Berakhir Pekan di Museum Tekstil

Ririn Indriani

Sabtu, 03 Mei 2014 | 07:32 WIB
Berakhir Pekan di Museum Tekstil
Museum Tekstil di Jalan K.S Tubun Jakarta Barat. (Suara.com/Dinda Rachmawati)

Suara.com - Jalan-jalan ke museum siapa bilang membosankan?

Untuk mengisi libur akhir pekan ini saya memilih museum sebagai destinasi wisata.

Selain murah, museum adalah tempat yang kaya akan sejarah, pengetahuan dan informasi.

Dari sekian banyak Museum di Jakarta, saya menjatuhkan pilihan untuk pergi ke Museum Tekstil Jakarta yang terletak di Jalan K.S Tubun No. 2-4, Jakarta Barat.

Saat memasuki loket, saya hanya perlu membayar Rp5000. Sedangkan untuk mahasiswa atau pelajar, dikenakan harga tiket masuk Rp3000, sementara anak-anak hanya Rp2000.

Ketika memasuki ruangan Museum Tekstil, saya langsung melihat pameran berbagai macam kain dari seluruh nusantara. Ruangan ini diberi nama ruang display.

Di ruangan ini saya benar-benar dapat melihat koleksi kain secara lebih dekat.

Ada kain bernama Pua Kumbu asli Kalimantan Barat. Kain ini berjenis ikat lungsi dan tenun sederhana yang berbahan katun. Pua berarti wastra dan kumbu berarti ikat.

Kain ini seperti selimut berukuran besar yang digunakan untuk berbagai keperluan upacara. Di antaranya sebagai hiasan upacara, perintang untuk melindungi tempat upacara, dan selimut anak pada upacara ganti nama dan lainnya.

Kain ini sendiri bermotif geometris yang ragam hias utamanya adalah buaya, sebagai simbol kesuburan.

Ada pula motif yang sudah sering saya lihat jika plesiran ke Bali. Namun ternyata kain ini berasal dari Lombok Nusa Tenggara Barat yang disebut Tapo Subhanale.

Di Lombok, kain ini dipakai sebagai busana untuk perempuan, kain sarung, dodot bagi laki-laki dalam upacara adat.

Selain kedua kain tersebut, ada pula selendang pelangi khas Bali, tapis kaco khas Lampung, Ulos sadum khas Tapanuli, tutup cerano khas Sumatera Barat, dan masih banyak lagi.

Menurut informasi yang saya dapatkan, koleksi di museum ini memiliki jumlah 2350, yang terdiri dari 886 kain batik, 819 kain tenun, 425 campuran, 70 peralatan, 150 busana dan tekstil kontemporer.

Jadi, di museum dengan gaya arsitektur Art Craft ini, kita tak hanya melihat kain khas nusantara, tetapi busana dan perlengkapan khas yang dipakai untuk upacara adat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Museum-museum dengan Koleksi Teraneh di Dunia

Museum-museum dengan Koleksi Teraneh di Dunia

Lifestyle | Senin, 21 April 2014 | 16:26 WIB

"Fiesta Fatahillah" Akan Meriahkan Kota Tua Jakarta

"Fiesta Fatahillah" Akan Meriahkan Kota Tua Jakarta

Lifestyle | Kamis, 06 Maret 2014 | 20:17 WIB

Museum Pengkoleksi Penis

Museum Pengkoleksi Penis

Video | Kamis, 20 Februari 2014 | 16:27 WIB

Terkini

BI Kembali Pertahankan Suku Bunga Acuan di 5,75 Persen

BI Kembali Pertahankan Suku Bunga Acuan di 5,75 Persen

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:37 WIB

Rupiah Menguat ke Rp17.840, Sikap Hawkish BI Jadi Penopang Mata Uang Garuda

Rupiah Menguat ke Rp17.840, Sikap Hawkish BI Jadi Penopang Mata Uang Garuda

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:36 WIB

Ngecas Mobil Listrik Pakai Listrik Rumah 2.200 VA, Bisa? Ini Rincian Biaya Tambah Daya Home Charger

Ngecas Mobil Listrik Pakai Listrik Rumah 2.200 VA, Bisa? Ini Rincian Biaya Tambah Daya Home Charger

Otomotif | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:35 WIB

Berkat Digitalisasi, Verifikasi Penerima Bansos Kini Cukup 5 Menit dari Sebelumnya 200 Hari

Berkat Digitalisasi, Verifikasi Penerima Bansos Kini Cukup 5 Menit dari Sebelumnya 200 Hari

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:33 WIB

Mabuk Berat Intisari! Joshua Ngaku Lupa ke Polisi Ditanya Alasan Ngamuk dan Telanjang

Mabuk Berat Intisari! Joshua Ngaku Lupa ke Polisi Ditanya Alasan Ngamuk dan Telanjang

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:32 WIB

Good Will Hunting: Perjalanan Seorang Jenius Berdamai dengan Dirinya Sendiri

Good Will Hunting: Perjalanan Seorang Jenius Berdamai dengan Dirinya Sendiri

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:30 WIB

Harga Korek Api Naik 100 Kali Lipat di Jalur Gaza, Jadi Barang Paling Langka, Kenapa Bisa Begitu?

Harga Korek Api Naik 100 Kali Lipat di Jalur Gaza, Jadi Barang Paling Langka, Kenapa Bisa Begitu?

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:27 WIB

Bukan Jadi Ratu, WNI Korban Pengantin Pesanan di China Malah Wajib Layani 10 Orang di Satu Rumah

Bukan Jadi Ratu, WNI Korban Pengantin Pesanan di China Malah Wajib Layani 10 Orang di Satu Rumah

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:25 WIB

Tunggu Aku Sukses Nanti dan Kerja Keras yang Berubah Jadi Pembuktian Diri

Tunggu Aku Sukses Nanti dan Kerja Keras yang Berubah Jadi Pembuktian Diri

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:20 WIB

Wacana Amnesti Koruptor BUMN Sesat Berbahaya, Berpotensi Bikin Korupsi Makin Subur

Wacana Amnesti Koruptor BUMN Sesat Berbahaya, Berpotensi Bikin Korupsi Makin Subur

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:18 WIB

×