Janji Anti Mainstream, 5 Fakta Anies Mau Buat KBBI Punya 250 Ribu Kosakata Saat Jadi Presiden

Ruth Meliana

Jum'at, 27 Oktober 2023 | 14:12 WIB
Janji Anti Mainstream, 5 Fakta Anies Mau Buat KBBI Punya 250 Ribu Kosakata Saat Jadi Presiden
Bakal calon presiden (bacapres) dari Koalisi Perubahan, Anies Baswedan. [ANTARA/Darwin Fatir]

Suara.com - Bakal calon presiden (bacapres) dari Koalisi Perubahan, Anies Baswedan membuat janji anti mainstream atau tidak biasa jika tahun depan dirinya terpilih. Ia berjanji akan menargetkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) agar bisa memiliki 250 ribu kosakata.

"Saya berharap (kosakata di KBBI) bisa mencapai angka 250 ribu dalam waktu lima tahun ke depan," ucap Anies di Tugu Kunstkring, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (26/10/2023).

Anies sendiri memang lahir dari orang tua yang bekerja sebagai pengajar. Ia bahkan pernah menjadi rektor di Universitas Paramadina. Sebelum menjabat Gubernur DKI Jakarta, ia pun lebih dulu menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud).

Berangkat dari sana, Anies membuat janji anti mainstream yang berkaitan dengan penambahan kosakata di KBBI menjadi 250 ribu. Target yang akan ia capai jika terpilih menjadi presiden RI itu lantas menuai atensi dari publik. Adapun berikut kelima faktanya.

1. Tujuan Tambah Kosakata

Dalam menyampaikan janji itu, Anies juga menyertakan tujuannya. Menurut pandangannya, Bahasa Indonesia perlu diperkaya dengan menambah kosakata di KBBI secara bertahap, namun prosesnya cepat. Mulai dari angka 150 ribu, 200 ribu, dan terakhir 250 ribu. 

"Saya melihat Bahasa Indonesia harus diperkaya dan itu bisa dipercepat. Jadi (kosakata KBBI ditambah sampai) 150 ribu, lalu 200 ribu, 250 ribu," kata Anies.

Lebih lanjut, menurut Anies, bahasa Indonesia sangat penting untuk mempersatukan bangsa. Sebab, interaksi seluruh rakyat dapat terjalin dalam bahasa ini sehingga penambahan kosakata di KBBI dapat meningkatkan persatuan dan kesatuan.

2. Bandingkan dengan Negara Lain

baca juga

Anies pun melihat ke belakang Indonesia yang hanya memiliki 91 ribu kosakata dari tahun 1953 sampai 2014. Menurutnya, jumlah tersebut sangat sedikit ketimbang negara-negara lain. Sebut saja Jepang, Inggris hingga Arab Saudi yang punya ratusan ribu kosakata.

"Jepang itu kosakatanya 250 ribu. Bahasa Jerman 300 ribu, Bahasa Mandarin 500 ribu, Bahasa Inggris 1 juta dengan penambahan kosakata per tahun 7.000, adopsi dari mana-mana, Bahasa Arab 12 juta kosakata," ujar dia.

3. Cara Menambah Kosakata: Dari Bahasa Lokal

Tak hanya itu, Anies juga menjelaskan salah satu cara menambah kosakata Indonesia. Ia mengatakan hal ini bisa dilakukan dengan menyerap bahasa lokal menjadi bahasa Indonesia. Apalagi totalnya dari tiap daerah di Indonesia mencapai sekitar 700 bahasa lokal.

"Bila bahasa lokal terus menerus diperkaya, maka kita akan punya spektrum diksi yang lengkap," katanya.

4. Mencontohkan Kata 'Tsunami'

Anies kemudian menyinggung nama Museum Tsunami yang dibangun di Aceh karena masih meminjam diksi dari bahasa Jepang. Padahal, kata dia, Indonesia memiliki bahasa lokal yakni 'smong' atau hempasan gelombang air laut untuk menggantikan kata tsunami. 

"Tsunami itu berasal dari bahasa mana? Jepang lah. Di Aceh ada Museum Tsunami. Pertanyaannya, ada enggak kata itu dari Bahasa Aceh? Ada, namanya smong," kata Anies.

Smong sendiri berasal dari bahasa asli Simeulue yang secara historis merupakan rangkaian pengalaman warga Aceh di tahun 2004 terhadap bencana gempa bumi dan tsunami. Namun, ia mengakui hanya daerah tertentu yang memiliki kosakata smong. 

"Bagaimana di Aceh kita buat sebuah museum meminjam bahasa Jepang sebagai museum peristiwa di 2004 yang sebenarnya bisa disebut istilahnya Museum Smong Indonesia," ujar Anies. 

"Hanya daerah yang pernah merasakan smong, yang akan menyebut smong. Daerah lain enggak punya kosakata itu, karena tidak punya punya pengalaman atas peristiwa itu," lanjutnya.

5. Singgung Program saat Jadi Gubernur

Anies juga menyinggung sebuah program ketika dirinya masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Ia ingin menggunakan istilah Indonesia bagi terminologi yang memakai bahasa Inggris untuk layanan perkotaan. Ia kemudian mencontohkan MRT.

Anies berharap MRT dapat diartikan sebagai moda raya terpadu, bukan mass rapid transit. Sementara untuk rangkaian keretanya dinamakan Ratangga. Menurutnya, hal itu tidak mudah karena warga sudah terbiasa dengan terminologi bahasa asing.

"Proses pergantian (diksi) itu enggak mudah karena kita sudah terbiasa menggunakan terminologi bahasa asing," pungkas Anies.

Kontributor : Xandra Junia Indriasti

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sempat Bingung, Nikita Mirzani Akhirnya Mantap Pilih Prabowo Jadi Presiden

Sempat Bingung, Nikita Mirzani Akhirnya Mantap Pilih Prabowo Jadi Presiden

Your Say | Jum'at, 27 Oktober 2023 | 13:30 WIB

Heboh Beredar Video Jokowi Fasih Pidato Bahasa Mandarin, Ini Kata Kominfo

Heboh Beredar Video Jokowi Fasih Pidato Bahasa Mandarin, Ini Kata Kominfo

Your Say | Jum'at, 27 Oktober 2023 | 12:44 WIB

Panggil Gibran 'Si Anak Presiden', Jubir AMIN Tuding Wali Kota Solo Tak Berkompeten

Panggil Gibran 'Si Anak Presiden', Jubir AMIN Tuding Wali Kota Solo Tak Berkompeten

Hits | Jum'at, 27 Oktober 2023 | 11:50 WIB

Putusan MK Jadi Sorotan, Elektabilitas Prabowo-Gibran Malah Lebih Unggul dari Paslon Lainnya

Putusan MK Jadi Sorotan, Elektabilitas Prabowo-Gibran Malah Lebih Unggul dari Paslon Lainnya

Kotak Suara | Jum'at, 27 Oktober 2023 | 11:03 WIB

Susi Pudjiastuti 'Ancam' Tenggelamkan AMIN Jika Tak Tepati Janji Ini: Belum Percaya Jenengan..

Susi Pudjiastuti 'Ancam' Tenggelamkan AMIN Jika Tak Tepati Janji Ini: Belum Percaya Jenengan..

Hits | Jum'at, 27 Oktober 2023 | 09:11 WIB

Cuma Posting Foto Prabowo dan Ganjar, Ari Lasso Diprotes Warganet: Ada Kesenjangan

Cuma Posting Foto Prabowo dan Ganjar, Ari Lasso Diprotes Warganet: Ada Kesenjangan

Video | Jum'at, 27 Oktober 2023 | 10:00 WIB

Terkini

3 Sabun Cuci Muka Niacinamide TXA untuk Mencerahkan Noda Hitam dan Kulit Belang

3 Sabun Cuci Muka Niacinamide TXA untuk Mencerahkan Noda Hitam dan Kulit Belang

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 14:39 WIB

Emil Audero Bikin 3 Penyelamatan Bawa Rayo Vallecano Menang, Benat San Jose Belum Puas

Emil Audero Bikin 3 Penyelamatan Bawa Rayo Vallecano Menang, Benat San Jose Belum Puas

Bola | Rabu, 16 September 2026 | 14:39 WIB

Petaka Api Cemburu: Pria di Lampung Utara Tega Aniaya Kekasih hingga Tewas

Petaka Api Cemburu: Pria di Lampung Utara Tega Aniaya Kekasih hingga Tewas

Lampung | Rabu, 16 September 2026 | 14:38 WIB

Skuter Listrik Indomobil eMotor Sprinto Perkuat Komitmen Berkelanjutan

Skuter Listrik Indomobil eMotor Sprinto Perkuat Komitmen Berkelanjutan

Otomotif | Rabu, 16 September 2026 | 14:37 WIB

3 HP Flagship Samsung Terbaru di Indonesia, Cek Harga dan Spesifikasinya

3 HP Flagship Samsung Terbaru di Indonesia, Cek Harga dan Spesifikasinya

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 14:34 WIB

Aturan Harga Saham Rp1 dan Short Selling Diterapkan Bersamaan, BEI Pasang Kuda-kuda

Aturan Harga Saham Rp1 dan Short Selling Diterapkan Bersamaan, BEI Pasang Kuda-kuda

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 14:32 WIB

Cuaca Terik, Tiga Pemicu Kebakaran di Jakarta Ini Wajib Diwaspadai

Cuaca Terik, Tiga Pemicu Kebakaran di Jakarta Ini Wajib Diwaspadai

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:30 WIB

Kasus HGB di Kementerian ATR/BPN Seret Dirjen hingga Bos Summarecon, KPK Didesak Jerat Korporasi

Kasus HGB di Kementerian ATR/BPN Seret Dirjen hingga Bos Summarecon, KPK Didesak Jerat Korporasi

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:29 WIB

DJP Bantah Restitusi Pajak Ditahan untuk Pengusaha

DJP Bantah Restitusi Pajak Ditahan untuk Pengusaha

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 14:29 WIB

Ribuan Warga di Siak Terjangkit ISPA Imbas Kualitas Udara Memburuk

Ribuan Warga di Siak Terjangkit ISPA Imbas Kualitas Udara Memburuk

Riau | Rabu, 16 September 2026 | 14:21 WIB

×