Seandainya presiden 2024 masih orangnya, bukan tak mungkin kekuasaan dan kekayaan Luhut akan semakin membengkak.
“Kalau presiden mendatang masih dalam genggamannya, kekuasaan dan kekayaannya bakal lebih membengkak lagi, apalagi bila para bos Parpol makin rajin menjilat,” ujar Gigin.
Sementara itu, terkait emisi karbon, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves Rachmat Kaimuddin mengklaim bahwa kendaraan listrik tetap berkontribusi menguranginya meski Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batu bara masih menjadi sumber energinya.
"Perbedaan besarnya terletak pada emisi yang dihasilkan. Hitungannya, 1 liter bensin jika dibakar akan mengeluarkan 2,3 kg CO2. Sedangkan pada mobil listrik yang diasumsikan menggunakan energi 100% dari PLTU hanya akan menghasilkan emisi sebanyak 1,2 kg CO2. Why? Karena tadi, combustion engine itu tidak terlalu efisien," jelas Rachmat mencontohkan.