Pengamat Politik Rocky Gerung mengomentari perihal PDI Perjuangan (PDIP) dan Partai Gerindra yang seolah sedang rebutan berkah Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Hal tersebut tampak dari pernyataan Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani yang mengatakan bahwa Prabowo akan berdiskusi dengan Presiden Jokowi soal calon wakil presiden.
Sementara itu, PDIP juga tampak mengharapkan peralihan suara Presien Jokowi untuk bakal calon presiden mereka yaitu Ganjar Pranowo.
Menanggapi hal tersebut, Rocky menilai apa yang dilakukan PDIP dan Gerindra aneh lantaran tidak menunjukkan kedaulatan partai politiknya.
“Ini juga anehnya nih. Partai punya lembaga yang berdaulat penuh yang isinya adalah keputusan kongres keputusan muktamar keputusan munas. Kan mustinya itu yang dihormati,” ujar Rocky, dikutip Suara Liberte pada Selasa (6/6/2023).
Bahkan, karena kebanyakan partai politik selalu meminta pendapat Presiden Jokowi, tampak bahwa presiden telah menjadi ketua umum semua partai politik.
“Ajaib kalau diputuskan di partai tetapi partai bilang oke keputusan Anda bisa dibatalkan oleh Jokowi. Kan ngaco kan. Jadi kelihatannya Jokowi jadi ketua umum semua partai. Itu juga nggak beres secara logika apalagi secara etis,” jelas Rocky.
Ahli ilmu filsafat ini menilai di Presiden Jokowi akan kehilangan pengaruh bersamaan dengan lengsernya dari jabatan presiden.
Oleh karena itu, siapapun presiden terpilih nantinya, pasti tidak akan melakukan hal yang sama persis dengan program Jokowi.
“Siapapun yang terpilih nanti presiden, dia pasti akan lakukan sesuatu yang tidak mungkin sepenuhnya berorientasi pada perpanjangan program-program Jokowi,” jelas Rocky.