ASEAN Dukung Myanmar dan Bangladesh Repatriasi Pengungsi Rohingya

Suara Joglo | Suara.com

Kamis, 07 September 2023 | 20:43 WIB
ASEAN Dukung Myanmar dan Bangladesh Repatriasi Pengungsi Rohingya
Presiden RI Joko Widodo menyampaikan pandangan saat Plenary Session KTT ke-43 ASEAN di Jakarta Convention Center, Jakarta, Selasa (5/9/2023). ([ANTARA])

Para pemimpin Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) menegaskan dukungan mereka terhadap komitmen Myanmar untuk memfasilitasi repatriasi pengungsi Rohingya secara sukarela dengan cara yang aman, terjamin, dan bermartabat.

“Kami mencatat keterlibatan dan kerja sama antara Myanmar dan Bangladesh dalam proyek percontohan repatriasi, untuk memfasilitasi lebih dari 7.000 pengungsi yang kembali pada akhir 2023 dan menyambut baik upaya Myanmar untuk berupaya mewujudkan implementasi proyek ini,” kata para pemimpin ASEAN dalam pernyataan yang dirilis usai KTT ke-43 ASEAN di Jakarta, Kamis.

ASEAN ingin melanjutkan kontribusinya dalam proses repatriasi melalui pelaksanaan proyek-proyek, sebagai tindak lanjut dari rekomendasi Penilaian Kebutuhan Awal (PNA) yang dilaksanakan oleh AHA Centre.

“Kami juga menantikan Penilaian Kebutuhan Komprehensif (CNA) ketika kondisi memungkinkan dan mendorong Sekretaris Jenderal ASEAN untuk terus mengidentifikasi bidang-bidang yang memungkinkan bagi ASEAN untuk memfasilitasi proses repatriasi secara efektif,” kata para pemimpin ASEAN.

Sebaliknya, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) justru mendesak Bangladesh untuk menghentikan proyek percontohan repatriasi bagi warga Rohingya untuk kembali ke Myanmar, di mana mereka menghadapi risiko serius terhadap kehidupan dan kebebasan mereka.

Pelapor Khusus PBB untuk situasi HAM di Myanmar Tom Andrews mengatakan ada laporan bahwa pihak berwenang Bangladesh menggunakan tindakan yang menipu untuk memaksa pengungsi Rohingya kembali ke Myanmar.

“Kondisi di Myanmar sama sekali tidak kondusif bagi kepulangan pengungsi Rohingya yang aman, bermartabat, berkelanjutan, dan sukarela,” kata Andrews dalam pernyataannya, Juni lalu.

“Jenderal Senior Min Aung Hlaing, yang memimpin pasukan yang melancarkan serangan genosida terhadap Rohingya, kini memimpin junta militer brutal yang menyerang penduduk sipil sambil menolak kewarganegaraan Rohingya dan hak-hak dasar lainnya,” ujar dia, menambahkan.

Pejabat Bangladesh telah menyatakan bahwa kelompok awal yang terdiri dari 1.140 pengungsi Rohingya akan dipulangkan ke Myanmar pada tanggal yang tidak ditentukan dan 6.000 orang lainnya akan dipulangkan pada akhir tahun ini.

Pihak berwenang Bangladesh dilaporkan mengancam melakukan penangkapan, penyitaan dokumen, dan bentuk pembalasan lainnya bagi mereka yang menolak rencana pemerintah.

“Ada juga laporan mengenai pengungsi yang dijanjikan uang dalam jumlah besar, jika mereka setuju untuk kembali. Janji-janji ini diduga dibuat bahkan ketika jatah makanan dipotong menjadi 0,27 dolar AS per orang per hari bagi mereka yang berada di kamp-kamp Bangladesh. Masih belum jelas dari mana dana untuk keluarga yang dipulangkan itu berasal,” kata Andrews.

Berdasarkan proyek percontohan ini, para pengungsi Rohingya tidak akan diizinkan untuk kembali ke desa mereka sendiri, yang banyak di antaranya rata dengan tanah selama serangan genosida pada 2017.

Para pengungsi akan melewati pusat “penerimaan” dan “transit” di wilayah Maungdaw, setelah itu mereka akan dipindahkan ke wilayah yang ditentukan yaitu 15 “desa” yang baru dibangun, yakni tempat yang tidak boleh mereka tinggalkan dengan bebas.

Pada Maret lalu, pihak berwenang Bangladesh memfasilitasi dua kunjungan otoritas junta Myanmar (SAC) ke kamp-kamp Bangladesh.

Para pejabat Bangladesh mengatakan para pengungsi telah menyatakan “kepuasan umum” terhadap pengaturan yang dibuat untuk pemulangan mereka, tetapi jaminan ini bertentangan dengan laporan bahwa mereka yang berpartisipasi dalam perjalanan tersebut dengan tegas menolak rencana repatriasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hampir Terserempet Iring-iringan Delegasi Laos, Mobil Patwal yang Diteriaki Polisi Goblok Mau Amankan Jalan Jokowi

Hampir Terserempet Iring-iringan Delegasi Laos, Mobil Patwal yang Diteriaki Polisi Goblok Mau Amankan Jalan Jokowi

News | Kamis, 07 September 2023 | 20:34 WIB

Sheila on 7 Manggung Bareng Jikustik di Solo, Bakal Dihadiri Iriana Jokowi

Sheila on 7 Manggung Bareng Jikustik di Solo, Bakal Dihadiri Iriana Jokowi

Jogja | Kamis, 07 September 2023 | 19:29 WIB

2 Negara ASEAN yang Bikin Kejutan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2024

2 Negara ASEAN yang Bikin Kejutan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2024

Bola | Kamis, 07 September 2023 | 19:35 WIB

Terkini

Masuk Kerja Lagi Setelah Lebaran? Ini 7 Cara Melawan 'Magical' Biar Nggak Malas Gerak

Masuk Kerja Lagi Setelah Lebaran? Ini 7 Cara Melawan 'Magical' Biar Nggak Malas Gerak

Jakarta | Kamis, 26 Maret 2026 | 23:25 WIB

Bank Sumsel Babel Ingatkan Bahaya Modus Penipuan Pasca Lebaran, Ini yang Harus Diwaspadai

Bank Sumsel Babel Ingatkan Bahaya Modus Penipuan Pasca Lebaran, Ini yang Harus Diwaspadai

Sumsel | Kamis, 26 Maret 2026 | 23:16 WIB

Prancis vs Brasil: Panggung Pembuktian Kylian Mbappe Sebelum Piala Dunia 2026

Prancis vs Brasil: Panggung Pembuktian Kylian Mbappe Sebelum Piala Dunia 2026

Bola | Kamis, 26 Maret 2026 | 23:05 WIB

Polemik Status Tahanan Rumah Gus Yaqut, Tersangka Korupsi Dapat Perlakuan Istimewa dari KPK?

Polemik Status Tahanan Rumah Gus Yaqut, Tersangka Korupsi Dapat Perlakuan Istimewa dari KPK?

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 23:03 WIB

Hindari Macet Tol Cipali Malam Ini, Pemudik Disarankan Keluar di Cirebon dan Lewat Pantura

Hindari Macet Tol Cipali Malam Ini, Pemudik Disarankan Keluar di Cirebon dan Lewat Pantura

Jakarta | Kamis, 26 Maret 2026 | 22:58 WIB

Keluhan Pemudik Asal Bogor, Terjebak Macet Horor di Tol Cipali Malam Ini

Keluhan Pemudik Asal Bogor, Terjebak Macet Horor di Tol Cipali Malam Ini

Jabar | Kamis, 26 Maret 2026 | 22:54 WIB

'Mau Abang Culik?', Bocoran Chat Oknum Kader HMI yang Dikaitkan dengan Dugaan Pelecehan

'Mau Abang Culik?', Bocoran Chat Oknum Kader HMI yang Dikaitkan dengan Dugaan Pelecehan

Jawa Tengah | Kamis, 26 Maret 2026 | 22:32 WIB

Seskab Ungkap Detik-detik Prabowo Ingin Lihat Warga di Bantaran Rel: Dadakan Ingin Menyamar

Seskab Ungkap Detik-detik Prabowo Ingin Lihat Warga di Bantaran Rel: Dadakan Ingin Menyamar

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 22:31 WIB

Abdul Wahid Disidang, Publik Singgung Dinamika Politik Senggol SF Hariyanto

Abdul Wahid Disidang, Publik Singgung Dinamika Politik Senggol SF Hariyanto

Riau | Kamis, 26 Maret 2026 | 22:28 WIB

Tanpa Lencana Presiden, Prabowo Santai Sapa Warga di Bantaran Rel Senen, Janjikan Hunian Layak

Tanpa Lencana Presiden, Prabowo Santai Sapa Warga di Bantaran Rel Senen, Janjikan Hunian Layak

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 22:27 WIB