Pegiat media sosial Jhon Sitorus menyoroti Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menilai presiden periode 2024-2029 nanti harus memiliki nyali dan keberanian untuk memimpin Republik Indonesia.
Adapun Jokowi mengatakan itu saat bakal calon presiden (bacapres) PDI Perjuangan (PDIP) Ganjar Pranowo turut di sampingnya.
Hal tersebut ditanggapi Jhon Sitorus melalui akun Twitter pribadinya. Dalam cuitannya, Jhon Sitorus menegaskan bahwa berani itu memang tidak harus menjadi jenderal.
Menurutnya, berani itu tampak saat mengambil keputusan.
"Karena berani itu tak mesti harus jadi jenderal, tak mesti teriak-teriak. Berani itu soal tindakan dan keputusan," ujar Jhon Sitorus dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @Miduk17, Rabu (7/6).
Lebih lanjut, Jhon Sitorus pun mengatakan bahwa Ganjar Pranowo merupakan anak kandung rakyat yang memang berasal dari rakyat seperti Jokowi.
"Sebagaimana Jokowi, Ganjar Pranowo adalah anak kandung rakyat yang sama-sama berasal dari kita, rakyat kebanyakan. Bernyali, tanpa tunduk kepada kelompok radikal," imbuhnya.
Sementara itu, Jokowi juga menegaskan bahwa dalam pernyataannya, sosok pemimpin yang punya nyali dan keberanian itu ada pada Ganjar Pranowo.
"Pemimpin ke depan seperti Ganjar Pranowo, memang nyali itu nomor 1, berani nomor 1 dan saya lihat Pak Ganjar punya," kata Jokowi saat hadiri rapat kerja nasional (rakernas) III PDI Perjuangan di Lenteng Agung pada Selasa, (6/6).
Selain itu, dalam acara tersebut, Jokowi juga angkat bicara soal cawe-cawe dalam pelaksanaan Pemilu 2024. Menurut dia, kepala negara punya beban moral untuk menjaga keamanan saat pelaksanaan pemilu.
"Sudah saya sampaikan bahwa saya cawe-cawe tuh, menjadi kewajiban moral, menjadi tanggungjawab moral saya sebagai presiden di masa transisi 2024," tegas Jokowi.
Menurut dia, negara harus memastikan proses pelaksanaan Pemilu 2024 berjalan aman, tentram dan kondusif. Sehingga, Jokowi tidak boleh diam sebagai Kepala Negara untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Harus menjaga agar pilpres itu bisa berjalan dengan baik tanpa ada riak-riak yang membahayakan negara dan bangsa. Masa riak-riak yang bahayakan bangsa dan negara, saya diem? Enggak lah," imbuhnya.