Di Balik Hibah Kapal Induk Italia, Ada Ambisi Kejar Tayang 5 Oktober yang Bisa Sedot Anggaran Jumbo

Bangun Santoso, Hiskia Andika Weadcaksana

Selasa, 21 Juli 2026 | 18:48 WIB
Di Balik Hibah Kapal Induk Italia, Ada Ambisi Kejar Tayang 5 Oktober yang Bisa Sedot Anggaran Jumbo
Ilustrasi kapal induk di lautan. [US Central Command]
baca 10 detik
  • TNI AL berencana menerima hibah kapal induk bekas dari Italia agar dapat beroperasi sebelum HUT TNI 5 Oktober 2026.
  • Status hibah kapal tua tersebut tetap menuntut anggaran besar Indonesia untuk biaya pengiriman, perbaikan, serta kebutuhan operasional lainnya.
  • Target waktu pengiriman yang sangat singkat berisiko memicu pembengkakan biaya dan mengabaikan efisiensi demi kepentingan simbolis negara saja.

Suara.com - Meski berstatus hibah dari Italia, rencana pengadaan kapal induk bekas berusia 40 tahun itu dinilai tetap berpotensi membebani anggaran negara.

Hal itu tak terlepas dari berbagai biaya yang perlu dikeluarkan mulai dari perawatan hingga perbaikan kapal induk tersebut.

Pengamat Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada (UGM), Muhadi Sugiono menilai perdebatan tidak seharusnya berhenti pada status hibah. Melainkan melihat pula biaya yang harus dikeluarkan Indonesia untuk mendatangkan dan mengoperasikan kapal tersebut.

Ia menyoroti indikasi bahwa TNI AL menginginkan kapal induk tersebut sudah berada di Indonesia sebelum peringatan HUT TNI pada 5 Oktober 2026 mendatang.

Tenggat waktu yang sangat dekat itu dinilai menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi keputusan menerima hibah kapal bekas dari Italia.

"Kalau kita coba lihat di beberapa informasi, muncul juga informasi bahwa Angkatan Laut sebenarnya ingin ada kapal induk itu dalam waktu yang sangat dekat, dan time frame pengirimannya kan sebelum tanggal 5 Oktober," kata Muhadi kepada Suara.com, Selasa (21/7/2026).

Target waktu singkat tersebut membuat opsi membangun kapal induk baru praktis tidak realistis.

Pembangunan kapal induk membutuhkan waktu bertahun-tahun, sehingga menerima kapal bekas menjadi pilihan yang lebih memungkinkan jika orientasinya adalah kecepatan.

Meski demikian, Muhadi mengingatkan bahwa hibah tidak berarti bebas biaya. Indonesia tetap harus menyiapkan anggaran besar untuk mendatangkan, memperbaiki, melengkapi, dan menyesuaikan kapal induk tersebut agar dapat beroperasi.

baca juga

"Nah, kemudian pertanyaannya adalah apakah biaya untuk mendatangkan itu masuk akal. Karena meskipun itu hibah ya, katakanlah itu hibah, tetapi kita harus menyediakan uang sekitar 450 juta US dollar gitu ya," ungkapnya.

Ambisi menghadirkan kapal induk Italia dalam waktu singkat itu berpotensi membuat biaya semakin membengkak.

Semakin pendek tenggat yang ditetapkan, kata Muhadi, semakin besar pula sumber daya yang harus dikeluarkan untuk memenuhi target tersebut.

"Saya kira kadang-kadang kalau kita ingin memperoleh sesuatu tapi kita inginnya waktu dekat itu kan otomatis biayanya membengkak," ucapnya.

Ia menyoroti bahwa logika efisiensi anggaran bisa menjadi kabur apabila target utama yang ingin dicapai adalah menghadirkan kapal induk pada momentum tertentu.

Dalam situasi seperti itu, pertimbangan biaya berpotensi kalah oleh dorongan untuk memenuhi ambisi yang sudah ditetapkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

DPR Setuju Hibah Kapal Induk Italia Umur 40 Tahun: Biaya Rawat Rp101 Miliar, Perbaikan Rp16 Triliun

DPR Setuju Hibah Kapal Induk Italia Umur 40 Tahun: Biaya Rawat Rp101 Miliar, Perbaikan Rp16 Triliun

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:29 WIB

Komisi I DPR Setujui Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi dari Italia: Doktrin Operasional Penting

Komisi I DPR Setujui Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi dari Italia: Doktrin Operasional Penting

DPR | Selasa, 21 Juli 2026 | 13:44 WIB

DPR Restui Indonesia Terima Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi dari Italia

DPR Restui Indonesia Terima Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi dari Italia

News | Senin, 20 Juli 2026 | 16:48 WIB

Polri Buka Suara soal Dugaan Korupsi Hibah Lahan yang Libatkan Eks Wakapolri Oegroseno

Polri Buka Suara soal Dugaan Korupsi Hibah Lahan yang Libatkan Eks Wakapolri Oegroseno

News | Senin, 20 Juli 2026 | 16:22 WIB

Kemenkeu Pastikan Klaim Program Baru Dana Hibah Menteri Keuangan Tidak Benar

Kemenkeu Pastikan Klaim Program Baru Dana Hibah Menteri Keuangan Tidak Benar

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 19:18 WIB

Purbaya Jamin Lahan Hibah Meikarta 30 Hektare Tak Bebani APBN Saat Dikelola Danantara

Purbaya Jamin Lahan Hibah Meikarta 30 Hektare Tak Bebani APBN Saat Dikelola Danantara

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 16:40 WIB

Hakim Nyatakan Tak Terlibat, Raudi Akmal Justru Jadi Tersangka: Kuasa Hukum Soroti Kejanggalan

Hakim Nyatakan Tak Terlibat, Raudi Akmal Justru Jadi Tersangka: Kuasa Hukum Soroti Kejanggalan

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 06:05 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×