"Di berbagai momen strategis, Paloh sangat diperhitungkan. Nurani Surya Paloh terusik oleh aneka ketidakadilan di negeri ini. Menyadarkan dirinya bahwa berada diempuknya kekuasaan tentu menyobek hati. Paloh tidak rela membiarkan rakyat terzalimi," paparnya.
Lanjut, kata Faizal Assegaf, NasDem menjadi semakin jauh lebih bermartabat ketika memilih berjuang di jalur perubahan dengan sejumlah tokoh kritis.
"Pilihan yang sangat berat, banyak tantangan harus dilewati. Namun rakyat menaruh harapan NasDem dan Surya Paloh terus berlayar. Sekali layar terkembang, pantang surut ke belakang," ucap Faizal Assegaf.
Selain itu, ia mendefinisikan bahwa perubahan adalah arena pertarungan yang mesti dilalui dengan tekat yang kuat. NasDem punya peluang menjadi lokomatif penyatuan elemen rakyat. Ruang konsolidasi saatnya diperluas.
Faizal Assegaf juga mengatakan bahwa upaya merekatkan jejaring dan potensi rakyat harus dipercepat. Hal ini guna merobohkan seluruh sekat dan penghalang. Tak hanya itu, agar peleburan semua kekuatan rakyat bergerak dalam satu barisan yang solid.
Di akhir pernyataannya, Faizal Assegaf mengutarakan bahwa Jokowi di Istana makin terlihat frustrasi menghadapi gebrakan dari Surya paloh yang satu barisan untuk maju bersama dengan rakyat.
"Di Istana sana, Jokowi makin terlihat frustasi menghadapi gebrakan Surya Paloh yang melaju bersama rakyat menuntut: Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia!," tandasnya.
Baca Juga: Dari Growl hingga Cream Soda, EXO Ajak Fans Bernostalgia di Killing Voice