Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.640.000
Beli Rp2.500.000
IHSG 5.883,881
LQ45 578,169
Srikehati 285,186
JII 345,557
USD/IDR 17.950

Tren Tobacco Harm Reduction: Produk Alternatif Jadi Pilihan Kurangi Risiko Merokok

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 11 Mei 2026 | 08:26 WIB
Tren Tobacco Harm Reduction: Produk Alternatif Jadi Pilihan Kurangi Risiko Merokok
Ilustrasi vape atau rokok
baca 10 detik
  • Produk alternatif kurangi risiko kesehatan hingga 95% dibanding rokok.
  • Peralihan ke vape memperbaiki pernapasan dan kualitas hidup keluarga.
  • Pendekatan harm reduction jadi opsi efektif tekan prevalensi merokok.

Suara.com - Prevalensi merokok yang tetap tinggi di Indonesia mulai mendorong pergeseran paradigma konsumsi ke arah produk tembakau alternatif. Pendekatan yang dikenal sebagai Tobacco Harm Reduction (THR) atau pengurangan bahaya tembakau kini menjadi sorotan, seiring dengan meningkatnya kesadaran konsumen akan kualitas hidup dan riset ilmiah yang mendukung penggunaan produk rendah risiko.

Produk seperti rokok elektronik (vape), produk tembakau yang dipanaskan, dan kantong nikotin bukan lagi sekadar tren gaya hidup, melainkan instrumen bagi perokok dewasa untuk beralih dari rokok konvensional secara bertahap.

Aldi, seorang edukator di balik akun Instagram @vapeducation, menekankan pentingnya literasi data sebelum beralih. Berdasarkan kajian Public Health England (kini UK Health Security Agency), produk tembakau alternatif diklaim memiliki risiko hingga 95% lebih rendah dibandingkan rokok konvensional karena menurunkan paparan zat berbahaya secara signifikan.

"Tahun 2015 sudah ada jurnal yang menyebutkan vape 95% lebih tidak berbahaya dibanding rokok. Dari situ saya memutuskan beralih," ujar Aldi (9/5/2026). Setelah berhenti total dari rokok, ia merasakan peningkatan kebugaran fisik, seperti pernapasan yang lebih lega.

Selain faktor kesehatan, kenyamanan lingkungan menjadi pendorong utama. Hanif (31), seorang karyawan di Jakarta Selatan, mengaku dukungan keluarga dan hilangnya bau asap rokok di rumah menjadi faktor kunci konsistensinya beralih ke rokok elektronik.

"Rumah jadi tidak bau asap rokok. Itu yang membuat saya makin yakin lanjut pakai vape," ungkap Hanif.

Meski bukan sepenuhnya tanpa risiko, produk tembakau alternatif dipandang sebagai solusi pragmatis bagi perokok dewasa yang kesulitan berhenti secara instan. Integrasi antara informasi berbasis riset, transparansi risiko, dan akses terhadap produk alternatif diharapkan mampu menjadi katalis dalam menekan prevalensi merokok serta meningkatkan standar kesehatan masyarakat secara nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ekonom Ingatkan Aturan Nikotin-Tar Bisa Ancam Nasib Jutaan Petani dan Buruh

Ekonom Ingatkan Aturan Nikotin-Tar Bisa Ancam Nasib Jutaan Petani dan Buruh

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 16:45 WIB

Purbaya Targetkan Kebijakan Layer Cukai Rokok Berlaku Juni 2026, Tinggal Tunggu DPR

Purbaya Targetkan Kebijakan Layer Cukai Rokok Berlaku Juni 2026, Tinggal Tunggu DPR

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 15:57 WIB

Industri Kretek Indonesia Terancam Mati

Industri Kretek Indonesia Terancam Mati

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 10:53 WIB

Terkini

Kementerian ESDM Masih Bahas RKAB Nikel 2026

Kementerian ESDM Masih Bahas RKAB Nikel 2026

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 16:18 WIB

Toko Online Tanpa NIB Bakal Diblokir? Simak Aturan Baru Kemendag 2026

Toko Online Tanpa NIB Bakal Diblokir? Simak Aturan Baru Kemendag 2026

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 16:04 WIB

Ace Hardware Dipastikan Kembali Buka di Indonesia

Ace Hardware Dipastikan Kembali Buka di Indonesia

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 15:49 WIB

Perhatian Pemegang Saham GGRM, Dividen Rp800 per Saham Cair 23 Juli 2026

Perhatian Pemegang Saham GGRM, Dividen Rp800 per Saham Cair 23 Juli 2026

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 15:47 WIB

Rupiah Menguat Seiring Kembalinya Investor Asing

Rupiah Menguat Seiring Kembalinya Investor Asing

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 15:46 WIB

Mengapa Gaji Guru Sangat Kecil?

Mengapa Gaji Guru Sangat Kecil?

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 15:32 WIB

Proyeksi Laba Hingga Target Harga Turun, Saham Grup Salim Masih Layak Dibeli?

Proyeksi Laba Hingga Target Harga Turun, Saham Grup Salim Masih Layak Dibeli?

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 15:29 WIB

Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz

Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 15:23 WIB

Gaji Rp8 Juta Kena Pajak Berapa? Begini Panduan Menghitungnya

Gaji Rp8 Juta Kena Pajak Berapa? Begini Panduan Menghitungnya

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 15:21 WIB

Eks Bos Astra Infra Port Eastkal Dipanggil KPK dalam Dugaan Korupsi Investasi

Eks Bos Astra Infra Port Eastkal Dipanggil KPK dalam Dugaan Korupsi Investasi

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 15:10 WIB