Pegiat media sosial Denny Siregar menyoroti Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat yang mempertimbangkan untuk mengevaluasi dukungan ke Anies Baswedan jika tak kunjung mengumumkan bakal cawapres pada Juni.
Hal itu ditanggapi Denny Siregar melalui akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Denny Siregar mengatakan bahwa dirinya kerap mendapat amukan dari para kader Demokrat.
Denny Siregar menyebut justru para elitenya mempertimbangkan berubah posisi seperti apa yang ia prediksi.
"Ketika kroco-kroco kader ngamuk2 ke gua, elitnya Demokrat berubah posisi sesuai prediksi..," ujar Denny Siregar dikutip WE NewsWorthy dari akun Twitter pribadi miliknya @Dennysiregar7, Senin (5/6).
Sementara itu, Ketua Badan Pemenangan Pemilihan Umum (Bappilu) Partai Demokrat Andi Arief menyebut partainya mengajukan usul kepada bakal calon presiden Anies Baswedan agar deklarasi calon wakil presiden disegerakan pada bulan ini.
Usulan tersebut disebut Andi mencuat karena elektabilitas Anies yang cenderung mengalami penurunan.
Sebagai contoh, dalam hasil survei Indikator Politik Indonesia, Anies menduduki peringkat ketiga dengan perolehan suara sebesar 18,9 persen.
Unggul dari Anies di posisi kedua adalah Ganjar Pranowo dengan suara sebesar 34,2 persen dan peringkat pertama diisi Prabowo Subianto dengan suara sebesar 38 persen.
"Memang ada kecenderungan menurun dari survei Indikator. Dugaan kami adalah lambannya proses deklarasi. Jadi kita akan mengajukan usul ke Pak Anies agar bulan Juni ini segera dideklarasikan," ungkap Andi dikutip dari Tempo.
Jika pada bulan ini deklarasi cawapres tak kunjung dilakukan, Andi menyebut Partai Demokrat akan melakukan evaluasi. Kendati demikian, Andi tidak menjelaskan secara eksplisit apakah maksud dari evaluasi itu berarti Demokrat berpeluang meninggalkan Koalisi Perubahan untuk Persatuan.
"Deklarasi dulu. Kalau Juni belum deklarasi berpasangan, kemungkinan Demokrat akan mengevaluasi," tegasnya.
Andi menjelaskan, jika jarak deklarasi cawapres terlalu jauh, maka upaya mengerek elektabilitas cawapres itu bakal makin berat. Di sisi lain, ia menilai deklarasi perlu dipercepat agar mesin partai dan masyarakat bisa segera bergerak optimal memenangkan bekas Gubernur DKI Jakarta tersebut.
"Harus segera dilakukan deklarasi berpasangan supaya rakyat dan basis-basis pemilih, partai, maupun mereka yang mau perubahan itu yakin dan mulai bergerak menaikkan kembali elektabilitas Pak Anies," pungkasnya.