Kasus Lupus di Jakarta Terus Naik, DKI Fokus Skrining Perempuan Usia 18 Tahun

Vania Rossa

Senin, 11 Mei 2026 | 12:13 WIB
Kasus Lupus di Jakarta Terus Naik, DKI Fokus Skrining Perempuan Usia 18 Tahun
Kegiatan Vaksinasi HVP masal di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa (23/12/2025). (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)
baca 10 detik
  • Dinas Kesehatan DKI Jakarta menargetkan perempuan usia 18 tahun ke atas sebagai sasaran utama skrining penyakit lupus di fasilitas kesehatan.
  • Peningkatan tren kasus lupus hingga tahun 2025 mendorong pemerintah memperkuat kompetensi tenaga kesehatan dalam melakukan deteksi dini secara tepat.
  • Program skrining di puskesmas telah merujuk ratusan orang untuk pemeriksaan lanjutan sebagai langkah antisipasi kerusakan organ akibat penyakit autoimun.

Suara.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memprioritaskan perempuan usia 18 tahun ke atas sebagai sasaran utama program skrining penyakit lupus di rumah sakit maupun fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta Sri Puji Wahyuni mengatakan langkah tersebut diambil karena perempuan memiliki risiko jauh lebih tinggi terkena lupus dibandingkan laki-laki.

“Sasaran utama program skrining, karena disebutkan angka perempuan itu lebih tinggi terkena lupus, kami fokuskan lebih kepada perempuan usia 18 tahun,” kata Puji dalam seminar daring di Jakarta, Senin.

Ia menjelaskan berbagai studi menunjukkan perempuan memiliki risiko mengidap lupus sekitar 8 hingga 13 kali lebih besar dibanding laki-laki.

Berdasarkan data hingga April 2026, program skrining di puskesmas telah menjangkau sekitar 943 orang yang dicurigai mengidap lupus dan kemudian dirujuk untuk pemeriksaan lanjutan.

Sementara itu, data BPJS menunjukkan tren peningkatan kasus lupus dari tahun ke tahun. Pada 2023 tercatat sebanyak 192.614 kasus, lalu meningkat sekitar 24 persen menjadi 238.954 kasus pada 2024, dan kembali naik menjadi 247.743 kasus pada 2025.

Menurut Puji, peningkatan angka tersebut bisa dipengaruhi semakin baiknya kemampuan tenaga kesehatan dalam mengenali lupus. Namun di sisi lain, tingginya kasus juga menjadi sinyal pentingnya deteksi dini di fasilitas kesehatan primer.

“Mungkin tenaga kesehatan sudah lebih kenal dengan lupus. Tapi di sisi lain, angkanya makin naik, sehingga kita perlu sama-sama meningkatkan pengetahuan dan kompetensi bagaimana menemukan secara dini kasus lupus di FKTP,” ujarnya.

Lupus sendiri merupakan penyakit reumatik autoimun kronis yang dapat menyerang berbagai organ tubuh. Penyakit ini terjadi ketika sistem imun kehilangan kemampuan membedakan zat asing dengan sel tubuh sendiri sehingga menghasilkan autoantibodi berlebihan yang justru menyerang jaringan sehat.

baca juga

Kondisi tersebut dapat memicu peradangan hingga kerusakan jaringan di berbagai organ tubuh.

Puji menjelaskan lupus kerap dijuluki sebagai penyakit “seribu wajah” karena gejalanya sangat beragam dan sering tidak spesifik, sehingga sulit dideteksi sejak awal.

Karena itu, Dinas Kesehatan DKI menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat agar gejala lupus bisa dikenali lebih cepat.

Selain masyarakat, edukasi juga diberikan kepada tenaga kesehatan melalui seminar dan pelatihan agar FKTP, termasuk selain puskesmas, dapat melakukan deteksi dini secara lebih tepat, efektif, dan menghindari kesalahan diagnosis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

10 Mei Hari Apa? Ternyata Banyak Perayaan dalam Sehari

10 Mei Hari Apa? Ternyata Banyak Perayaan dalam Sehari

Lifestyle | Minggu, 10 Mei 2026 | 07:35 WIB

Saraswati Fellowship Wisuda Angkatan Pertama: 30 Perempuan Siap Jadi Pemimpin Masa Depan

Saraswati Fellowship Wisuda Angkatan Pertama: 30 Perempuan Siap Jadi Pemimpin Masa Depan

News | Senin, 23 Februari 2026 | 17:21 WIB

Girls Take Over 2025: Perempuan Muda Pimpin Gerakan untuk Kesehatan yang Lebih Inklusif

Girls Take Over 2025: Perempuan Muda Pimpin Gerakan untuk Kesehatan yang Lebih Inklusif

Lifestyle | Rabu, 08 Oktober 2025 | 14:41 WIB

Terkini

PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang

PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 22:08 WIB

Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang

Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:58 WIB

Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA

Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:53 WIB

Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah

Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:26 WIB

Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?

Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:12 WIB

Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!

Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:12 WIB

Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat

Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:50 WIB

Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan

Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:16 WIB

Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai

Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:13 WIB

Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi

Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:05 WIB

×