Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin memprediksi Menteri BUMN Erick Thohir ditunjuk sebagai calon wakil presiden (cawapres) mendampingi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.
Hal ini dikatakan oleh Ujang setelah Partai Golkar dan Partai Amanat Nasional (PAN) mendeklarasikan dukungannya kepada Menteri Pertahanan untuk pemilihan presiden (pilpres) 2024 mendatang.
“Ya kemungkinan besar Erick Thohir (yang mendampingi Prabowo),” kata Ujang dalam pernyataannya, dikutip Liberte Suara, Senin (14/8/2023).
Ujang juga mengatakan, masuknya PAN dan Golkar ke barisan Prabowo membuat koalisi tersebut telah memenuhi persyaratan 20 persen kursi di parlemen sebagai syarat untuk memajukan calon di pilpres 2024.
Menurut Ujang, apabila Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan Muhaimin Iskandar mencabut dukungannya, koalisi tersebut masih dapat memajukan pasangan calon (paslon).
“Masuknya Golkar dan PAN ke Prabowo berarti persyaratan untuk memajukan calon sudah terpenuhi. Jika PKB mundur, mereka tetap bisa maju,” ujarnya..
Terlebih, Erick Thohir disebut memiliki kecocokan dengan Prabowo. Hal itu terekam dalam beberapa survei yang memperlihatkan eks Presiden Inter Milan ini jika dipasangkan dengan Prabowo akan memiliki elektabilitas yang tinggi.
Dalam hasil survei Indikator Politik periode 20-24 Juni 2023, Erick Thohir jika dipasangkan dengan Prabowo mendapatkan 37,0 persen. Raihan tersebut menempatkan Erick THohir menjadi posisi teratas mengalahkan kandidat lain seperti Anies-Sandiaga 22,7 persen, serta Ganjar-Nasaruddin 32,8 persen.
“Semua sumber daya dimiliki Erick Thohir untuk meningkatkan elektabilitas. Baik Personal maupun kinerjanya di kementerian BUMN,” tukas Ujang.
Baca Juga: Janji-janji Politikus Cuma Bikin Rakyat Kecewa, Konglomerat Asyik Nikmati Cuannya