Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Said Didu menyoroti pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengingatkan kepada relawannya jangan sampai salah pilih pemimpin jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
Hal tersebut ditanggapi Said Didu melalui akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Said Didu mengucapkan syukur lantaran Jokowi akhirnya menyadari kalau bangsa Indonesia telah salah memilih pemimpin sejak 2014.
Said Didu pun mengungkapkan bahwa masalah kian menumpuk dan sulit dituntaskan.
"Alhamdulillah akhirnya Bapak menyadari bahwa bangsa ini salah memilih sejak 2014 sehingga menumpuk masalah yang sulit diselesakan," tutur Said Didu dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @msaid_didu, Selasa (20/6).
Lebih lanjut, Said Didu pun mengatakan bahwa yang jadi sumber masalah ialah kebohongan.
"Sumber segala masalahnya adalah kebohongan," imbuhnya.
Sementara itu, pernyataan Jokowi itu disampaikan saat hadir dalam acara Satu Dekade Barisan Relawan Jokowi Presiden (BARA J-P) di Hotel Salak, Bogor, Jawa Barat, Minggu (18/6).
Dalam kesempatan tersebut, Jokowi mengingatkan kepada relawannya untuk tidak salah memilih presiden di tahun 2024.
Menurut mantan Gubernur DKI Jakarta itu, kepemimpinan presiden terpilih di tahun 2024 mendatang sangat menentukan nasib bangsa Indonesia ke depan.
"Oleh sebab itu jangan salah memilih pemimpin. Karena keadaan dunia tidak normal, global tidak normal, geopolitik karena perang geoekonominya juga. Ini enggak tahu kawan, ini dulu musuhan. Jadi nyambung gak?," ujar Jokowi.
"Pergeserannya ke mana? Siapa akan berkawan dengan siapa. Negara gede dengan gede. Negara kecil dengan gede atau posisi ini yang harus kita tahu," sambungnya.
Karena hal itu, Jokowi menegaskan bahwa jangan sampai salah dalam memilih pemimpin.
"Jangan sampai salah menentukan," tegas Jokowi.
Lebih lanjut, Jokowi menegaskan bahwa dalam kurun waktu 13 tahun ke depan merupakan waktu yang sangat krusial untuk mengubah status Indonesia dari negara berkembang menjadi negara maju.
Maka dari itu, tak hanya kepemimpinan di 2024, Jokowi mengatakan bahwa pemilu pada 2029 dan 2034 juga sama pentingnya dalam menentukan nasib bangsa.