- Lionel Messi mencatatkan rekor kegagalan penalti terbanyak dalam sejarah Piala Dunia setelah gagal saat melawan Austria dan Mesir.
- Data menunjukkan Messi lebih sering gagal saat menembak ke sisi kanan gawang dibandingkan mengarahkan bola ke sisi kiri.
- Perubahan teknik menembak dengan menunggu pergerakan kiper sempat membantu Messi mencetak enam gol pada Piala Dunia tahun 2022.
Suara.com - Analisis terbaru mengungkap pola menarik di balik eksekusi penalti bintang Argentina, Lionel Messi selama Piala Dunia 2026.
Meski sukses mencetak enam gol penalti di Piala Dunia 2022, Messi juga memegang rekor negatif.
Lionel Messi menjadi pemain dengan jumlah kegagalan penalti terbanyak dalam waktu normal sepanjang sejarah turnamen.
Data seperti dikutip dari O Globo menunjukkan Messi paling sering gagal saat menembak ke sisi kanan gawang.
Dari empat penalti yang gagal di Piala Dunia, tiga di antaranya berasal dari arah tersebut dengan tembakan menyilang.
Sebaliknya, saat mengarahkan bola ke sisi kiri, tingkat keberhasilannya lebih tinggi.
Satu-satunya kegagalan di sisi kiri terjadi saat melawan Islandia pada Piala Dunia 2018.
![Timnas Argentina tampil dengan ban lengan hitam saat menghadapi Swiss di perempat final Piala Dunia 2026. [Dok FIFA]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/12/24613-argentina.jpg)
Perubahan gaya eksekusi juga menjadi faktor penting.
Di Piala Dunia 2022, Messi mengadopsi teknik dengan menunggu pergerakan kiper sebelum menembak, gaya yang kerap diasosiasikan dengan Neymar.
Dengan teknik tersebut, Messi mencetak enam dari tujuh penalti di Qatar.
Gol-gol itu berperan besar dalam perjalanan Argentina meraih gelar juara dunia.
Neymar bahkan mengungkap perannya dalam perubahan gaya tersebut.
“Saya bilang kepadanya, ‘kamu itu Messi, kalau saya bisa, kamu juga bisa’. Dia tertawa dan mulai mencobanya,” ujar Neymar dalam sebuah wawancara.
Namun, saat Messi mengubah pola, hasilnya tidak selalu positif.
Penalti yang gagal di Qatar terjadi ketika ia menembak cepat ke sisi kanan tanpa menunggu kiper.
