Bahaya Mengintip di Balik Tanning

Esti Utami Suara.Com
Rabu, 07 Mei 2014 | 14:36 WIB
Bahaya Mengintip di Balik Tanning
Ilustrasi tanning (Foto: shutterstock)

Suara.com - Tanning, belakangan ini makin populer di kalangan perempuan. Memiliki kulit coklat yang tembaga, bagi sementara kaum Hawa dinilai eksotis. Jadi mereka yang dikaruniai kulit putih pun berusaha membuat coklat kulit mereka dengan metode tanning yang menggunakan radiasi sinar ultraviolet buatan.

Dan seperti halnya sinar UV alami, tanning dengan sinar UV buatan juga menyimpan bahaya. Dan, bahaya itu  bukan hanya secara kosmetik tetapi juga kesehatan kulit loh. Efek paling jelas terlihat adalah kulit menjadi terbakar, timbul flek dan membuat kulit menjadi tipis.

Efek ini juga mungkin terjadi pada mereka yang terlalu lama berjemur di bawah sinar matahari. Tapi proses tanning akan memaksa kulit terekspos sinar ultraviolet 15 kali lebih kuat dibanding sinar matahari. Jadi bisa dibayangkan, bahayanya melakukan tanning khan.

Tanning juga bisa mempercepat proses penuaan. Ini ditandai dengan menipisnya lapisan epidermis, kilau kulit meredup dan lebih cepat timbul kerutan. Kulit juga akan cenderung mudah memar dan rentan terjadi infeksi.

Tanning juga bisa menurunkan daya tahan tubuh. Ini karena kulit memainkan peran penting dalam sistem kekebalan tubuh berkat sel Langerhans yang berfungsi sebagai penghalang infeksi bakteri patogen. Paparan sinar UV akan merusak sel kekebalan tubuh ini.

Tanning juga meningkatkan risiko kanker kulit. Dari semua bahaya tanning, ini adalah yang paling berat dan paling ditakuti karena kanker kulit termasuk penyakit yang mematikan.

Ini terkait dengan prosedur perawatan kulit yang disebut dengan melanoma, yang melibatkan sel-sel kulit (melanosit) bertanggung jawab untuk memproduksi pigmen melanin yang membuat kulit menjadi gelap. Radiasi mengakibatkan mutasi sehingga DNA sel-sel berubah. Hal ini membuat sel-sel tidak stabil dan rentan menjadi kanker. Ini dimulai sebagai bintik-bintik kecil pada kulit dan seiring dengan waktu mengakibatkan perubahan warna, maupun ukuran. Jika anda menemukan gejala ini, maka segera konsultasi dengan dokter. Karena jika dibiarkan bisa berbahaya.

Jadi tanning menyimpan bahaya besar. Dan jika bahaya itu menimpa Anda, sulit untuk memulihkan kembali. Solusinya cukup sederhana, hindari tanning dan mencari prosedur perawatan kulit yang lebih aman. (easygoodhealth.com)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI