Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Ahmad Sahroni menyerukan ketidaksetujuannya akan wacana sistem pemilu tertutup yang terus dikaji oleh Mahkamah Konstitusi (MK).
Dirinya mengatakan wacana tersebut sangat kontroversial, tak hanya karena bertentangan dengan esensi demokrasi tetapi juga sudah mendapatkan penolakan dari sejumlah elemen masyarakat termasuk politik dalam negeri.
Untuk itu, dirinya menyarankan hal tersebut sebaiknya ditolak mentah-mentah karena dapat memunculkan ketidakstabilan politik di Indonesia.
"MK sendiri kalau mau aman tidak usah diumumkan, jangan memutus proporsional tertutup, nanti ribut republik ini,” kata elite politikus ini dalam keterangan tertulis yang dikutip Suara Liberte, Rabu (14/6/2023).
Tak hanya itu, Sahroni bahkan yakin jika hal ini dipaksa untuk dijalankan, maka tak akan ada peserta selain pihak yang mendukung wacana tersebut di Pileg 2024.
“Semua partai akan berlaku sama semua, caleg pasti akan mundur untuk tidak ikut dalam kontestasi Pileg 2024,” ungkap Elite Partai NasDem ini.
Diketahui, Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman menyebut sistem pemilu akan segera diputuskan dalam waktu dekat. Saat ini publik masih menanti apakah hal tersebut menggunakan sistem proporsional terbuka, proporsional tertutup, atau menggunakan model baru/campuran.
"Insya Allah keputusan terbuka tertutup dalam waktu dekat," katanya (10/6/2023).
Baca Juga: Sudah Dibuktikan Jokowi, PSI Bongkar Kunci Menangnya Kaesang di Depok