Politikus Golkar, Andi Sinulingga menyoroti bakal calon presiden (bacapres) dari PDI Perjuangan (PDIP) Ganjar Pranowo yang mendapat kritik dari warganet soal dirinya yang menelepon Penjabat (Pj) Gubernur DKI Heru Budi Hartono dan Sekda DKI Joko Agus Setyono saat tengah blusukan di Pasar Anyar Bahari, Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (24/6/2023).
Hal itu ditanggapi Andi Sinulingga melalui akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, loyalis Anies Baswedan ini menyinggung bahwa model pencitraan yang seperti dilakukan Ganjar Pranowo tak akan banyak yang tertarik.
"Di Jakarta, model pencitraan seperti itu tak akan banyak pembelinya mas," ujar Andi Sinulingga dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @AndiSinulingga, Selasa (27/6).
Andi Sinulingga menegaskan pula bahwa jika negeri ingin ada kemajuan, menjadi penting bagi setiap pemimpin dalam kesadaran otak dan etik.
"Jika negeri ini mau maju, maka Otak dan Etik itu penting sekali ada dalam kesadaran setiap pemimpin," pungkasnya.
Sementara itu, diketahui bahwa Ganjar Pranowo menelepon Heru Budi dan Joko untuk menyampaikan sejumlah keluhan yang sebelumnya disampaikan para pedagang kepada dirinya.
Namun, apa yang dilakukan Ganjar dinilai tidak tepat sehingga warganet mengkritiknya.
Ganjar dianggap melampaui kewenangannya yang saat ini masih menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah, bukan Presiden RI.
Adapun Ganjar Pranowo heran karena di-bully setelah menyambungkan keluhan pedagang pasar ke pimpinan Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta.
Pernyataan ini Ganjar sampaikan setelah blusukan ke dalam gang-gang kecil dan lembab di RW 05 Kelurahan Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (24/6/2023).
Diketahui, pada Sabtu (24/6/2023), di sela-sela blusukan ke Pasar Bahari, Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Ganjar menelepon Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi dan Sekda Pemprov DKI Joko Agus Setyo.
"Karena kemarin saya datang ke salah satu pasar saya telepon Pak (Pj) Gubernur DKI, saya telepon Pak Sekda DKI yang kebetulan dua-duanya saya kenal, terus di-upload, kok di-bully ya?," ujar Ganjar merasa heran.