Pernyataan dari Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) Melki Sedek Huang yang ketika bicara dengan Abraham Samad, dia mengingatkan Presiden Jokowi untuk diminta turun baik-baik atau turun berdarah-darah menjadi viral dibicarakan.
Menurut pengamat politik sekaligus akademisi, Rocky Gerung apa yang dilakukan Melki pada dasarnya adalah kritik biasa kepada Jokowi.
“Dan ini membuat orang panas telinganya, terutama orang-orang istana dan di sini kebetulan di istana itu kan juga ketua mantan ketua BEM UI juga, namanya Faldo Maldini gitu ya, yang dia sekarang menantang ini untuk bicara soal BEM,” kata dia melansir dari youtube channel Rocky Gerung, Sabtu (24/06/23).
Kemudian Rocky mencoba membandingkan dengan ketua BEM UI sebelumnya, Manik Marganamahendra yang saat menjabat sangat keras kepada Jokowi, namun akhir-akhir ini ketahuan mencalonkan diri sebagai anggota legislatif dari Partai Perindo.
“Ya dua-duanya argumennya kuat ingin mengubah dari dalam, dan ada yang menganggap begitu di dalam (pemerintahan) ya Anda jadi bajingan juga,” jelas Rocky.
Baca Juga: 4 Keputusan FIFA, Selain Tunjuk Indonesia Tuan Rumah Piala Dunia U-17 2023
Namun kata Rocky, sebagian besar merasa bahwa keadaan sekarang itu tidak memungkinkan mengubah dari dalam.
Artinya yang harus merubah adalah para pejabat atau orang-orang yang telah menjabat di atas.
“Yang bisa mengubah dari dalam itu adalah kekuatan-kekuatan yang sekarang yaitu partai-partai politik yang mencalonkan Ganjar, mencalonkan Anies, Prabowo sekarang,” kata dia.