Dito Ariotedjo: Ridwan Kamil Ditempatkan di Mana Saja akan Bersinar

Chandra Iswinarno, Bagaskara Isdiansyah

Kamis, 01 Agustus 2024 | 16:15 WIB
Dito Ariotedjo: Ridwan Kamil Ditempatkan di Mana Saja akan Bersinar
Ketua DPP Partai Golkar Dito Ariotedjo. (Suara.com/Adie Prasetyo Nugraha).

Suara.com - Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar Dito Ariotedjo menyatakan bahwa Ridwan Kamil akan bersinar bila ditempatkan di mana saja.

Bahkan, tambah Dito, bila Ridwan Kamil diusung maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jakarta 2024.

"Ya Alhamdulillah, kan Pak RK ini kiprahnya memimpin kota Bandung Jawa Barat sangat baik. Ini sosok yang saya rasa ditempatkan di mana pun akan bersinar," kata Dito di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (1/8/2024).

Ia mengatakan bahwa Ridwan Kamil, kekinian masih dalam penugasan Golkar untuk maju di Jakarta dan Jawa Barat.

"Ya untuk Pak Ridwan Kamil saya rasa clear statement baik itu dari Pak Airlangga dan juga kawan-kawan Koalisi Indonesia maju itu di proyeksi untuk di Jakarta maupun Jawa Barat," katanya.

Namun, kata dia, soal keputusan akhir Ridwan Kamil pada akhirnya akan maju di Pilgub mana, itu tergantung pembahasan Koalisi Indonesia Maju (KIM).

"Itu tergantung nanti dinamika terakhir pendiskusian dengan koalisi akhirnya mau bagaimana. Intinya kita siap bersama koalisi Indonesia maju," katanya.

Survei Indikator Politik

Sebelumnya diberitakan, Lembaga Indikator Politik merilis hasil survei yang menunjukkan keunggulan elektabilitas tiga nama dalam bursa calon gubernur Jakarta. Ketiganya ialah Anies Baswedan, Basuki Tjahja Purnama alias Ahok, dan Ridwan Kamil (RK).

baca juga

Direktur Eksekutif Indikator Politik Burhanuddin Muhtadi menjelaskan dalam simulasi tiga nama, elektabilitas Anies mendapat 43,8 persen, Ahok 32,1 persen, dan RK 18,9 persen.

"Jadi kalau dibaca, Anies ini nomor satu jelas meski tidak sampai 50 persen," kata Burhanuddin dalam konferensi pers secara daring pada Kamis (25/7/2024).

Meski begitu, Burhanuddin menilai kans RK untuk memenangkan Pilkada Jakarta tetap ada. Sebab, mantan Gubernur Jawa Barat itu dianggap kekuatan untuk menarik basis dukungan dari calon lain.

Lukisan Ridwan Kamil. (Instagram/@ridwankamil)
Ridwan Kamil. (Instagram/@ridwankamil)

"Berbagai simulasi sampel head to head, terlihat jelas, kemampuan menarik basis calon lain paling positif ada di RK," ujar Burhanuddin.

Pasalnya, Ahok belum bisa dipastikan akan maju pada Pilkada Jakarta lantaran belum ada pengumuman dukungan dari PDIP dan belum ada tahapan pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jakarta.

Jika dilihat dari simulasi dua nama atau head to head, Burhanuddin menjelaskan bahwa ada potensi kecenderungan RK mengalami peningkatan elektabilitas.

"Di simulasi head to head cenderung nambah ke RK," ucap Burhanuddin.

Pada simulasi head to head antara Anies dan Ahok, terlihat bahwa Anies mendapatkan elektabilitas sebesar 52 persen sementara Ahok 42 persen.

Kemudian saat simulasi antara Anies dengan RK, elektabilitas Anies sebesar 50,1 persen sedangkan RK 38,8 persen.

Di sisi lain, saat simulasi Ahok dengan RK, keduanya mendapatkan angka elektabilitas yang sama yaitu 44,7 persen.

"Makanya saya katakan RK punya potensi calon inklusif karena bisa menarik pendukung lain," sebut Burhanuddin.

Dia mengakui bahwa RK memang mesti berusaha keras untuk menghadapi Anies dan Ahok. Namun, jika Ahok tidak maju dan RK hanya akan menghadapi Anies, maka RK masih memiliki kesempatan untuk menang.

"Elektabilitasnya masih struggling, tapi di Jakarta bukan berarti tanpa peluang, data mengatakan RK terbuka peluang. Jadi, bukan kartu mati," kata Burhanuddin.

"Kemampuan RK menarik pendukung kuat. Contoh kalau Ahok enggak maju, itu RK langsung dapat durian runtuh, selisih dengan Anies berdasarkan data jadi tipis," katanya

Sekadar informasi, survei ini dilakukan pada 18-26 Juni dengan wawancara tetap muka terhadap WNI di Jakarta yang sudah mempunyai hak pilih.

Survei ini memiliki 800 sampel responden dengan metode pengambil data berupa multistage sampling. Selain itu, hasil survei ini juga memiliki margin of error sebesar 3,5 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menpora Dito Diam-diam ke DPR Ngaku Bahas Olimpiade, Kunjungannya Dibongkar Dasco Gerindra: Bahas Pilkada

Menpora Dito Diam-diam ke DPR Ngaku Bahas Olimpiade, Kunjungannya Dibongkar Dasco Gerindra: Bahas Pilkada

Kotak Suara | Kamis, 01 Agustus 2024 | 15:52 WIB

Bikin Heboh! Mendadak Blusukan di Pasar Tanah Abang, Jusuf Hamka Ngelawak saat Jajal Kemeja Pedagang

Bikin Heboh! Mendadak Blusukan di Pasar Tanah Abang, Jusuf Hamka Ngelawak saat Jajal Kemeja Pedagang

Kotak Suara | Kamis, 01 Agustus 2024 | 13:52 WIB

Indikator: Ridwan Kamil Bisa Dapat 'Durian Runtuh' Jika Ahok Tak Maju Pilkada Jakarta

Indikator: Ridwan Kamil Bisa Dapat 'Durian Runtuh' Jika Ahok Tak Maju Pilkada Jakarta

News | Kamis, 25 Juli 2024 | 14:19 WIB

Terkini

Pesan Tegas Sudaryono ke Kader Gerindra Semarang: Jangan Cuma Duduk di Kantor, Turun ke Rakyat!

Pesan Tegas Sudaryono ke Kader Gerindra Semarang: Jangan Cuma Duduk di Kantor, Turun ke Rakyat!

Jawa Tengah | Minggu, 09 Agustus 2026 | 13:11 WIB

10 Nakes Kena Sanksi Usai Bully Pasien BPJS di Threads, Karier Hancur Seketika

10 Nakes Kena Sanksi Usai Bully Pasien BPJS di Threads, Karier Hancur Seketika

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 13:05 WIB

Indonesia-Brasil Jajaki PTA Mercosur, Pintu Masuk Produk RI ke Pasar Amerika Latin Terbuka

Indonesia-Brasil Jajaki PTA Mercosur, Pintu Masuk Produk RI ke Pasar Amerika Latin Terbuka

Bisnis | Minggu, 09 Agustus 2026 | 13:04 WIB

Review The Price of Confession: Kisah Misteri Gelap Penjara Korea Selatan!

Review The Price of Confession: Kisah Misteri Gelap Penjara Korea Selatan!

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 13:00 WIB

Aturan EUDR Mengancam Kopi Indonesia? Ini Strategi Kesiapan Petani Menembus Pasar Global

Aturan EUDR Mengancam Kopi Indonesia? Ini Strategi Kesiapan Petani Menembus Pasar Global

Bisnis | Minggu, 09 Agustus 2026 | 12:58 WIB

Pasar dan Investasi Jadi Bidikan, Indonesia Sambut Strategi Ekonomi BRICS 2030

Pasar dan Investasi Jadi Bidikan, Indonesia Sambut Strategi Ekonomi BRICS 2030

Bisnis | Minggu, 09 Agustus 2026 | 12:53 WIB

Gedung Bapenda Terbakar, Pramono Anung Jamin Pengaturan Lalu Lintas Jakarta Tetap Aman

Gedung Bapenda Terbakar, Pramono Anung Jamin Pengaturan Lalu Lintas Jakarta Tetap Aman

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 12:45 WIB

15 Pantun Hari Pramuka Lucu Ini Dijamin Bikin Suasana 14 Agustus Makin Meriah!

15 Pantun Hari Pramuka Lucu Ini Dijamin Bikin Suasana 14 Agustus Makin Meriah!

Lifestyle | Minggu, 09 Agustus 2026 | 12:35 WIB

Memoar Seorang Geisha: Mengungkap Kehidupan Geisha Sebelum Perang Dunia II

Memoar Seorang Geisha: Mengungkap Kehidupan Geisha Sebelum Perang Dunia II

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 12:30 WIB

Indonesia Pertama di ASEAN Pasang Pompa Jantung Terkecil Dunia, Pasiennya Penjual Nasi Uduk

Indonesia Pertama di ASEAN Pasang Pompa Jantung Terkecil Dunia, Pasiennya Penjual Nasi Uduk

Health | Minggu, 09 Agustus 2026 | 12:25 WIB

×