Wacana Koalisi Besar Menguat, Potensi Polarisasi Disebut Sulit Dihindari di Pilpres 2024

Agatha Vidya Nariswari

Rabu, 19 April 2023 | 14:49 WIB
Wacana Koalisi Besar Menguat, Potensi Polarisasi Disebut Sulit Dihindari di Pilpres 2024
Ilustrasi pemilu. (Suara.com/Ema Rohimah)

Suara.com - Pengamat politik dan kebijakan publik Kajian Politik Nasional, Adib Miftahul menilai akan ada dua poros di Pemilu 2024, mengingat wacana pembentukan koalisi besar yang semakin hari semakin menguat.

Prediksi partai yang akan tergabung dalam koalisi besar, yakni Partai Gerindra, Golkar, PPP, PKB, PAN, dan PDIP yang dikabarkan segera masuk.

Koalisi besar pendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo ini tidak terikat dengan Koalisi Perubahan yang terdiri dari NasDem, Demokrat, dan PKS.

Menurutnya, dengan adanya wacana koalisi besar ini potensi polarisasi tidak bisa dihindari. Adib menilai bahwa polarisasi menjadi risiko dalam Pilpres 2024 mendatang.

Namun, Adib mengatakan bahwa polarisasi itu bergantung pada tokoh yang akan diusung. Para tokoh capres dan cawapres juga diyakini bisa menjadi pendingin jika polarisasi muncul di pemilu.

"Sebenarnya obatnya adalah dari para aktor politik tersebut. Mereka yang selalu memantik api tetapi giliran kekuasaan sudah didapat mereka tidak bertanggung jawab secara moral untuk meredam, meredupkan polarisasi yang terlanjur di masyarakat," ungkapnya, Rabu (19/4/2023).

Kilas balik saat Pemilu 2019, Prabowo Subianto pada akhirnya memutuskan untuk bergabung dalam kabinet Joko Widodo. Hal itu dinilai menjadi contoh baik untuk meredam polarisasi politik.

Lebih lanjut, Adib mengatakan ketegangan terjadi saat tokoh baru muncul. Tokoh tersebut merupakan bakal calon presiden yang diusung Koalisi Perubahan, Anies Baswedan.

"Saya memprediksi, kalau Koalisi Besar terbangun, saya kira memang yang menonjol ada dua kelompok, kelompok Koalisi Perubahan dan Koalisi Besar begitu," lanjutnya.

baca juga

Oleh karenanya, Adib meyakini dua poros Koalisi Besar dan Koalisi Perubahan berpotensi menimbulkan perpecahan di publik. Perpecahan tersebut, kata Adib, mengulang kejadian yang terjadi pada pemilu 2019 lalu.

"Koalisi besar didukung kelompok yang nasionalis-religius, tetapi kalau Koalisi Perubahan karena simbolnya Anies adalah simbol lebih didukung oleh kelompok Islam, pasti arahnya kan politik identitas begitu saya kira enggak jauh dari situ," pungkasnya.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Suara.com dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ada di Genggaman, Terungkap Hari saat Megawati Umumkan Capres PDIP!

Ada di Genggaman, Terungkap Hari saat Megawati Umumkan Capres PDIP!

Kotak Suara | Rabu, 19 April 2023 | 14:12 WIB

Tiket Emas Cawapres Pendamping Anies Baswedan di Tangan Mahfud MD

Tiket Emas Cawapres Pendamping Anies Baswedan di Tangan Mahfud MD

News | Rabu, 19 April 2023 | 13:47 WIB

CEK FAKTA: Mengejutkan! Mundur dari Kabinet, Mahfud MD Terima Tawaran JK Sebagai Cawapres Anies Baswedan di Pilpres 2024?

CEK FAKTA: Mengejutkan! Mundur dari Kabinet, Mahfud MD Terima Tawaran JK Sebagai Cawapres Anies Baswedan di Pilpres 2024?

Denpasar | Rabu, 19 April 2023 | 13:33 WIB

Megawati Bakal Halal Bihalal ke Prabowo saat Lebaran, Hasto PDIP: Jangan Dicampuradukan Momen Politik 2024!

Megawati Bakal Halal Bihalal ke Prabowo saat Lebaran, Hasto PDIP: Jangan Dicampuradukan Momen Politik 2024!

Kotak Suara | Rabu, 19 April 2023 | 12:48 WIB

Perkuat Sosialisasi, PPK Limboro Imbau Masyarakat Cermati Namanya di DPS

Perkuat Sosialisasi, PPK Limboro Imbau Masyarakat Cermati Namanya di DPS

Your Say | Rabu, 19 April 2023 | 12:42 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×