Pegiat media sosial Jhon Sitorus blak-blakan mengungkapkan bahwa masih teringat jelas kalau di mata Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Presiden Joko Widodo (Jokowi) begitu hina.
Hal tersebut ditanggapi Jhon Sitorus melalui akun Twitter pribadinya. Dalam cuitannya, Jhon Sitorus membeberkan momen yang menunjukkan sikap Prabowo Subianto begitu melihat hina Jokowi di belakang panggung.
Namun, kata Jhon Sitorus, saat sudah di atas panggung, Prabowo tampak tak menganggap Jokowi sebagai sahabatnya.
"Saya masih ingat bagaimana Jokowi begitu hina di mata Prabowo. Di belakang menolak cipika cipiki, begitu diatas panggung langsung berubah terlihat bersahabat," ujar Jhon Sitorus dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @Miduk17, Sabtu (8/7).
Jhon Sitorus pun menegaskan bahwa ia begitu percaya kalau karakter itu tidak bisa diubah. Karena itu, ia pun mewanti-wanti agar tetap berwaspada terkait tokoh politik.
"Saya selalu percaya, karakter itu tak bisa diubah. Hati-hati," tandasnya.
Sementara itu, Jhon Sitorus juga menyertakan video yang tampak Prabowo Subianto menolak salam pipi dengan Jokowi saat berada di sebuah ruangan.
Terkait hal tersebut, warganet pun turut membanjiri cuitan Jhon Sitorus. Salah satunya dari akun @am22***. Ia menyinggung bahwa Jokowi justru mengangkat Prabowo Subianto menjadi menteri yakni Menteri Pertahanan (Menhan) di kabinet saat ini.
"Hina? Kok dijadiin menteri? Emang lupa istilah 'tak ada musuh abadi, tak ada teman abadi' dalam politik? Ngakunya pengamat tapi memahami konstalasi politik aja ga bisa. Kebanyakan ngutip pernyataan Jhon Sitorus sih makanya tol***. Ngutip sendiri, tweet sendiri," ujarnya.
Selain itu, ada pula warganet lainnya yang mengatakan bahwa rakyat lebih cerdas dalam memilih seorang calon pemimpin.
"Low of Atractiont, rakyat lebih cerdas dan tidak akan ada yg memilih calon seperti ini," ucapnya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin memprediksi relawan Pro Jokowi alias Projo lambat laun akan mendukung Prabowo di Pilpres 2024. Hal ini terlihat dari kedekatan Jokowi dan Prabowo, serta Relawan Projo yang bergabung dengan kubu Menhan tersebut.
"Sekarang kan juga tim relawan Jokowi sebagian sudah ada di Prabowo seperti JoMan (Jokowi Mania) sekarang jadi Prabowo Mania. Kalo Projo, pasti akan mengarah ke Prabowo juga lambat laun," katanya seperti dikutip Antara pada Jumat (7/7/2023).