Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mematik kontroversi dengan menunjukkan dukungan keras untuk Ganjar Pranowo di Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDI Perjuangan, Selasa (6/6/2023).
Manuver tersebut mendapatkan kritikan dari masyarakat, terlihat dari unggahan @Dennysiregar7. Terlihat Jokowi mempercayai bahwa kader satu partainya tersebut dapat membawa Indonesia menjadi negara maju.
"Hanya kesempatan ini bisa kita manfaatkan secara cepat atau tidak," katanya seperti dilihat dari akun twitter Denny Siregar. Tapi saya yakin di bawah Pak Ganjar Pranowo nanti, itu bisa dilakukan," ucapnya dalam video yang diunggah oleh Denny Siregar, Rabu (6/6/2023).
Dalam video yang diunggahnya, banyak netizen yang tak hanya bersyukur atas manuver dari kepala negara tersebut, namun juga menyorot tajam ucapan dari Jokowi.
Banyak diantaranya yang mempermasalahkan posisi dari mantan gubernur tersebut. Politikus tersebut dianggap berbicara sebagai seorang presiden dibandingkan dengan petugas partai dari PDI Perjuangan.
Akun @Shareeismyname misalnya, ia mempermasalahkan mengapa seorang presiden malah melakukan kampanye untuk salah satu calon presiden di 2024. Hal ini turut disuarakan oleh netizen lainnya.
"Presiden kok kampanye. Over pede. Msh menjabat, bkn hal normatif. Indonesia akan pulih dr keterpurukan & maju pesat di bawah kepemimpinan Pak Anies Baswedan. Di bawah GP & PS msh akan ttp sama spt skrg. Hancur, terpecah belah & mgkn akan terjual ke RRC," cuitnya.
"Pak Jokowi memberi suport dan dorongan untuk supaya Ganjar berani dan punya nyali jadi capres. Bisa jadi nanti akan sama beri harapan dan dukungan ke capres lain Prabowo. Tapi perlu dicatat. Di acara ini Jokowi terlihat hadir sebagai presiden. Bukan petugas partai," ucap @Gunto_Jaya9.
"Pak langsung dukung pak Ganjar 2 periode sekaligus, mantap," ungkap @Rintart_bluhers.
Diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan kepercayaannya untuk Ganjar Pranowo. Dirinya yakin bahwa politikus tersebut mampu bawa Indonesia menjadi negara maju.
"2024, 2029, 2034 itu menjadi sebuah batu loncatan untuk kita menjadi dari negara berkembang menjadi negara maju. Hanya kesempatan ini bisa kita manfaatkan secara cepat atau tidak," ucapnya di Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDI Perjuangan, Selasa (6/6/2023).