Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.630.000
Beli Rp2.525.000
IHSG 5.875,780
LQ45 581,783
Srikehati 287,931
JII 348,084
USD/IDR 17.955

Harga Minyak Dunia Bakal Turun Besar-besaran, 'Tandanya' Sudah Muncul

M Nurhadi

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:51 WIB
Harga Minyak Dunia Bakal Turun Besar-besaran, 'Tandanya' Sudah Muncul
IIustrasi Kilang Minyak [Pexels].
baca 10 detik
  • OPEC+ menyepakati kenaikan kuota produksi sebesar 188.000 barel per hari mulai Agustus 2026 guna menambah pasokan global.
  • Keputusan tersebut diambil dalam pertemuan daring hari Minggu untuk merespons pembukaan kembali jalur ekspor Selat Hormuz.
  • Harga minyak dunia kini menurun menjadi USD 72 per barel akibat pemulihan pasokan dan melemahnya permintaan global.

Suara.com - Kelompok negara produsen minyak yang tergabung dalam OPEC+ dilaporkan bersiap menyepakati kenaikan target produksi mulai Agustus 2026.

Langkah ini diambil guna menambah pasokan ke pasar global di tengah tren penurunan harga minyak dunia, menyusul dibukanya kembali Selat Hormuz secara bertahap untuk aktivitas ekspor komoditas energi tersebut.

Seorang sumber internal OPEC+ membocorkan kepada Reuters bahwa kelompok tersebut secara prinsip telah menyetujui peningkatan kuota produksi sebesar 188.000 barel per hari (bpd) mulai Agustus mendatang. Kebijakan ini melanjutkan tren kenaikan serupa yang sebelumnya telah diterapkan pada Juni dan Juli.

Dua sumber lain juga mengonfirmasi bahwa penambahan volume produksi dengan besaran tersebut menjadi keputusan yang paling berpotensi disahkan dalam pertemuan daring OPEC+ yang digelar hari ini, Minggu (5/7/2026).

Sebelumnya, tujuh anggota inti OPEC+ (gabungan negara OPEC dan produsen sekutu termasuk Rusia) tercatat telah menaikkan kuota produksi mereka hingga hampir 800.000 bpd sepanjang periode April-Juli.

Saat artikel ini ditulis, harga minyak dunia terpantau berada di angka USD 68 sementara Brent bertahan di USD 72 per barel.

Produksi Minyak Global Mulai Pulih

Kendati kuota produksi sempat dinaikkan dalam beberapa bulan terakhir, realisasi penambahan pasokan tersebut sebelumnya dinilai hanya terjadi di atas kertas.

Mandeknya distribusi ini dipicu oleh pecahnya perang AS-Israel melawan Iran yang menyebabkan penutupan Selat Hormuz, jalur krusial bagi kapal-kapal tanker dari produsen utama OPEC+ seperti Arab Saudi, Kuwait, dan Irak.

baca juga

Berdasarkan data resmi OPEC, volume produksi merosot tajam menjadi 33,13 juta bpd pada Mei, merosot jauh dari posisi Februari yang sempat menyentuh 42,77 juta bpd.

Meskipun mulai menunjukkan pemulihan pada Juni berkat bantuan AS yang memfasilitasi Uni Emirat Arab (UEA) dan anggota OPEC+ lainnya untuk menggenjot ekspor, total produksi saat ini terpantau masih berada di bawah level sebelum pecahnya perang.

Tekanan pada Harga Minyak Mentah

Menariknya, meski gangguan pasokan dari Timur Tengah belum sepenuhnya normal, harga minyak mentah global justru dilaporkan telah menyusut kembali ke level sebelum perang. Penurunan harga ini dipengaruhi oleh kombinasi beberapa faktor makro:

  • Penyusutan volume impor dari China selaku konsumen energi raksasa.
  • Lonjakan ekspor minyak dari negara-negara produsen di luar kawasan Timur Tengah.
  • Langkah pelepasan cadangan strategis global (strategic stock release) dalam rekor terbesar yang dikoordinasikan oleh Badan Energi Internasional (IEA).

Selain itu, kesepakatan nota kesepahaman (memorandum of understanding) untuk mengakhiri perang terbukti ampuh meyakinkan para pelaku pasar bahwa rantai pasok minyak dunia akan segera kembali ke kapasitas normal.

Pada penutupan perdagangan Jumat lalu, minyak mentah berjangka jenis Brent bertengger di kisaran USD 72 per barel. Nilai ini melandai drastis dari puncak tertingginya selama masa konflik yang sempat menembus angka USD 120 per barel.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Legalisasi Sumur Minyak Rakyat Dinilai Jadi Titik Balik Industri Migas

Legalisasi Sumur Minyak Rakyat Dinilai Jadi Titik Balik Industri Migas

Bisnis | Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:43 WIB

Pertamina Tepat Belum Turunkan Harga Pertamax

Pertamina Tepat Belum Turunkan Harga Pertamax

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 22:04 WIB

Ekspor CPO Dapat Angin Segar, Pemerintah Turunkan Bea Keluar Juli 2026

Ekspor CPO Dapat Angin Segar, Pemerintah Turunkan Bea Keluar Juli 2026

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:11 WIB

Harga Pertamax Harusnya Rp13.700, Ekonom: Ada Upaya Pertamina Pulihkan Margin

Harga Pertamax Harusnya Rp13.700, Ekonom: Ada Upaya Pertamina Pulihkan Margin

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:04 WIB

Pasokan Minyak Global Kembali Melimpah, Kapan Harga BBM Turun?

Pasokan Minyak Global Kembali Melimpah, Kapan Harga BBM Turun?

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 13:01 WIB

Stok Melimpah dan Pasar Lesu, Harga Minyak WTI Tergelincir ke Level 86 Dolar AS

Stok Melimpah dan Pasar Lesu, Harga Minyak WTI Tergelincir ke Level 86 Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 09:52 WIB

Terkini

Jadwal Cum Date 6-7 Juli 2026 dan Daftar 19 Saham Bagi Dividen Minggu Ini

Jadwal Cum Date 6-7 Juli 2026 dan Daftar 19 Saham Bagi Dividen Minggu Ini

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 17:41 WIB

Sambut HUT ke-28, Bank Mandiri Kembali Gelar Donor Darah Serentak di 12 Region

Sambut HUT ke-28, Bank Mandiri Kembali Gelar Donor Darah Serentak di 12 Region

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 15:00 WIB

Bank Jago Fokus Inovasi Fitur untuk Gaet Nasabah, Gimana Kinerja Sahamnya?

Bank Jago Fokus Inovasi Fitur untuk Gaet Nasabah, Gimana Kinerja Sahamnya?

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 14:57 WIB

BBKP Pangkas Jumlah Karyawan dan Tutup Kantor Cabang, Ini Penyebabnya

BBKP Pangkas Jumlah Karyawan dan Tutup Kantor Cabang, Ini Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 13:43 WIB

Jadi Pertimbangan Serok, Harga Emas Batangan Diproyeksi Anjlok Pekan Depan

Jadi Pertimbangan Serok, Harga Emas Batangan Diproyeksi Anjlok Pekan Depan

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 13:25 WIB

Pertamina Rombak Besar-besaran, 31 Anak Perusahaan Resmi Direstrukturisasi

Pertamina Rombak Besar-besaran, 31 Anak Perusahaan Resmi Direstrukturisasi

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 13:22 WIB

Warga Malaysia Sering Kepo Kecanggihan Whoosh

Warga Malaysia Sering Kepo Kecanggihan Whoosh

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 13:20 WIB

Enaknya Jadi Komisaris Bank, Bisa Kredit Fiktif dan Manipulasi Pembukuan

Enaknya Jadi Komisaris Bank, Bisa Kredit Fiktif dan Manipulasi Pembukuan

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 13:14 WIB

BNI Perkenalkan Logo HUT ke-80, Simbol Pengabdian dan Komitmen Melayani Negeri

BNI Perkenalkan Logo HUT ke-80, Simbol Pengabdian dan Komitmen Melayani Negeri

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 12:35 WIB

IHSG Melambat, Volume Transaksi Terpangkas Lebih dari 3 Persen

IHSG Melambat, Volume Transaksi Terpangkas Lebih dari 3 Persen

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 11:53 WIB

×