Anggota Komisi III DPR RI, Benny K Harman menyoroti secara seksama pidato yang dilakukan oleh Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh di Stadion Gelora Bung Karno (GBK). Orasi politikus itu menjadi yang paling menggelegar dalam acara dari Apel Siaga Perubahan.
Elite Partai Demokrat ini membaca ada emosi yang sangat besar dalam orasi dalam acara tersebut, paling yang ia rasakan adalah kekecewaan partai tersebut terhadap sosok dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Ia mengungkit bahwa pemimpin saat ini sering kali mengingkari ucapannya sendiri. Surya Paloh lewat pidatonya kecewa akan hal tersebut
"Dalam bahasa saya ini yang dikatakan beliau: Bangsa ini tidak akan bergerak maju karena pemimpinnya sering bersikap munafik: apa yang diucapkannya beda dengan yang dibuatnya," tegasnya lewat akun twitter pribadinya, Senin (17/7).
Benny merasakan kekecewaan yang dirasakan kolega dari koalisi perubahan ini. Menurutnya, Surya Paloh awalnya terpukau dengan gagasan dari Jokowi. Namun ternyata seiring waktu berlalu, gagasan-gagasan tersebut ujungnya hanya angin surga.
"Revolusi mental yang digagas dan dikampanyekan Presiden Jokowi membuatnya terpukau di 2014....ternyata hanya menjadi kata-kata belaka yang pada kenyataannya jauh dari apa yang kita harapkan," jelasnya.
Kini Surya Paloh mengusung Anies Baswedan, hal ini seperti upaya memperbaiki kesalahannya mendukung sosok itu dalam pesta demokrasi pada masa lalu. Benny mengatakan politikus itu ingin melihat gagasan yang diwujudkan dalam tindakan nyata.
"Nasdem disebutnya tegas dukung Anies Baswedan...untuk menunjukkan Nasdem itu partai yang konsisten mengawal dan memperjuangkan pluralisme, kebhinekaan, tidak hanya dengan perkataan dan slogan namun dengan sikap dan tindakan nyata," tuturnya.
Di sisi lain, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sendiri memberikan responsnya terkait dengan orasi yang diberikan oleh Surya Paloh. Ia mengatakan akan memaksimalkan setiap hal yang memang perlu atau belum dimaksimalkan.
"Ya semuanya yang belum maksimal dimaksimalkan," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (17/7/2023).