Nepal Selidiki Dugaan Warga Cina Gunakan Helikopter ke Puncak Everest

Liberty Jemadu

Kamis, 29 Mei 2014 | 02:02 WIB
Nepal Selidiki Dugaan Warga Cina Gunakan Helikopter ke Puncak Everest
Ilustrasi salah satu puncak gunung di Himalaya (Shutterstock).

Suara.com - Nepal sedang menyelidiki pendakian Gunung Everest oleh seorang perempuan Cina pada pekan lalu, yang menjadi satu-satunya orang yang berhasil mencapai puncak pada musim pendakian ini. Dia diduga berhasil mencapai puncak tertinggi dunia itu menggunakan helikopter setelah longsor menutup sebagian rute pendakian pada bulan lalu.

Mencapai puncak Everest menggunakan helikopter dinilai sebagai pelanggaran moral serius dalam tradisi pendakian gunung tertinggi di dunia itu. Tetapi Wang Jing (40) membantah dia menggunakan helikopter untuk mencapai puncak Everest pada Jumat (23/5/2014).

Sebelumnya pada 18 April lalu terjadi longsor di rute pendakian Everest yang menewaskan 16 pemandu suku Sherpa. Sejak itu para pemandu menolak untuk menemani para pendaki, untuk menghormati rekan-rekan mereka yang tewas. Akibatnya ratusan pendaki membatalkan ekspedisi mereka.

Adapun Wang berhasil mencapai puncak Everest bersama lima pemandu Sherpa yang disewa khusus. Mereka mencapai puncak melewati Southeast Ridge, rute yang terkena longsor dan salah satu rute utama ke puncak Everest yang melewati wilayah Nepal.

Pemerintah Nepal mengatakan pada Selasa (27/5/2014) telah memeriksa laporan baha Wang menggunakan helikopter untuk terbang melewati rute yang ditutup longsor ke Camp II yang terletak di ketinggian 6400 meter di atas permukaan laut.

"Kami sudah bertanya kepada perusahaan helikopter apakah mereka membawa Wang ke Camp II, seperti yang dikabarkan," kata Madhusudan Burlakoti, pejabat senior dari kementerian pariwisata Nepal.

Pemerintah Nepal biasanya mengizinkan helikopter terbang di atas kamp Everest di ketinggian 5.400 meter untuk menyelamatkan pendaki bermasalah atau untuk membawa perlengkapan pendakian.

Selebihnya pendaki harus berjalan menggunakan tali-temali dan tangga aluminium di medan salju yang sangat berbahaya dan rentan longsor.

Burlakoti mengatakan Wang, yang berhasil turun dari puncak pada akhir pekan kemarin, menyangkal menggunakan helikopter. Dia hanya mengakui meminta helikopter membawakan perlengkapan memasak dan seorang pemikul beban di Camp II.

Wang sendiri, kepada harian Himalayan Times, mengatakan helikopter itu mengangkut logistik dan staf pendukung.

"Sebagai pendaki profesional, saya berjalan melalui Khumbu Icefall beberapa kali," kata Wang menyebut salah satu rute yang paling berbahaya di Everest.

"Anda juga bisa bertanya kepada para Sherpa yang naik bersama saya kali ini... Ini bukan saat yang tepat untuk menciptakan kontroversi," imbuh dia. (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

12 Tewas Diterpa Longsoran Salju di Everest

12 Tewas Diterpa Longsoran Salju di Everest

News | Jum'at, 18 April 2014 | 16:18 WIB

Mulai April, Nepal Wajibkan Pendaki Everest Pikul 8 Kg Sampah

Mulai April, Nepal Wajibkan Pendaki Everest Pikul 8 Kg Sampah

Lifestyle | Senin, 03 Maret 2014 | 21:51 WIB

Terkini

Aksi Copet di Tengah Zikir Monas: iPhone 13 Wartawan dan Dompet Jemaah Lenyap

Aksi Copet di Tengah Zikir Monas: iPhone 13 Wartawan dan Dompet Jemaah Lenyap

News | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 23:09 WIB

Danantara Akui Banyak Masalah Luar Biasa Besar di BUMN, Janji Bereskan Utang Kereta Cepat

Danantara Akui Banyak Masalah Luar Biasa Besar di BUMN, Janji Bereskan Utang Kereta Cepat

Bisnis | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:40 WIB

Satu Tahun Sekolah Rakyat, Ratusan Siswa Torehkan Prestasi

Satu Tahun Sekolah Rakyat, Ratusan Siswa Torehkan Prestasi

News | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, Gus Ipul: Jadi Fondasi Bentuk Karakter Siswa

Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, Gus Ipul: Jadi Fondasi Bentuk Karakter Siswa

News | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:25 WIB

Apa Arti Kota Global Jika Betawi Kehilangan Akar? FBR Tagih Pergub Lembaga Adat ke Pramono

Apa Arti Kota Global Jika Betawi Kehilangan Akar? FBR Tagih Pergub Lembaga Adat ke Pramono

News | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:20 WIB

Danantara: Seluruh BUMN Properti Dalam Kondisi Tidak Baik, Akan Dikonsolidasikan

Danantara: Seluruh BUMN Properti Dalam Kondisi Tidak Baik, Akan Dikonsolidasikan

Bisnis | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Kesukseskan Pemberantasan Judol Tak Hanya dari Turunnya Nominal Transaksi

Kesukseskan Pemberantasan Judol Tak Hanya dari Turunnya Nominal Transaksi

Bisnis | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:01 WIB

Dukung Program Prioritas Presiden, Mendagri Tito Groundbreaking Sekolah Rakyat Kabupaten Biak Numfor

Dukung Program Prioritas Presiden, Mendagri Tito Groundbreaking Sekolah Rakyat Kabupaten Biak Numfor

News | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 21:58 WIB

Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan 1 hingga 31 Agustus 2026 di Riau

Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan 1 hingga 31 Agustus 2026 di Riau

Riau | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 21:58 WIB

Aston Villa Bungkam Indonesia All Stars 3-1 di GBK, Arkhan Kaka Cetak Gol Penghibur

Aston Villa Bungkam Indonesia All Stars 3-1 di GBK, Arkhan Kaka Cetak Gol Penghibur

Bola | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 21:56 WIB

×