Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Umar Hasibuan menyoroti bakal calon presiden (bacapres) PDI Perjuangan (PDIP) Ganjar Pranowo yang melakukan blusukan ke DKI Jakarta.
Hal tersebut di tanggapi Umar Hasibuan melalui akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Umar Hasibuan mengatakan bahwa dirinya berkali-kali menyarankan agar Ganjar Pranowo mundur dari jabatan Gubernur Jawa Tengah.
"Berulang kali saya bilang. Den ganjar mundurlah dr gubernur Jateng agar tak ada konflik kepentingan," ungkap Umar Hasibuan dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @Umar_Hasibuan__, Senin (26/6).
Umar Hasibuan juga mengatakan bahwa Ganjar Pranowo saat ini masih menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah yang seharusnya lebih fokus pada persoalan di daerah yang dipimpinnya itu.
"Anda masih gubernur jateng fokus urus banjir dan kemiskinan ekstrim di jateng dulu den," tandasnya.
Sementara itu, diketahui bahwa Ganjar Pranowo kerap mendapati keluhan dari para pedagang di Pasar Anyar Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Menyikapi hal tersebut, Ganjar Pranowo pun langsung menelfon orang nomor satu di DKI Jakarta yakni Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono terkait adanya aduan dari masyarakat.
Selain dari para pedagang di pasar, Ganjar Pranowo pun mendapatkan keluhan dari warga Kelurahan Pademangan Barat, Jakarta Utara.
Adapun terkait keluhan warga itu, Ganjar Pranowo heran karena di-bully setelah menyambungkan keluhan pedagang pasar ke pimpinan Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta.
Pernyataan ini Ganjar sampaikan setelah blusukan ke dalam gang-gang kecil dan lembab di RW 05 Kelurahan Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (24/6/2023).
Diketahui, pada Sabtu (24/6/2023), di sela-sela blusukan ke Pasar Bahari, Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Ganjar menelepon Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi dan Sekda Pemprov DKI Joko Agus Setyo.
"Karena kemarin saya datang ke salah satu pasar saya telepon Pak (Pj) Gubernur DKI, saya telepon Pak Sekda DKI yang kebetulan dua-duanya saya kenal, terus di-upload, kok di-bully ya?," ujar Ganjar merasa heran.