Berapa Angka Golput di Pilkada Jakarta 2024?

Chandra Iswinarno

Jum'at, 30 Agustus 2024 | 13:43 WIB
Berapa Angka Golput di Pilkada Jakarta 2024?
Parade iring-iringan pasangan Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta, Pramono Anung dan Rano Karno saat tiba di Kantor KPUD Jakarta, Rabu (28/8/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Lebih jauh, masih berdasarkan survei tersebut, potensi dukungan untuk Anies dalam pilkada kali ini cukup signifikan. Lantaran, Anies juga ditopang barisan pemilih yang loyal atau strong voters.

Bahkan apabila Pilkada Jakarta dilakukan pada waktu survei dilaksanakan, diperkirakan 39 persen pemilih menyatakan niatnya memilih Anies.

Beranjak dari survei dan juga hasil Pilkada Jakarta pada Tahun 2012 dan 2017, Pengamat Politik dari The Indonesian Institute Arfianto Purbolaksono mengemukakan bahwa angka golput akan meningkat dibandingkan dari tahun 2017.

Pasangan Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta, Ridwan Kamil (kiri) dan Suswono (kanan) usai melakukan pendaftaran di Kantor KPUD Jakarta, Rabu (28/8/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pasangan Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta, Ridwan Kamil (kiri) dan Suswono (kanan) usai melakukan pendaftaran di Kantor KPUD Jakarta, Rabu (28/8/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Kelelahan dan Kejenuhan

Ia melihat ada dua faktor yang menjadi penyebab utamanya, yakni kelelahan pemilih dalam konteks kontestasi politik.

"Dinamikanya yang cukup tinggi, apalagi di Jakarta. Ada kelelahan juga dari publik apalagi kalau melihatnya di kampanye gitu ya di Pemilu 2024 kemarin," katanya.

Kelelahan yang dirasakan masyarakat juga terkait digelarnya pemilu dan pilkada serentak yang dilakukan bersamaan.

"Ini menjadi catatan, untuk pertama kali kita menggelar hajatan besar, politik elektoral diselenggarakan dalam satu tahun. Pastinya, akan ada kejenuhan yang disebabkan persaingan antarparpol dalam statemennya yang membuat masyarakat menjadi tegang dalam kampanyenya," ujarnya.

Menurutnya, kejenuhan masyarakat terjadi sebelum proses pendaftaran. Sebagai contoh, ketika sebelumnya ada persoalan keputusan MK nomor 90/PUU-XXI/2023 yang membuat Gibran menjadi wakil presiden, menimbulkan kontroversi.

baca juga

Belum lagi soal nanti dalam pemilu 2024 menimbulkan berbagai macam isu, seperti bansos, kepentingan Jokowi.

"Hal-hal seperti itu yang membuat orang jenuh dan lelah melihat itu. Padahal, masyarakat tidak membayangkan adanya kejenuhan, seperti kemarin Baleg DPR merespons keputusan MK soal pendaftaran calon," ujarnya.

Pasangan bakal calon Gubenur dan Wakil Gubernur Jakarta, Dharma Pongrekun (kiri) dan Kun Wardana (kanan) saat datang untuk mendaftarkan diri di Kantor KPUD Jakarta, Kamis (29/8/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pasangan bakal calon Gubenur dan Wakil Gubernur Jakarta, Dharma Pongrekun (kiri) dan Kun Wardana (kanan) saat datang untuk mendaftarkan diri di Kantor KPUD Jakarta, Kamis (29/8/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Daya Tarik

Faktor lain yang disoroti Arfianto, yakni daya tarik tokoh yang menjadi tantangan partai nantinya di Pilkada Jakarta. Bila dibandingkan tahun 2017, ada dua faksi besar di Jakarta yang berbasiskan dua tokoh.

"Ada kubunya Ahok dan Anies itu kan militan pendukungnya, mungkin bisa mengamplifikasi dari Pilkada jakarta. Tapi kan (saat ini) dua orang itu nggak ikut, mungkin amplifikasinya itu yang sedikit," ujarnya.

Ia juga mengemukakan dalam pilkada kali ini tidak menemukan adanya daya tarik tokoh sekuat Pilkada 2017.

"Pada pilkada 2024 ini belum bisa menemukan daya tarik sekuat itu karena ngga ada nama-nama baru," ujarnya.

Meski ada nama Pramono Anung dan Ridwan Kamil, Arfianto menilai sebenarnya keduanya merupakan nama-nama lama yang sebenarnya publik sudah memiliki penilaian masing-masing terhadap mereka.

"Kurangnya daya tarik itu yang bisa membuat partisipasi akan menurun atau golput akan meningkat," ujarnya.

Lantaran itu, ia menilai pada Pilkada Jakarta tahun ini diprediksi akan meningkat angka golput, lantaran daya tarik tokoh yang kurang dibandingkan pemilu sebelumnya.

Ia mengemukakan, kemungkinan angka golput di Pilkada Jakarta tahun 2024 ini bisa meningkat, minimal sama dengan Pilkada DKI tahun 2012.

"Angkanya lebih tinggi, ketika tahun 2012 ada 33 persen. Tapi bisa jadi angkanya lebih tinggi. Mungkin sekitar 40 persenan. Tapi hal itu karena faktor tadi soal kelelahan dan daya tarik," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sebut Mulyono Jegal Anies di Pilkada 2024, Istana Balas Tudingan Ono Surono: Jangan Semuanya Dikaitkan Presiden!

Sebut Mulyono Jegal Anies di Pilkada 2024, Istana Balas Tudingan Ono Surono: Jangan Semuanya Dikaitkan Presiden!

Kotak Suara | Jum'at, 30 Agustus 2024 | 13:35 WIB

Sindir soal Elite, Begini Pesan Anies ke Pendukungnya usai Gagal Maju Pilkada 2024

Sindir soal Elite, Begini Pesan Anies ke Pendukungnya usai Gagal Maju Pilkada 2024

Kotak Suara | Jum'at, 30 Agustus 2024 | 13:25 WIB

Risma Diam-diam Menghadap Jokowi buat Izin Nyagub di Jatim, Sekaligus Mundur dari Mensos?

Risma Diam-diam Menghadap Jokowi buat Izin Nyagub di Jatim, Sekaligus Mundur dari Mensos?

Kotak Suara | Jum'at, 30 Agustus 2024 | 13:12 WIB

Terkini

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:28 WIB

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

Riau | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:17 WIB

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:10 WIB

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:04 WIB

5 Sabun Cuci Muka untuk Bruntusan di Dahi dan Pipi, Lengkap dengan Ulasan Pengguna

5 Sabun Cuci Muka untuk Bruntusan di Dahi dan Pipi, Lengkap dengan Ulasan Pengguna

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 21:48 WIB

Prabowo-Gibran Kompak Pakai Beskap, Pimpin Kemeriahan Karnaval Kemerdekaan di Monas

Prabowo-Gibran Kompak Pakai Beskap, Pimpin Kemeriahan Karnaval Kemerdekaan di Monas

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 21:35 WIB

Dari Bundaran HI, Warga Titip Harapan untuk Indonesia di HUT Ke-81 RI

Dari Bundaran HI, Warga Titip Harapan untuk Indonesia di HUT Ke-81 RI

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 21:32 WIB

KPK Tak Sanksi Etik Setya Budi Dias di Kasus Pemerasan Bupati Pemalang, Ini Alasannya

KPK Tak Sanksi Etik Setya Budi Dias di Kasus Pemerasan Bupati Pemalang, Ini Alasannya

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 21:26 WIB

Lanud Seluruh Indonesia Bakal jadi Posko Gempa NTT, Hercules Siap Angkut Bantuan

Lanud Seluruh Indonesia Bakal jadi Posko Gempa NTT, Hercules Siap Angkut Bantuan

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 21:19 WIB

Kisah BGS: Merdeka dari Balik Jeruji, Bawa 'Ilmu' Ternak Ayam dari Penjara untuk Mulai Hidup Baru

Kisah BGS: Merdeka dari Balik Jeruji, Bawa 'Ilmu' Ternak Ayam dari Penjara untuk Mulai Hidup Baru

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 21:10 WIB

×