Aktivis sosial Rudi Valinka menyoroti perihal Jakarta International Stadium (JIS) yang dinilai tidak memenuhi standar FIFA. Adapun JIS saat ini akan dilakukan perbaikan.
Hal tersebut ditanggapi Rudi Valinka melalui akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Rudi Valinka mengendus adanya aroma korupsi dari proyek pembangunan stadion yang dibangun di era Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini.
Ia pun berharap lebih agar anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bisa membuka kembali RAB (Rencana Anggaran Biaya) pembangunan JIS.
"Semoga anggota DPRD @PSI_Jakarta bisa membuka kembali RAB pembangunan stadion JIS ini, mulai tercium aroma Korupsi disini," ujar Rudi Valinka dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @kurawa, Kamis (6/7).
Lebih lanjut, ia menyebutkan jangan terlalu berharap pada penegak hukum jika hal itu berkaitan dengan Anies Baswedan.
Karena itu, ia meragukan tindakan penegak hukum pada Anies Baswedan, bahkan jika ada bukti yang sangat kuat terkait pelanggaran yang dibuat.
"Jangan terlalu harapin penegak hukum kalo urusan Yohanies. Gak diapa-apain juga walau bukti sudah sangat kuat," tandasnya.
Sementara itu, Basuki menyebut bahwa rumput JIS tidak sesuai standarisasi FIFA sebagai venue Piala Dunia U-17. Rumput di lapangan JIS rencananya akan diganti untuk memenuhi standar FIFA sebelum pertandingan Piala Dunia U-17.
"Kondisi rumput sekarang (belum sesuai standar FIFA) menurut ahlinya yang evaluasi 22 stadion termasuk yang memasang rumput GBK untuk Asian Games. Jelas ini tidak masuk dalam standar FIFA kalau dengan kondisi sekarang," kata Basuki.
"Solusinya. Kita akan ganti semua rumput. Menurut ahlinya kalau 3 bulan bisa dipakai, itu untuk jangka pendek saja, mungkin jangka panjang mungkin harus diubah rumputnya," tandasnya.
Terpisah, Basuki juga menyebut bahwa biaya penggantian rumput JIS yang tak sesuai standarisasi FIFA akan dibebani pemerintah pusat. Menurut Basuki, biaya penggantian rumput JIS agar sesuai dengan standarisasi FIFA akan menghabiskan anggaran sekitar Rp 6 miliar.
"Tadi saya sampaikan (untuk biaya ganti rumput) keroyokan. Menurut Pak Kamal (ahli rumput) sekitar Rp 6 miliar satu lapangan," ujar Basuki di JIS, Selasa (4/7/2023).
Menurut Basuki, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta nantinya juga akan dilibatkan dalam pembiayaan renovasi infrastruktur di sekitar JIS. Salah satu pembangunan kereta rel listrik.
"JPO yang ke Ancol itu dari PUPR. Yang kereta api dari Pemprov DKI. Kemudian, RAM, dari Jasa Marga. Jadi semua keroyokan. Ada stasiun sementara Kereta Api, dari KAI," kata Basuki.
Untuk diketahui, FIFA resmi menunjuk Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-17. Indonesia menggantikan Peru yang sebelumnya telah dicopot jadi tuan rumah Piala Dunia U-17.