Laga PSIS Semarang vs Persis Solo menjadi yang ditunggu bagi kedua pendukung klub tersebut. Pertandingan yang penuh gengsi itu sampai disebut sebagai Derby Jateng.
Diketahui, Laga Derby Jateng kali ini Persis Solo bakal menjadi tuan rumah dan digelar di Stadion Manahan Solo pada Sabtu (16/9/2023) mendatang.
Terdapat hal yang menarik untuk pertandingan besok itu. Yaitu adanya 3 staff pelatih PSIS Semarang yang juga pernah loyal dengan Persis Solo.
Mereka adalah Asisten Pelatih Eko Purdjianto, Arif Rahman, dan I Komang Putra.
Salah satu staff kepelatihan PSIS yang pernah di Persis Solo adalah Arif Rahman.
Meski mengawali karier di PSIS Semarang pada 2001, namun Arif di Persis Solo sebagai pemain cukup lama yakni sejak 2004 sampai 2012.
Sewaktu bermain, Arif satu era dengan pemain-pemain seperti Greg Nwokolo, Moukwelle dan Wahyu Wijiastanto.
Saat ditanya bagaimana kesannya apabila kedua tim bertemu, secara terang-terangan Arif yang akrab disapa "black" itu menyatakan ingin PSIS menang.
"Penginnya ya PSIS menang untuk sekarang. Bukan karena saya kerja di sini ya. Tapi karena hati saya untuk PSIS," ucapnya dikutip dari Ayosemarang.com pada Kamis (14/9/2023).
Meski demikian apabila diminta untuk mengingat jauh ke masa-masa dia bermain, masih ada rasa tidak teganya apabila Persis menerima kekalahan.
"Ya itu lebih karena saya punya memori di sana. Soalnya saya sebagai pemain besar juga di sana," ucapnya.
Selain Arif ada nama I Komang Putra. Komang dengan Solo bukan sekadar tim lain untuk berlabuh selain PSIS tetapi juga tempat tinggal.
Di Persis Solo karier Komang menang lebih sebagai pelatih kiper. Hal itu dia lakoni pasca pensiun jadi pemain sejak 2013.
Saat ditanya bagaimana kesannya jelang pertandingan ini, Komang menjawab sesuai profesionalitas saja.
"Kalau saya profesional, sekarang saya ngelatih PSIS sudah semestinya saya dukung PSIS harus menang," ucapnya.
Sedangkan staff pelatin lain yang juga pernah membela Persis Solo adalah asisten pelatih Eko Purdjianto.
Eko di Persis selain pernah menjadi pemain juga pernah menjadi pelatih.
Bahkan pada 2021 lalu, Eko malah jadi salah satu sosok yang berperan besar dalam membawa Persis Solo ke Liga 1.
"Saya memang beberapa kali mengalami hal seperti ini baik dulu sebagai pemain dan sekarang menjadi pelatih. Sebagai manusiapasti ada rasa ikatan emosional," ucapnya.
Saat Eko ditanya bagaimana kesannya jelang pertandingan ini, jawabannya hampir sama seperti I Komang Putra yakni mengedepankan profesionalitas.
"Tapi saya dulu sebagai pemain,dan sekarang pelatih profesional. Saya harus bekerja secara profesional di mana sekarang saya bekerja,yaitu di klub PSIS Semarang," ungkapnya.