Kompetisi Liga 2 2023/2024 langsung memunculkan 'korban' bagi sejumlah pelatih meski baru memasuki pekan keempat.
Setidaknya ada tiga pelatih yang sudah gugur alias didepak klub masing-masing karena performa tim yang dinilai belum maksimal maupun jauh dari ekspektasi.
Liga 2 2023/2024 akan menjadi kompetisi yang kembali bergulir untuk pertama kalinya, setelah pada musim 2022/2023 kompetisi itu dihentikan.
Penghentian Liga 2 musim lalu itu dilakukan setelah mendapat masukan dari klub-klub peserta, setelah terjadinya tragedi Kanjuruhan pada akhir tahun lalu.
Kompetisi kasta kedua sepak bola Tanah Air musim ini dinilai lebih menyulitkan aoalagi operator kompetisi memperbolehkan klub merekrut 2 pemain asing.
Hal itu terbukti dengan tiga pelatih yang harus meletakkan jabatan meski kompetisi baru berjalan empat pertandingan. Berikut ini 3 pelatih tersebut.
1. Salahudin (Persijap Jepara)
Salahudin jadi pelatih pertama yang harus melepaskan kursi pelatih setelah didepak klub asal Jawa Tengah, Persijap Jepara.
Tiga laga dengan hasil tak memuaskan yang hanya mencatat dua kali imbang dan sekali kalah menjadi penyebab.
Apalagi dua laga imbang dicatat Persijap saat menjadi tuan rumah alias main di kandang sendiri saat melawan Persipa Pati dan PSCS Cilacap.
Kondisi itulah yang mendasari manajemen Persijap Jepara mendepak legenda Timnas Indonesia peraih emas SEA Games 1991.
2. Miftahudin (Persekat Tegal)
Miftahudin meletakkan jabatan sebagai pelatih Persekat Tegal setelah kalah telak 0-3 dari tuan rumah Persipa Pati di Stadion Joyokusumo Pati, Senin (2/10/2023).
Kekalahan ini juga sekaligus menjadi laga perpisahan Persekat dengan pelatih kepala bernama lengkap Miftahudin Mukson.
"Ini adalah laga terakhir saya di Persekat. Saya mohon pamit semoga bisa bertemu lagi di lain kesempatan," ucap Miftahudin dilansir dari laman PT LIB.
Mengenai alasan mundur dari Persekat ini, ternyata bukan karena kekalahan telak dari Persipa yang menjadi penyebab.
"Ada dua alasan yang pertama saya ada komitmen dengan manajemen Persekat, dan juga karena ada panggilan tugas kepada saya sebagai prajurit militer," dia menjelaskan.
3. Ridwan Saragih (PSMS Medan)
Kabar mengejutkan datang dari PSMS Medan jelang laga kontra Semen Padang pada Senin 9 Oktober 2023. Ridwan Saragih memutuskan mundur dari pelatih kepala PSMS Medan. Dirinya menyatakan mundur sejak Rabu 4 Oktober 2023 malam.
"Benar, saya sudah menyampaikan pengunduran diri saya kepada Pak Dirut PT Kinantan Medan Indonesia Arifuddin tadi malam," kata Ridwan, Kamis (5/10/2023).
Mundurnya Ridwan bukan tanpa alasan. Usai menang melawan PSDS Deli Serdang, manajemen ternyata berpandangan lain. Mereka membawa pelatih baru.
"Manajemen meminta saya untuk bekerjasama dengan Miftahudin Mukson untuk melatih PSMS Medan. Ini yang menjadi pertimbangan saya mundur. Tidak mungkin dalam satu kapal ada dua nahkoda," ungkapnya.
Uniknya, Muftahudin baru saja mundur sebagai pelatih Persekat Tegal.