Nyatanya, informasi tersebut salah karena tidak ada kesesuaian antara judul dan narasi dengan fakta sebenarnya.
Mulanya, Koalisi Perubahan dan Persatuan yang terdiri atas Partai NasDem, Demokrat, dan PKS telah menerima Partai Golkar. Kabar ini pertama kali disebarkan melalui video di kanal YouTube dengan judul, "Selamat buat Anies !! ketum Golkar tandatangani surat kesepakatan dengan Nasdem,pks, & Demokrat...".
Thumbnail dalam video tersebut memperlihatkan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto sedang menandatangani sebuah dokumen didampingi oleh Ketua Umum NasDem Surya Paloh dan elite partai.
Namun seperti apa fakta terkait Partai Golkar tersebut?
PENJELASAN
Seperti dilansir ANTARA Cegah Hoax, berdasarkan penulusuran, foto pada thumbnail video tersebut merupakan hasil rekayasa. Foto Surya Paloh memeluk Anies Baswedan merupakan saat setelah NasDem mendeklarasikan Anies sebagai calon presiden di pilpres 2024, Oktober 2022.
Narator juga membacakan artikel dari Merdeka.com yang berjudul, "Wacana Golkar Gabung Koalisi Perubahan, NasDem: Kekuatan Bertambah Besar".
Dalam artikel yang diunggah pada Maret 2023 menarasikan Airlangga hadir dalam acara buka puasa bersama elite Koalisi Perubahan di NasDem Tower 25 Maret lalu.
Dalam acara tersebut juga hadir senior Golkar Jusuf Kalla, Surya Paloh, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan bakal capres Anies Baswedan.
Baca Juga: Bikin Baper, Amanda Manopo Syuting Kupu-kupu Kertas Ditemani Arya Saloka, Benarkah?
SIMPULAN
Pada Rabu (2/8/2023) kemarin, Airlangga Hartarto menegaskan bahwa Golkar tidak akan mendukung bakal calon presiden Anies Baswedan pada pemilihan umum 2024, seperti dilansir ANTARA.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa klaim Golkar resmi bergabung ke Koalisi Perubahan pada Juli 2023 merupakan keliru dan disinformasi karena tidak ada klaim yang sesuai atas hal itu.