Menghadapi Rekan Kerja yang Suka Bergosip

Esti Utami Suara.Com
Kamis, 07 Agustus 2014 | 10:22 WIB
Menghadapi Rekan Kerja yang Suka Bergosip
Ilustrasi (visualphotos.com)

Suara.com - Gosip dalam sebuah hubungan kerja sering tak terhindarkan. Kadang gosip memang bermanfaat bagi pekerjaan kita, tapi sering mengganggu atau bahkan merusak semangat kerja.

Lalu bagaimana menghadapi rekan kerja yang hobi bergosip, tak hanya saat di kantor tetapi juga di media sosial.  Sementara Anda telanjur berteman baik dengannya baik di tempat kerja maupun di media sosial.

Dr Christina Zampitella, seorang psikolog klinis, mengakui berada dalam situasi ini memang sangat-sangat tidak nyaman. Tapi  Anda bisa mengatasi situasi ini secara singkat, yakni dengan menjaga batas-batas yang tepat antara kehidupan pribadi dan profesional Anda.

Tapi, sepertinya Anda benar-benar hanya memiliki dua pilihan yang layak - dan keduanya memiliki potensi untuk mendapatkan berantakan. Berikut rekomendasi Zampitella dengan kegagalan Facebook ini.

Opsi 1: Unfriend dan abaikan
Jika Anda adalah orang yang non-konfrontatif, tapi di pikiran Anda tidak ingin terjebak dalam situasi tidak mengenakkan ini, maka 'tutup' mata Anda dan tinggalkan zona itu. Anda tidak akan memenangkan penghargaan untuk keberanian, tetapi Anda juga tidak akan terseret ke dalam 'drama' kantor.

Meski rekan kerja Anda tidak pernah belajar cara membuat batas-batas yang tepat, itu tidak berarti dia tidak akan bertanya mengapa Anda meng-unfriend dirinya. Tapi dia akan segera menyadari Anda lebih sebagai "teman kerja" daripada teman sejati, tanpa Anda menjelaskannya. Kemungkinannya, Anda akan menjadi salah satu topik pembicaraanya. Tapi tidak perlu khawatir tentang hal itu yang penting masalah dipecahkan.

Opsi 2: Berbicara empat mata dengannya.
Jika gosip itu mengganggu Anda dan Anda tahu itu salah, maka cobalah berbicara dengan rekan kerja Anda secara langsung. Gunakan ini untuk mendekatinya dengan cara yang ramah dan membuka topik dengan cara yang mengatakan, "Saya melihat keluar untuk Anda."

Anda tidak perlu menegur dia atau bahkan menceritakan apa yang harus dilakukan, karena Anda bukan bosnya. Kecuali Anda melihat kasus ini sangat serius, Anda bisa mengatakan pendapat Anda sambil menegaskan bahwa Anda masih bisa bekerja sama sebagai rekan kerja. Pada akhirnya, keputusan memang sepenuhnya di tangan dia. Tapi tak ada salahnya, untuk sementara menjadi teman dan membantunya menghentikan kebiasaan buruk kebaikan kolega Anda. (refinery29.com)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI