan waktu efektif terburuk dengan 30 menit 40 detik.
Sementara itu, peringkat pertama atau waktu terbaik ditempati dua tim PSIS Semarang vs Persebaya Surabaya (47 menit 4 detik), peringkat kedua Persija Jakarta vs Bhayangkara (44 menit 17 detik),
Lalu laga Persib Bandung vs Dewa United mencatatkan waktu tertinggi keempat dengan 42 menit 2 detik.
Baca Juga: Outfit Aurel Hermansyah saat Hamil di Ultah Rizky Billar Jadi Gunjingan: Nggak Salah Itu?
Data itu mendapat tanggapan beragam dari warganet di kolom komentar.
"Alhamdulillah PSIS Vs Persebaya yang paling tinggi waktu efektifnya, gak banyak guling guling ya min," tulus @alexa****.
"Kebanyakan guling-guling jadi sebentar aja," timpal @borneo***.
"Yang guling-guling FC sebenarnya siapa ni? @lapangbolacom," tambah @jun****.
"Untuk liga Indonesia waktu efektif diatas 40 menit menurutku udah bagus," tulis @bhrdn****.