Pengamat Politik Rocky Gerung menyayangkan adanya cawe-cawe Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam persoalan Brigjen Endar Priantoro.
Belum lama ini, Brigjen Endar kembali ditugaskan sebagai Direktur Penyelidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Seperti diketahui, Brigjen Endar mengikuti Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) XXIV Tahun Ajaran 2023 di Lemhanas RI usai diberhentikan dengan hormat dan dikembalikan ke Polri oleh Ketua KPK Firli Bahuri per 11 April 2023.
“Selain perubahan SK oleh Sekjen, pimpinan KPK juga telah menerbitkan surat tugas mengikuti pendidikan di Lemhanas,” ujar Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri melalui keterangan tertulis pada Rabu (5/7/2023).
Untuk saat ini, Brigjen Endar juga masih dibebastugaskan dari tugas hariannya. “Sama dengan pegawai KPK lainnya yang sedang pendidikan di Lemhanas, maka sementara dibebaskan dulu dari tugas sehari-harinya,” ujar Ali Fikri.
Menanggapi hal tersebut, Rocky menyoroti hubungan antara Brigjen Endar dan Ketua KPK Firli Bahuri yang dinilai kurang harmonis sejak peristiwa pemberhentian dan pengembalian Brigjen Endar.
Menurutnya, Firli sebaiknya berteman dengan Brigjen Endar yang telah kembali mengingat masa jabatan Firli ditambah selama satu tahun.
“Sebetulnya masih ada waktu untuk ya bersahabat demi 3 bulan ke depan atau 1 tahun ke depan karena diperpanjang,” ujar Rocky, dikutip Suara Liberte dari kanal YouTube pribadi pada Kamis (6/7/2023).
Namun, sangat disayangkan karena adanya cawe-cawe Presiden Jokowi dalam persoalan ini, kondisi psikologi KPK seolah dipermainkan.
Baca Juga: Hijaukan Area Bekas Tambang, Amman Gunakan Pendekatan Etnobotani dan Libatkan IPB
“Tetapi presiden kemudian sedikit cawe-cawe lagi. Yang udah dipecat Firli dikembalikan lagi melalui perintah kapolri. Jadi presiden jokowi juga mempermainkan psikologi KPK. Itu buruknya presiden kita,” ujar Rocky.