Partai Ummat Tak Tertarik Gabung Koalisi Besar: Kita Koalisi dengan Rakyat Saja

Senin, 17 April 2023 | 18:11 WIB
Partai Ummat Tak Tertarik Gabung Koalisi Besar: Kita Koalisi dengan Rakyat Saja
Wakil Ketua Umun Partai Ummat Nazaruddin saat berada di KPU dalam rangka verifikasi parpol dan penetapan nomor urut. [Suara.com/Bagaskara]

Suara.com - Wakil Ketua Umum Partai Ummat, Nazaruddin mengaku pihaknya tak tertarik dengan Koalisi Besar yang diinisiasi Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Mau berapa pun jumlah partai yang bergabung, Partai Ummat tetap berada di jalur oposisi.

"Kalau itu koalisi itu untuk melestarikan yang ada sekarang, tentu kita nggak tertarik untuk ke sana. Mau dia koalisinya berapa partai, mau koalisinya banyak partai, bagi kita, ya, biarin saja," kata Nazaruddin saat dihubungi Suara.com, Senin (17/4/2023).

Nazaruddin menjelaskan kalau sikap Partai Ummat selama ini tidak pernah berubah di mana tetap berada di luar pemerintahan. Hal tersebut selalu dipegang Partai Ummat karena menginginkan adanya perubahan.

"Karena kita punya keyakinan, kita punya keyakinan bahwa rakyat kita ini butuh perubahan," ujarnya.

Ketimbang bergabung dengan Koalisi Besar, Nazaruddin mengungkapkan kalau Partai Ummat lebih memilih untuk berkoalisi dengan rakyat. Ia tidak masalah apabila harus berjalanan sendirian demi memperjuangkan adanya perubahan yang didambakan rakyat.

Sejauh ini, Partai Ummat mengaku mendukung Anies Baswedan yang diusung oleh Partai Nasional Demokrat (NasDem) dan mendapatkan dukungan dari Partai Demokrat dan PKS.

"Kita sudah sampaikan dukungan kita kepada Anies Baswedan dalam rakernas kemarin karena kita yakin bahwa visinya Anies adalah perubahan, makanya kita dukung," tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Nazaruddin sempat menanggapi perihal ucapan Ketua Majelis Syuro Partai Ummat Amien Rais. Di mana sebelumnya, Amien Rais mengungkapkan kalau dirinya bakal mendukung Prabowo Subianto apabila Anies gagal mendapatkan tiket capres 2024.

Nazaruddin mengatakan kalau ucapan Amien tersebut sebatas menjawab pertanyaan pengandaian. Sehingga, menurutnya ucapan mantan ketua umum PAN tersebut tidak bisa dijadikan parameter.

Baca Juga: Jawaban Jusuf Kalla Saat Ditanya Enak Zaman SBY atau Jokowi

"Artinya itu jawaban situasional atas sebuah pertanyaan yang itu punya maksud tertentu. Jadi itu bukan ukuran atau bukan parameter sikap kita."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI