Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya menyoroti Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono yang mengaku bakal menjadi menteri pertama yang tinggal di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Hal itu ditanggapi Yunarto dalam akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Yunarto menilai bahwa Basuki itu termasuk sebagai sosok yang benar-benar nyata bisa dijadikan sebagai calon wakil presiden (cawapres).
"Kalo mau bicara 'keberlanjutan' padahal ini wajah yang paling kongkret buat dijadikan cawapres loh.," ujar Yunarto Wijaya dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @yunartowijaya, Kamis (27/7).
Sementara itu, Menteri Basuki mengungkapkan bahwa dirinya akan tinggal di IKN sambil mengawasi pembangunan proyek di sana. Dengan begitu, Basuki pun berkemungkinan bakal jadi warga IKN.
"Insyaallah saya akan menjadi menteri pertama yang akan tinggal di IKN. Walaupun mungkin cuma beberapa bulan," ujar Basuki dalam Sewindu PSN: Sustainable Infrastructure Towards Indonesia Emas 2045, Jakarta Selatan, Rabu (26/7).
Adapun kata Basuki, pemerintah saat ini telah memiliki modal untuk membangun Tol Balikpapan-Samarinda, yang akan disambungkan ke IKN.
Dengan demikian, jarak tempuh dari Samarinda ke IKN akan makin cepat yakni tidak lebih dari 40 menit. Diharapkan pula hal tersebut menjadi daya tarik tambahan bagi masyarakat untuk tinggal di IKN. Sebab, jika ingin bolak balik ke Samarinda tak lagi membutuhkan waktu lama.
"Targetnya dari Balikpapan ke IKN bisa kita capai tidak boleh lebih dari 40 menit. Kalau mau jadi model pelopor tinggal di IKN, daftar ke saya," jelasnya.
Selain Basuki, pernyataan yang serupa pun disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Ia menyebut akan turut tinggal di IKN.
"Pembangunan IKN, selain kantornya Pak Basuki, kantor menko pun yang akan pertama di sana. Jadi nanti saya akan ngopi bareng dengan Pak Basuki di ibu kota negara saat selesai ini pertama. Kita nikmati bulan-bulan menjelang Agustus pak ya," tandasnya.