Juru Bicara Anies Baswedan, Hendri Satrio, menyebut Bakal calon presiden Koalisi Perubahan untuk Persatuan Anies Baswedan layak diperhitungkan karena hasil survei Lembaga Kedai Kopi menunjukkan 61,3 persen masyarakat menginginkan perubahan.
Namun, Anies harus menghadapi dua pertandingan sebelum menuju pertandingan sesungguhnya yaitu pertandingan sebelum dan sesudah pendaftaran sebagai calon presiden.
Yang sedang dihadapi Anies saat ini yaitu pertandingan sebelum pendaftaran calon presiden dan calon wakil presiden.
Salah satu contoh pertandingannya yaitu sedikitnya tokoh yang berani terlihat berfoto dengan Anies Baswedan apalagi mendeklarasikan diri siap menjadi calon wakil presidennya.
“Hanya sedikit tokoh yang berani mendeklarasikan saya siap menjadi calon wakil presidennya Mas Anies. Atau yang paling mudah itu sedikit sekali tokoh yang ingin ter-capture kamera bersama Anies Baswedan,” ujar Hendri di kanal YouTube Abraham Samad SPEAK UP, dikutip Suara Liberte pada Jumat (28/7/2023).
Hendri meyakini salah satu alasannya yaitu karena para tokoh tersebut tidak memiliki cukup keberanian. “Kenapa saya katakan sedikit Bang? Nggak ada yang berani,” sambungnya.
Sebagai salah satu contoh yaitu saat Partai NasDem membidik Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, yang terjadi selanjutnya adalah penggeledahan yang terjadi di kantornya.
“Pada saat diumumkan Ahmad Ali kalau nggak salah ‘Khofifah Indar Parawansa’ kemudian digeledah kantornya kan. Habis itu diam dia,” ujar Hendri.
Sementara itu, kubu Istana tampaknya tidak menyukai dengan wacana perubahan. Hal tersebut tampak dari pernyataan Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.
Baca Juga: Survei Ungkap 61,3 Persen Rakyat Ingin Perubahan, Anies Harus Hadapi Dua Pertandingan
Dalam wawancara bersama Rosiana Silalahi, Luhut mengatakan bahwa orang-orang yang mengusung wacana perubahan sok tahu.
“Kita ini kadang-kadang sok paling tau bikin perubahan bikin apa segala macam. Apa sih yang mau dirubah?” ujar Luhut dalam tayangan Kompas TV.
Luhut meminta agar orang-orang tersebut tidak membohongi rakyat dengan menggaungkan wacana tersebut. “Kita ini jangan membohongi bangsa ini gitu loh,” sambungnya.