Suara.com - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengakui adanya kenaikan harga minyak goreng di pasaran saat ini. Kenaikan tersebut dipicu oleh meningkatnya biaya produksi, khususnya dari sisi kemasan plastik. Menurut Budi, lonjakan harga plastik tidak terlepas dari dinamika global, termasuk dampak konflik di Timur Tengah yang memengaruhi pasokan bahan baku.
Ia menjelaskan, kemasan plastik menjadi salah satu komponen penting dalam produksi minyak goreng, sehingga kenaikan harga bahan baku tersebut berdampak langsung pada harga jual di tingkat konsumen. Selain itu, Indonesia masih mengandalkan impor bahan baku plastik berupa nafta yang sebagian besar berasal dari kawasan Timur Tengah.
Budi menyebut pemerintah telah mulai mencari sumber alternatif bahan baku guna menjaga keberlanjutan industri. Meski terjadi kenaikan harga, ia menyatakan kondisi pasokan minyak goreng secara umum masih aman dan tersedia di pasar.
Creative/Video Editor: Susi/Vanya