Pengamat Sebut Koalisi Banyak Tak Jaminan Menang Pilpres 2024

Suara Joglo | Suara.com

Senin, 14 Agustus 2023 | 13:48 WIB
Pengamat Sebut Koalisi Banyak Tak Jaminan Menang Pilpres 2024
Ketua Umum Partai Golkar, PAN, PKB, dan Gerindra berkoalisi dukung Prabowo Subianto sebagai capres pada Pemilu 2024 di Museum Naskah Proklamasi, Jakarta, Minggu (13/8/2023). ([ANTARA])

Pengamat politik yang juga pengajar Ilmu Komunikasi Politik dan Teori Kritis pada Fakultas Ilmu Sosial Politik Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang Mikhael Raja Muda Bataona mengatakan, koalisi gemuk tidak menjadi jaminan untuk menang dalam Pilpres 2024.

"Soal peluang menang, saya kira jumlah partai tidak menjadi jaminan. Meskipun koalisi gemuk ini percaya diri akan menang dalam Pilpres nanti, mereka juga bisa kalah karena Pilpres 2014 silam sudah pernah membuktikan itu. Koalisi gemuk kalah dengan koalisi partai-partai kecil bersama PDIP. Ini yang jangan sampai menjadi "De Javu" baru di Pilpres 2024," kata Mikhael Bataona di Kupang, Senin.

Dia mengemukakan pandangan itu berkaitan dengan bergabungnya sejumlah partai besar untuk mendukung Capres Prabowo Subianto dan peluang menang pada Pilpres 2024.

Menurut dia, kekalahan Prabowo pada 2014 memberi fakta politik tentang kejamnya pertarungan elektoral di era demokrasi langsung. Dimana jumlah gabungan partai politik yang banyak, kadang tidak disukai rakyat, sehingga rakyat sering mendukung yang lemah dan tidak dianggap.

Isu ini juga bisa menjadi kelemahan dari koalisi gemuk PAN, Golkar, Gerindra dan PKB. Jumlah mereka bukan jaminan. Apalagi rakyat juga tidak selamanya mengikuti preferensi partai politik dalam menentukan calon presiden pilihan mereka. Rakyat bisa saja memilih calon presiden di luar pilihan partai yang mereka dukung.

"Ini pertarungan figur, ketokohan, track record, personal branding, profil dan kapabilitas yang dicitrakan tentang figur presiden. Bukan pertarungan partai dan kekuatan koalisi serta jumlah koalisi. Segmen pemilih yang biasanya konsisten pada capres pilihan partai itu tidak banyak. Jumlahnya sedikit. Dan itu kebanyakan hanya ada pada partai seperti PKS dan PDIP yang sangat terinstitusionalisasi secara ideologis," katanya.

Partai-partai di luar itu, umumnya pemilihnya bisa saja tidak mendukung arahan partai karena ikatan ideologisnya rendah. "Itu fakta politik tentang psikologis pemilih kita," katanya.

"Jadi, menurut saya, ini masih jauh dari cukup bagi Prabowo untuk dianggap menang. Sebab, pertarungan isu-isu keras dan mematikan terkait figur capres, belum muncul. Itulah yang nanti akan menentukan ara dukungan publik ke depan," katanya.

Isu-isu yang bisa saja mengganjal Prabowo seperti isu jika Prabowo presiden maka keluarga Cendana akan kembali berkuasa. Juga Prabowo akan mengembalikan kekuatan Orde Baru, juga isu HAM, dan lainnya yang wajib difilter sejak saat ini.

Karena nantinya akan sangat keras ke depannya jika isu-isu ini mulai dipakai untuk menyerang Prabowo. Demikian juga Ganjar, saat ini Ganjar tergerus karena isu petugas partai juga bahwa Jokowi lebih mendukung Prabowo.

"Semuanya itu sangat berpengaruh secara elektoral. Jadi, Belanda masih jauh. Keduanya, baik Prbowo maupun Ganjar, masih berpeluang untuk naik maupun turun secara elektoral. Apalagi masih ada Anies yang berpeluang juga menjadi Capres yang mendapat cukup dukungan jika mengambil cawapres dari Jawa Timur dan NU," tambah Bataona yang juga pengajar Investigatif News dan Jurnalisme Konflik pada Fisip Unwira Kupang ini.

Pendaftaran bakal calon presiden dan wakil presiden dijadwalkan pada 19 Oktober 2023 sampai dengan 25 November 2023.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu (UU Pemilu) pasangan calon presiden dan wakil presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilu yang memenuhi persyaratan perolehan kursi paling sedikit 20 persen dari jumlah kursi DPR atau memperoleh 25 persen dari suara sah secara nasional pada pemilu anggota DPR sebelumnya.

Saat ini ada 575 kursi di parlemen sehingga pasangan calon presiden dan wakil presiden pada Pilpres 2024 harus memiliki dukungan minimal 115 kursi di DPR RI. Bisa juga pasangan calon diusung oleh parpol atau gabungan parpol peserta Pemilu 2019 dengan total perolehan suara sah minimal 34.992.703 suara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cak Imin Masih Ngotot jadi Cawapres Prabowo, PAN: Bagus, Kalau Lemes-lemes Semua Malah Bahaya Buat Koalisi

Cak Imin Masih Ngotot jadi Cawapres Prabowo, PAN: Bagus, Kalau Lemes-lemes Semua Malah Bahaya Buat Koalisi

News | Senin, 14 Agustus 2023 | 13:21 WIB

Partai-Partai Besar Sudah Bikin Koalisi, Bagaimana Nasib Ganjar dan PDIP?

Partai-Partai Besar Sudah Bikin Koalisi, Bagaimana Nasib Ganjar dan PDIP?

News | Senin, 14 Agustus 2023 | 13:08 WIB

Menilik Peta Kekuatan Prabowo di Pilpres 2024: Siap Kandaskan Ganjar dan Anies?

Menilik Peta Kekuatan Prabowo di Pilpres 2024: Siap Kandaskan Ganjar dan Anies?

Kotak Suara | Senin, 14 Agustus 2023 | 13:06 WIB

Terkini

Israel Bersiap Lawan Iran Lagi, Menanti Restu dari AS

Israel Bersiap Lawan Iran Lagi, Menanti Restu dari AS

News | Jum'at, 24 April 2026 | 16:40 WIB

Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting

Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting

Lifestyle | Jum'at, 24 April 2026 | 16:38 WIB

Dua Hari Berturut, Langit Kelapa Gading Tercemar Asap Kebakaran Sampah

Dua Hari Berturut, Langit Kelapa Gading Tercemar Asap Kebakaran Sampah

News | Jum'at, 24 April 2026 | 16:36 WIB

Kasus SMAN 1 Purwakarta: Berhenti Menggeneralisasi Adab Siswa karena Ulah Oknum

Kasus SMAN 1 Purwakarta: Berhenti Menggeneralisasi Adab Siswa karena Ulah Oknum

Your Say | Jum'at, 24 April 2026 | 16:35 WIB

Joko Anwar Beri Sinyal Garap Film 'Ghost In The Cell' Versi Penjara Perempuan

Joko Anwar Beri Sinyal Garap Film 'Ghost In The Cell' Versi Penjara Perempuan

Entertainment | Jum'at, 24 April 2026 | 16:33 WIB

Momen Saling Puji PM Thailand dengan Menlu China: Kamu Tampan, Kamu Juga!

Momen Saling Puji PM Thailand dengan Menlu China: Kamu Tampan, Kamu Juga!

News | Jum'at, 24 April 2026 | 16:33 WIB

Hore! Sekarang Sudah Boleh Bawa Tumbler ke Bioskop Cinema XXI, Syaratnya Isinya Harus Ini

Hore! Sekarang Sudah Boleh Bawa Tumbler ke Bioskop Cinema XXI, Syaratnya Isinya Harus Ini

Lifestyle | Jum'at, 24 April 2026 | 16:31 WIB

DPR Murka, Debt Collector Gunakan Ambulans dan Damkar untuk Tagih Utang

DPR Murka, Debt Collector Gunakan Ambulans dan Damkar untuk Tagih Utang

News | Jum'at, 24 April 2026 | 16:27 WIB

BTN Tak Bagikan Dividen, Laba Bersih Ditahan untuk Perkuat Modal

BTN Tak Bagikan Dividen, Laba Bersih Ditahan untuk Perkuat Modal

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 16:24 WIB

Memaknai Simbol Lagu 'Cicak-Cicak di Dinding' dalam Film Ghost in the Cell

Memaknai Simbol Lagu 'Cicak-Cicak di Dinding' dalam Film Ghost in the Cell

Your Say | Jum'at, 24 April 2026 | 16:20 WIB