Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.580.000
Beli Rp2.455.000
IHSG 6.041,972
LQ45 599,903
Srikehati 294,680
JII 362,104
USD/IDR 18.060

Harga Minyak Dunia Bakal Turun Besar-besaran, 'Tandanya' Sudah Muncul

M Nurhadi

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:51 WIB
Harga Minyak Dunia Bakal Turun Besar-besaran, 'Tandanya' Sudah Muncul
IIustrasi Kilang Minyak [Pexels].
baca 10 detik
  • OPEC+ menyepakati kenaikan kuota produksi sebesar 188.000 barel per hari mulai Agustus 2026 guna menambah pasokan global.
  • Keputusan tersebut diambil dalam pertemuan daring hari Minggu untuk merespons pembukaan kembali jalur ekspor Selat Hormuz.
  • Harga minyak dunia kini menurun menjadi USD 72 per barel akibat pemulihan pasokan dan melemahnya permintaan global.

Suara.com - Kelompok negara produsen minyak yang tergabung dalam OPEC+ dilaporkan bersiap menyepakati kenaikan target produksi mulai Agustus 2026.

Langkah ini diambil guna menambah pasokan ke pasar global di tengah tren penurunan harga minyak dunia, menyusul dibukanya kembali Selat Hormuz secara bertahap untuk aktivitas ekspor komoditas energi tersebut.

Seorang sumber internal OPEC+ membocorkan kepada Reuters bahwa kelompok tersebut secara prinsip telah menyetujui peningkatan kuota produksi sebesar 188.000 barel per hari (bpd) mulai Agustus mendatang. Kebijakan ini melanjutkan tren kenaikan serupa yang sebelumnya telah diterapkan pada Juni dan Juli.

Dua sumber lain juga mengonfirmasi bahwa penambahan volume produksi dengan besaran tersebut menjadi keputusan yang paling berpotensi disahkan dalam pertemuan daring OPEC+ yang digelar hari ini, Minggu (5/7/2026).

Sebelumnya, tujuh anggota inti OPEC+ (gabungan negara OPEC dan produsen sekutu termasuk Rusia) tercatat telah menaikkan kuota produksi mereka hingga hampir 800.000 bpd sepanjang periode April-Juli.

Saat artikel ini ditulis, harga minyak dunia terpantau berada di angka USD 68 sementara Brent bertahan di USD 72 per barel.

Produksi Minyak Global Mulai Pulih

Kendati kuota produksi sempat dinaikkan dalam beberapa bulan terakhir, realisasi penambahan pasokan tersebut sebelumnya dinilai hanya terjadi di atas kertas.

Mandeknya distribusi ini dipicu oleh pecahnya perang AS-Israel melawan Iran yang menyebabkan penutupan Selat Hormuz, jalur krusial bagi kapal-kapal tanker dari produsen utama OPEC+ seperti Arab Saudi, Kuwait, dan Irak.

baca juga

Berdasarkan data resmi OPEC, volume produksi merosot tajam menjadi 33,13 juta bpd pada Mei, merosot jauh dari posisi Februari yang sempat menyentuh 42,77 juta bpd.

Meskipun mulai menunjukkan pemulihan pada Juni berkat bantuan AS yang memfasilitasi Uni Emirat Arab (UEA) dan anggota OPEC+ lainnya untuk menggenjot ekspor, total produksi saat ini terpantau masih berada di bawah level sebelum pecahnya perang.

Tekanan pada Harga Minyak Mentah

Menariknya, meski gangguan pasokan dari Timur Tengah belum sepenuhnya normal, harga minyak mentah global justru dilaporkan telah menyusut kembali ke level sebelum perang. Penurunan harga ini dipengaruhi oleh kombinasi beberapa faktor makro:

  • Penyusutan volume impor dari China selaku konsumen energi raksasa.
  • Lonjakan ekspor minyak dari negara-negara produsen di luar kawasan Timur Tengah.
  • Langkah pelepasan cadangan strategis global (strategic stock release) dalam rekor terbesar yang dikoordinasikan oleh Badan Energi Internasional (IEA).

Selain itu, kesepakatan nota kesepahaman (memorandum of understanding) untuk mengakhiri perang terbukti ampuh meyakinkan para pelaku pasar bahwa rantai pasok minyak dunia akan segera kembali ke kapasitas normal.

Pada penutupan perdagangan Jumat lalu, minyak mentah berjangka jenis Brent bertengger di kisaran USD 72 per barel. Nilai ini melandai drastis dari puncak tertingginya selama masa konflik yang sempat menembus angka USD 120 per barel.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Legalisasi Sumur Minyak Rakyat Dinilai Jadi Titik Balik Industri Migas

Legalisasi Sumur Minyak Rakyat Dinilai Jadi Titik Balik Industri Migas

Bisnis | Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:43 WIB

Pertamina Tepat Belum Turunkan Harga Pertamax

Pertamina Tepat Belum Turunkan Harga Pertamax

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 22:04 WIB

Ekspor CPO Dapat Angin Segar, Pemerintah Turunkan Bea Keluar Juli 2026

Ekspor CPO Dapat Angin Segar, Pemerintah Turunkan Bea Keluar Juli 2026

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:11 WIB

Harga Pertamax Harusnya Rp13.700, Ekonom: Ada Upaya Pertamina Pulihkan Margin

Harga Pertamax Harusnya Rp13.700, Ekonom: Ada Upaya Pertamina Pulihkan Margin

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:04 WIB

Pasokan Minyak Global Kembali Melimpah, Kapan Harga BBM Turun?

Pasokan Minyak Global Kembali Melimpah, Kapan Harga BBM Turun?

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 13:01 WIB

Stok Melimpah dan Pasar Lesu, Harga Minyak WTI Tergelincir ke Level 86 Dolar AS

Stok Melimpah dan Pasar Lesu, Harga Minyak WTI Tergelincir ke Level 86 Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 09:52 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Hutan, Menhut Sebut Konservasi Gajah Kini Jadi Urusan Lintas Sektor

Bukan Sekadar Hutan, Menhut Sebut Konservasi Gajah Kini Jadi Urusan Lintas Sektor

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:07 WIB

Gudang Munisi TNI AD Meledak di Madiun: Satu Prajurit Gugur, 6 Terluka

Gudang Munisi TNI AD Meledak di Madiun: Satu Prajurit Gugur, 6 Terluka

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:06 WIB

Cara Memakai Bedak agar Hasil Makeup Flawless, Ini Langkah yang Tepat

Cara Memakai Bedak agar Hasil Makeup Flawless, Ini Langkah yang Tepat

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:05 WIB

Luke Vickery Sah Jadi WNI, Tambahan Amunisi Baru Timnas Indonesia

Luke Vickery Sah Jadi WNI, Tambahan Amunisi Baru Timnas Indonesia

Video | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:05 WIB

Membedah Modus Sindikat Judol: Incar Petani dan IRT Jadi Penampung Rekening, Cuma Dibayar Rp100 Ribu

Membedah Modus Sindikat Judol: Incar Petani dan IRT Jadi Penampung Rekening, Cuma Dibayar Rp100 Ribu

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 20:57 WIB

Melasma Tak Sama dengan Flek Biasa, Kenali Pemicunya yang Ternyata Bukan Hanya Sinar Matahari

Melasma Tak Sama dengan Flek Biasa, Kenali Pemicunya yang Ternyata Bukan Hanya Sinar Matahari

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 20:52 WIB

Tuchel Bela Diri Usai Inggris Dibungkam Argentina: Lolos Semifinal Piala Dunia Sudah Prestasi

Tuchel Bela Diri Usai Inggris Dibungkam Argentina: Lolos Semifinal Piala Dunia Sudah Prestasi

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 20:50 WIB

Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur

Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur

DPR | Kamis, 16 Juli 2026 | 20:49 WIB

Ketua FKDM Deli Serdang Dicopot Gegara Pesan 'Turunkan Prabowo' Saat Bahas Kelangkaan BBM

Ketua FKDM Deli Serdang Dicopot Gegara Pesan 'Turunkan Prabowo' Saat Bahas Kelangkaan BBM

Sumut | Kamis, 16 Juli 2026 | 20:44 WIB

Ibu Tiri Usia 19 Tahun di Bekasi Siksa Anak Sambungnya Hingga Tewas

Ibu Tiri Usia 19 Tahun di Bekasi Siksa Anak Sambungnya Hingga Tewas

Jabar | Kamis, 16 Juli 2026 | 20:34 WIB

×