Lobi-lobi Politik di Balik Wacana Duet Prabowo - Ganjar

Erick Tanjung

Selasa, 02 Mei 2023 | 16:52 WIB
Lobi-lobi Politik di Balik Wacana Duet Prabowo - Ganjar
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Menhan Prabowo Subianto saat meninjau panen raya padi di Desa Lajer, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah, Kamis (9/3/2023). [Foto: Laily Rachev – Biro Pers Sekretariat Presiden]

Tetapi tentu halang rintang tidak mudah begitu saja dilewatkan. Prabowo jelas mudah melenggang dengan keputusan Gerindra yang mencalonkan dirinya kembali di kontestasi 2024, sebagaimana hasil rapat pimpinan nasional atau rapimnas pada 12 Agustus 2022 di Sentul, Bogor.

Tetapi perihal Ganjar? kader PDI Perjuangan ini tentu tidak bisa seenak udel menentukan diri siap menjadi pendamping Prabowo. Andai memang benar Jokowi memberi restu, Ganjar perlu keputusan Megawati Soekarnoputri untuk mengusung dirinya sebagai cawapres melalui PDIP.

Terdengar mudah, tapi hitung-hitungan politik masih panjang. Megawati belum tentu ingin mengalah begitu saja merelakan kesempatan mengusung kader sebagai capres. PDIP tegas, posisi tawar mereka kalau berkoalisi, pegang kursi capres.

"Yang pertama, internal. Pasti. Pemenang posisinya, capres, yes," ujar Ketua DPP PDIP Said Abdullah di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (4/4).

Tetapi perlu dicatat, politik itu sendiri merupakan seni mencari kemungkinan atau the art of possible. Artinya dinamika masih bisa berubah-ubah seiring berjalan waktu. Yang pasti, rencana duet Prabowo-Ganjar ini belum layu, apalagi mati.

Ditemui terpisah, internal Gerindra yang menjadi sumber Suara.com berseloroh keinginan menduetkan Prabowo dengan Ganjar memang benar adanya. Salah satu orang di balik layarnya ialah Jokowi. Prabowo sudah tentu mengetahui pasti keinginan Jokowi terhadap dirinya. Tetapi sejauh ini rencana duet Prabowo-Ganjar, baru disokong oleh Jokowi dan Prabowo.

Megawati yang memegang kunci calon dari PDIP masih belum bisa ditebak arah politiknya. Jokowi dan Prabowo sendiri enggan bila harus memaksakan diri menarik Ganjar, tanpa ada dukungan dari PDIP.

Mereka berdua mewajibkan betul, apabila Prabowo dan Ganjar diduetkan maka PDIP harus ada di belakang sebagai salah satu penyokongnya.

"Syaratnya partai kawin sama figur," kata sumber tersebut.

baca juga

Pernyataan itu mengandung arti bahwa sekalipun Ganjar menjadi cawapres untuk Prabowo, maka Ganjar harus maju dan diusung oleh PDIP. Ganjar tidak bisa keluar dari partai untuk kemudian menjadi bebas terbang mengikuti kontestasi.

Perkara siapa capresnya, sudah jelas, Prabowo pilihannya. Hal ini tentu sudah melalui pertimbangan Jokowi, melihat rekam jejak Prabowo yang dianggap sudah matang. Mengingat ketua umum Gerindra ini sudah maju kesekian kalinya menjadi capres.

"Secara leadership kesiapan Prabowo lebih matang. Last time, ibaratnya. Kalau Ganjar, karier masih panjang," ucap sumber.

Kekinian duet Prabowo-Ganjar hanya tinggal menunggu Megawati, setuju dan bisa rela atau tidak Ganjar sebagai kadernya dipinang sebagai cawapres.

Apabila ketiganya sudah duduk bersama mendialogkan duet tersebut, semua bakal klir. Tiga itu, yakni Jokowi, Prabowo, dan Megawati.

Sejauh ini lobi-lobi masih dilakukan lewat tangan-tangan orang terdekat. Prabowo sendiri dikabarkan melakukan lobi melalui adiknya, Hashim Djojohadikusomo yang menjabat Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra.

Meski belum mendapati dokumentasi pertemuan Hashim dengan petinggi PDIP soal lobi ini, sumber Suara.com meyakini informasi tersebut benar terjadi. Menurutnya, Hashim melalui jaringan yang dimiliki, bisa melakukan lobi membuka pembicaraan duet Prabowo-Ganjar.

Dikonfirmasi terpisah, Wakil Ketua Umum Gerindra Rahayu Saraswati Djojohadikusumo mengaku tidak tahu menahu perihal urusan koalisi. Begitu pula dengan lobi yang tengah dilakukan oleh ayahnya, Hashim mengenai rencana duet Prabowo-Ganjar.

Perempuan yang akrab disapa Sara ini hanya menegaskan posisi Gerindra sebagaimana hasil rapimnas di Sentul.

"Yang jelas hasil dari rapimnas kemarin di sentul bahwa Gerindra menyepakati dan menyatakan Pak Prabowo sebagai capres resmi dari Gerindra," kata Sara.

Presiden Jokowi, Prabowo, dan Ganjar terjadi saat mereka meninjau panen raya padi dan berdialog dengan petani di Desa Lajer, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.
Presiden Jokowi, Prabowo, dan Ganjar terjadi saat mereka meninjau panen raya padi dan berdialog dengan petani di Desa Lajer, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Selebihnya mengenai penentuan akhir capres dan cawapres, hal ini menjadi kewenangan Prabowo dan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, sebagaimana piagam koalisi antara Gerindra dan PKB. Kedua partai ini sampai sekarang masih merupakan rekanan di Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR).

Adapun perihal peluang duet Prabowo-Ganjar melalui koalisi Gerindra bersama PDIP, Sara tidak mengetahui. Ia menegaskan hubungan kedua partai sejauh ini dalam kondisi baik.

"Hubungan kami baik-baik saja," kata Sara.

Megawati Umumkan Ganjar Capres

Sehari menjelang hari raya Idul Fitri 1444 Hijriyah, Megawati Seokarnoputri menunjuk Ganjar Pranowo sebagai calon presiden dari PDI Perjuangan. Hal itu disampaikan langsung oleh Megawati selaku Ketua Umum PDIP di Istana Batu Tulis, Bogor, Jumat, 21 April 2023.

"Menetapkan saudara Ganjar Pranowo sekarang Gubernur Jawa Tengah sebagai kader dan petugas partai untuk ditingkatkan penugasannya sebagai calon presiden Republik Indonesia dari PDIP," ujar Megawati.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Jokowi menyampaikan apresiasi kepada Megawati yang telah resmi menunjuk Ganjar sebagai capres PDIP dalam Pemilu 2024.

"Saya sangat mengapresiasi, saya sangat menghargai keputusan Ibu Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PDI Perjuangan yang baru saja mengumumkan keputusannya bakal calon presiden yang diajukan oleh PDIP yaitu, Bapak Ganjar Pranowo," kata Jokowi.

Menurut Jokowi, Ganjar merupakan sosok yang dekat dengan rakyat. Dia juga menyebut Ganjar adalah politikus yang sangat ideologis.

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memakaikan peci usai resmi menunjuk Ganjar Pranowo sebagai capres dari PDIP pada Jumat (21/4/2023). (Foto dok. PDIP)
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memakaikan peci usai resmi menunjuk Ganjar Pranowo sebagai capres dari PDIP pada Jumat (21/4/2023). (Foto dok. PDIP)

Wacana Prabowo Cawapres Ganjar

Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto menyebut pihaknya tidak akan menggunakan cara kawin paksa dalam menentukan calon wakil presiden untuk Ganjar Pranowo di Pilpres 2024. Menurutnya, pihaknya akan melakukan pendekatan terlebih untuk menyatukan pemahaman.

Hal itu disampaikan Hasto menanggapi pernyataan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang menolak menjadi cawapres dari Ganjar.

"Ya tentu saja kami kan nggak model kawin paksa, tentu ada pacarannya, ada pemahamannya, ada komitmen terhadap rakyat bangsa dan negara," kata Hasto di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (24/4).

Terkait cawapres untuk Ganjar, Hasto mengatakan, pihaknya akan mengacu sesuai apa yang disampaikan Presiden Jokowi. Namun dinamika tersebut masih dinamis, menurutnya pada akhirnya Megawati selaku ketua umum akan memutuskan.

"Dan secara dinamika politik yang memang sangat dinamis kami melakukan kajian terus menerus dan nantinya dijajak oleh ibu Megawati Soekarnoputri yang ambil keputusan," katanya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, PDIP juga akan melihat dinamika di tengah rakyat soal figur cawapres untuk Ganjar. Menurutnya, tak ada prinsip jodoh menjodohkan dalam penentuan cawapres untuk Ganjar.

"Jadi enggak ada proses-proses yang terkait dengan jodoh menjodohkan, karena semua itu berjalan dengan natural sesuai dengan kehendak dari masyarakat," tutur dia.

Prabowo Tolak Jadi Cawapres

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menjawab kemungkinan dirinya menjadi cawapres untuk mendampingi Ganjar Pranowo yang sudah resmi diusung sebagai capres oleh PDIP. Prabowo nampak menutup kemungkinan tersebut.

Prabowo menegaskan kalau Partai Gerindra mendukung dirinya sebagai capres.

"Ya, partai saya partai saya mencalonkan saya sebagai capres," kata Prabowo seusai melakukan silaturahmi ke kediaman Presiden Jokowi di Solo, Jawa Tengah beberapa waktu lalu.

Mantan Danjen Kopassus tersebut juga menegaskan kalau kondisi Partai Gerindra sudah semakin kuat saat ini.

"Partai saya juga sudah kuat juga sekarang," terang Prabowo sembari tertawa.

Selanjutnya, Prabowo meminta agar tidak ada yang berandai-andai karena situasi politik ke depannya bisa saja terjadi.

"Nanti ada perkembangan dinamika (politiknya)," ujarnya.

_____________________

Tim Liputan: Bagaskara Indiansyah dan Novian Ardiansyah

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

CEK FAKTA: Selain Permalukan, Adian Napitupulu Bongkar Antek Asing Dibelakang Prabowo, Benarkah?

CEK FAKTA: Selain Permalukan, Adian Napitupulu Bongkar Antek Asing Dibelakang Prabowo, Benarkah?

Sumedang | Selasa, 02 Mei 2023 | 16:40 WIB

Adu Kekuatan Logistik Pilpres 2024, Siapa Paling Tajir: Ganjar, Anies atau Prabowo?

Adu Kekuatan Logistik Pilpres 2024, Siapa Paling Tajir: Ganjar, Anies atau Prabowo?

Kotak Suara | Selasa, 02 Mei 2023 | 16:18 WIB

Teka-teki Silaturahmi Prabowo dengan Airlangga dan Aburizal Bakrie: Sinyal Koalisi?

Teka-teki Silaturahmi Prabowo dengan Airlangga dan Aburizal Bakrie: Sinyal Koalisi?

Kotak Suara | Selasa, 02 Mei 2023 | 16:18 WIB

Terkini

Bisa Deteksi Makanan Busuk di Ompreng, Ini Inovasi BRIN untuk MBG yang Bikin Prabowo Kepincut

Bisa Deteksi Makanan Busuk di Ompreng, Ini Inovasi BRIN untuk MBG yang Bikin Prabowo Kepincut

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:34 WIB

Keracunan MBG Marak Lagi, Bisakah Pengelola dan Pejabat Dipidanakan?

Keracunan MBG Marak Lagi, Bisakah Pengelola dan Pejabat Dipidanakan?

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:32 WIB

8 Wakil Indonesia Jadi Unggulan di Kejuaraan Dunia BWF 2026, Bawa Misi Akhiri Puasa Gelar

8 Wakil Indonesia Jadi Unggulan di Kejuaraan Dunia BWF 2026, Bawa Misi Akhiri Puasa Gelar

Sport | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:22 WIB

3 Perempuan Malaysia Selundupkan Narkoba di Bandara Soetta, Disimpan di Sepatu

3 Perempuan Malaysia Selundupkan Narkoba di Bandara Soetta, Disimpan di Sepatu

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:22 WIB

Buku Sibling Rivalry, Mengurai Trauma Masa Kecil dan Persaingan Antarsaudara

Buku Sibling Rivalry, Mengurai Trauma Masa Kecil dan Persaingan Antarsaudara

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:20 WIB

Daftar Kontroversi Raja Juli Antoni, dari Terima Amplop Dolar sampai Bagi-bagi Jabatan ke Kader PSI

Daftar Kontroversi Raja Juli Antoni, dari Terima Amplop Dolar sampai Bagi-bagi Jabatan ke Kader PSI

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:17 WIB

Kronologi Temuan 995 Senpi, Narkoba dan VCD Porno di Sekolah Swasta Jaksel

Kronologi Temuan 995 Senpi, Narkoba dan VCD Porno di Sekolah Swasta Jaksel

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:16 WIB

Bersenang-senang di Fun Expo Asia 2026

Bersenang-senang di Fun Expo Asia 2026

Foto | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:13 WIB

Gagal Berkali-kali Tak Jadi Halangan, Ratusan Atlet Kejar Super Tiket PB Djarum 2026

Gagal Berkali-kali Tak Jadi Halangan, Ratusan Atlet Kejar Super Tiket PB Djarum 2026

Sport | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:13 WIB

Rakortas MBG Prioritaskan Daerah 3T dan Kelompok Sasaran untuk Perluas Pemerataan Program

Rakortas MBG Prioritaskan Daerah 3T dan Kelompok Sasaran untuk Perluas Pemerataan Program

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:12 WIB

×