Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut pelaku pungutan liar (pungli) di rumah tahanan (rutan) di Gedung Merah Putih tidak hanya melibatkan pegawai internal, tetapi juga pihak luar. Meski begitu, pihak paling banyak terlibat diakui berasal dari internal.
"Tentu adalah sebagian besar adalah pegawai atau insan KPK tapi ada yang di luar itu juga. Itu tentang siapa-siapanya," kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron di Jakarta, kemarin. Ghufron enggan memerinci identitas mereka. Ia beralasan KPK masih melakukan pendalaman untuk mengungkap permainan kotor itu sampai ke akar-akarnya. Proses tersebut dilakukan harus dilakukan secara berhati-hati.
“Berkaitan dengan siapa bahkan dengan siapa saja dugaan tindak pidana korupsi atau dalam bentuk pungutan liar ini dilakukan, semuanya semuanya masih proses penyeldikan,”tegasnya. Ia juga enggan memerinci total uang yang ditemukan Ketika sidak dilakukan. Komisi Antirasuah juga belum bisa membeberkan identitas pemberi dan penerima. Hal tersebut masih dirahasiakan sampai saat ini demi proses penyelidikan.
Namun, Ghufron memastikan para pelaku menggunakan metode transfer dalam menjalankan praktik pungli tersebut . Mereka bahkan menggunakan rekening berlapis guna mencegah ada pihak yang mengendus kejahatan tersebut.
Sekretaris Jenderal KPK Cahya H Harefa meminta masyarakat terus memantau pengusutan pungli. Menurut Cahya keterlibatan publik sangat penting untuk menjaga transparansi sekaligus memulihkan kembali martabat KPK.