Wakil Ketua Umum DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Andy Budiman memberikan kritikan balik terhadap sosok dari Pengamat Politik Rocky Gerung.
Ini menyusuk ucapan menohok akademisi tersebut untuk Presiden Joko Widodo alias Jokowi. Andy tidak terima orang nomor satu dalam pemerintahan itu dinilai sebagai sosok yang mementingkan diri sendiri untuk melanjutkan IKN Nusantara.
Menurutnya, Rocky berbicara tanpa data dan hanya mengandalkan ucapan bombastis guna terlihat memiliki substansi dalam kritikannya. Buktinya adalah bagaimana ia mengkritik sosok dari Jokowi.
"Bicara tanpa data, cuma main-main dengan retorika bombastis tanpa makna. Kini menghina dan merendahkan presiden yang tingkat kepuasan publiknya diatas 80%," tegasnya seperti dilansir pada Rabu (2/8).
Ia menyebut kali ini kritikan tersebut lebih buruk dari biasanya, sudah jatuh terhadap penghinaan dan hanya omong kosong belaka dari Rocky.
"Hari-hari omong kosong ala @rockygerung," tuturnya.
Sementarai itu, Rocky sendiri telah menegaskan bahwa dirinya menghina presiden, bukan sosok pribadi dari Jokowi.
"Saya menghina presiden, bukan Jokowi-nya. Itu bedanya tuh. Jadi mesti bedain, presiden itu adalah fungsi, dia tidak permanen, setiap lima tahun kita pilih," kata Rocky dalam wawancaranya dengan FNN yang diunggah di kanal YouTube Rocky Official, Selasa (1/8/2023).