Sebut UU ITE Kekang Kebebasan Berekspresi, Anies di PWI: Ini Bapak Ibu Alami Era Otoriter!

Jum'at, 01 Desember 2023 | 15:30 WIB
Sebut UU ITE Kekang Kebebasan Berekspresi, Anies di PWI: Ini Bapak Ibu Alami Era Otoriter!
Capres nomor urut 1 Anies Baswedan saat berkunjung ke kantor PWI, Jakarta. (Suara.com/Yaumal)

Suara.com - Calon presiden nomor urut satu, Anies Baswedan menyinggung era otoriter saat menghadiri undangan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), di Kantro PWI, Jakarta Pusat pada Jumat (1/12/2023).

Anies menyebut, indikator era otoriter itu dapat dilihat dari penggunaan istilah 'Konoha' dan 'Wakanda' oleh masyarakat saat menyampaikan kritik kepada pemerintah di media sosial.

"Saat berapa kali, selama di sosmed (sosial media) orang masih nyebut kata Indonesia dengan istilah 'Wakanda' dengan istilah 'Konoha', maka Indonesia masih ada masalah," kata Anies.

"Kalau kita sudah berani dengan menyebut dengan nama Indonesia maka perasaan takut itu tidak boleh ada," imbuhnya.

Calon Presiden Anies Baswedan usai menghadiri Mubes IX Perseketuan Gereja-Gereja Pantekosta Indonesia (PGPI) di GBI Saron, Kelapa Gading, Jakarta Pusat, Kamis (30/11/2023). [Suara.com/Dea]
Calon Presiden Anies Baswedan usai menghadiri Mubes IX Perseketuan Gereja-Gereja Pantekosta Indonesia (PGPI) di GBI Saron, Kelapa Gading, Jakarta Pusat, Kamis (30/11/2023). [Suara.com/Dea]

Menurutnya, rasa takut untuk menyampaikan kritik hanya terjadi di negara otoriter.

"Takut itu hanya boleh di tempat yang otoriter. Ini bapak ibu sekalian, teman-teman mengalami era otoriter, di situ ada rasa takut, karena di era otoriter itu pilar penopangnya rasa takut," ujarnya.

Jika rasa takut hilang, lanjut Anies, maka otoriter sudah tumpang.

"Rasa takut hilang, rezim tumbang," ujarnya.

Dikekangnya kebebasan bereskpresi dapat dilihat dari sejumlah pasal di Undang-Undang ITE.

Baca Juga: Hadiri Rakernas TKN di Hotel Borobudur, Kaesang Pakai Kaos Bergambar Prabowo - Gibran

"Kami melihat ada pasal-pasal di dalam perundangan kita yang menghambat orang untuk berani mengungkapkan pandangan," katanya.

"Termasuk dalam UU ITE. Di situ kami melihat ada pasal-pasal yang perlu direvisi, sehingga tidak menimbulkan rasa takut di dalam berekspresi," sambungya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

VIDEO TERKAIT

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI