Pengamat kebijakan publik Gigin Praginanto menyoroti Ketua Umum PSSI Erick Thohir yang menegaskan renovasi Jakarta International Stadium (JIS) tidak ada kaitannya dengan konteks politik.
Hal tersebut ditanggapi Gigin Praginanto melalui akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Gigin Praginanto menilai bahwa semakin keras Erick Thohir membantah terkait adanya unsur politik dalam polemik JIS, hal itu justru menguatkan perihal isu kebencian terhadap Anies Baswedan.
"Semakin keras dia berbicara tak ada politisasi JIS, semakin menyengat aroma kebenciannya pada Anies," ungkap Gigin Praginanto dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @giginpraginanto, Selasa (11/7).
Sementara itu, Eick Thohir menegaskan bahwa tak ada politisasi. Ia mengatakan hanya berkomitmen untuk menyukseskan Piala Dunia U-17.
"Kita ini datang ke sana bukan mempolitisasi asset yang ingin diperbaiki, itu bukan hanya JIS ada 22 stadion yang akan diperbaiki dan kita ingin bangin dari tidur sepak bola kita. Artinya, kita sama-sama memaksakan diri dan berkomitmen untuk sukseskan Piala Dunia U-17,” ujar Erick di Jakarta, Jumat (7/7/2023).
Lebih lanjut, Erick menjamin bahwa apa yang dilakukan untuk JIS murni untuk sepak bola, tidak dalam konteks politik.
“Saya sendiri menjamin bahwa kita ingin melakukan hal-hal perbaikan sepak bola tidak dalam konteks politik, ini benar-benar niat baik bersama-sama kita ingin memperbaiki," ucapnya.
Terpisah, Erick Thohir pun mengaku tak ambil pusing mengenai anggapan yang menyebut rencana renovasi JIS bermuatan politis. Ia mengeklaim, rencana renovasi JIS dilakukan demi memenuhi standard yang telah ditetapkan oleh FIFA.
"Kalau ada tuduhan ini politik, ya biarin aja, saya sih enggak mau pusing. Kalau saya kan kerja profesional, saya lakukan yang sesuai dengan standard-standard yang memang ada," kata Erick Thohir.
Erick Thohir menegaskan bahwa rencana renovasi JIS bukan untuk menyerang Anies Baswedan, mantan gubernur DKI Jakarta yang menyelesaikan pembangunan stadion ini.
Mantan bos Inter Milan ini mengatakan, rekam jejaknya di dunia olahraga selama ini menunjukkan bahwa ia bukanlah orang yang mempolitisasi olahraga.
"Saya bukan jadi bagian orang yang mempolitisasi daripada olahraga. Track record saya di olahraga sudah cukup lama lah, di basket, di sepak bola apa segala, enggak lah," tandasnya.