Pegiat media sosial Denny Siregar mengomentari pengakuan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto soal penculikan aktivis 1998.
Pengakuan tersebut disampaikan Prabowo kepada Politikus senior PDI Perjuangan (PDIP) Budiman Sudjatmiko saat berkesempatan mewawancarai Prabowo bersama korban penculikan yang selamat lainnya yaitu Nezar Patria pada tahun 2002.
"Ya kenapa tidak? Kenapa tidak kalau suatu saat kita bisa berbicara itu dengan Pak Prabowo? Meskipun saya 2002 sudah tanyakan itu. Saya lupa menyampaikannya (sekitar) 2002 saat saya sama Nezar mewawancara," ujar Budiman dalam program Gaspol! di kanal YouTube Kompas.com.
Budiman mengungkap bahwa Prabowo mengakui dirinya memang menculik para aktivis. Namun, para aktivis yang telah diculiknya telah dia pulangkan ke rumahnya masing-masing.
Terkait beberapa aktivis 1998 yang belum kembali hingga saat ini, Prabowo mengaku tidak mengetahui nasib mereka.
Menanggapi hal tersebut, Denny memuji cara Budiman membuat Prabowo mengakui perbuatannya. Dia mencurigai Prabowo tidak akan mengakui penculikan itu.
“Ohhhh udah ngaku nyulik berarti. Saya kira gak ngaku-ngaku. Budiman emang hebat cara mancingnya,” ujar Denny, dikutip Suara Liberte dari akun Twitter @Dennysiregar7 pada Jumat (28/7/2023).
Seperti diketahui, Prabowo selama bertahun-tahun kerap dikaitkan dengan tragedi penculikan aktivis 1998 yang memprotes kekuasaan Soeharto di mana saat itu Prabowo merupakan Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus.
Menanggapi hal tersebut, Prabowo menilai hal semacam itu biasa dalam politik karena selalu ada pihak yang berusaha menurunkan popularitas pihak lawannya.
Baca Juga: Clash of Asean Berpotensi Warnai 3 Grup Kualifikasi Piala Dunia Zona Asia
"Ini saya kira, dalam kehidupan politik di mana-mana biasa. Apalagi demokrasi liberal, lawan, harus kita turunkan popularitasnya supaya tidak bisa muncul," ujar Prabowo di kanal YouTube Mata Najwa pada Jumat (30/6/2023).
Namun, Prabowo menganggap isu pelanggaran HAM yang dialamatkan kepadanya merupakan risikonya sebagai mantan prajurit.
"Saya anggap ini risiko sebagai prajurit, saya telah melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai sumpah saya. Saya pertaruhkan nyawa saya berkali-kali untuk republik, untuk rakyat," ujarnya.