Selain itu, Denny juga tidak yakin Mahfud memiliki dana yang cukup untuk menghadapi biaya logistik pemilihan presiden yang bisa mencapai triliunan rupiah. Bahkan, capres jagoan Mahfud tersebut menyebut angka Rp5 triliun sebagai harga jual partainya.
“Ketika sang tokoh yang didukung Prof. Mahfud menyatakan tidak memilih seorang pimpinan sebagai cawapres, tapi masih membutuhkan parpolnya sebagai rekan koalisi, sang ketum menyebut angka Rp 5 (lima) triliun sebagai harga jual partainya,” ujar Denny.
Sementara itu, belum lama ini Mahfud mengatakan dirinya sempat dijajaki oleh Presiden PKS Ahmad Syaikhu untuk menjadi pendamping Anies.
Namun, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) tersebut menolak lantaran pencalonannya sebagai cawapres Anies berpotensi membuat koalisi pengusung Anies pecah.