Sebanyak 3000 Bahasa di Dunia Hampir Punah

Esti Utami | Suara.com

Rabu, 24 September 2014 | 15:33 WIB
Sebanyak 3000 Bahasa di Dunia Hampir Punah
Beragam bahasa di dunia (shutterstock)

Suara.com - Seberapa besar Anda tahu atau menggunakan bahasa daerah asal Anda? Jika Anda tergolong jarang atau malah tak tahu bahasa ibu Anda, mungkin kini saatnya untuk menghidupkan bahasa ibbu. Sebab, organisasi Kebudayaan PBB, UNESCO menyebut sebanyak 3.000 atau hampir sepatuh dari 6.000 bahasa di dunia hampir punah. Sebagian besar bahasa yang nyaris punah itu merupakan milik etnis minoritas.

"Hampir 50 persen hampir punah, terutama bahasa suku atau etnis minoritas," kata mantan Direktur UNESCO wilayah Bangkok Sheldon Shaeffer di Jakarta, Rabu 924/9/2014).

Dalam seminar internasional bertema "Penggunaan bahasa daerah/ibu untuk meningkatkan kompetensi siswa sekolah dasar" yang digelar SEAMEO QITEP in Language, Sheldon mengatakan pelestarian bahasa daerah mendesak dilakukan.

Ia mengatakan dari 6.000 bahasa di dunia tersebut sebanyak 40 persen berstatus terancam punah dan hanya 10 persen yang aman.

"96 persen bahasa-bahasa ini digunakan oleh hanya 4 persen populasi dunia," ungkapnya.

Khusus di wilayah Asia, dari 2.303 bahasa, 879 bahasa terancam atau hampir punah. Sedangkan di Asia Tenggara, dari 1.253 bahasa, sebanyak 527 bahasa terancam atau hampir punah.

"Data ini dapat dilihat lebih rinci di 'ethnologue languages of the world'," ucapnya.

Pengertian hampir punah adalah orang tua tidak menggunakan bahasa tersebut. Sedangkan terancam punah artinya bahasa dikuasai orang tua, tetapi tidak digunakan oleh anak-anak mereka.

Sheldon mengatakan punahnya sebuah bahasa akan menghilangkan identitas atau budaya masyarakat pemakainya. Karena itu bahasa daerah atau bahasa ibu harus dikembangkan atau dihidupkan lagi karena bahasa menyimpan sejarah, dan bahasa membantu pembelajaran.

Sekretaris Jendral Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Ainun Naim mengatakan pengembangan bahasa daerah di Indonesia dilakukan dengan integrasi pelajaran bahasa daerah dalam muatan lokal.

"Muatan lokal dengan seni dan budaya juga sebenarnya dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan bahasa daerah," ujarnya.

Semnetara penelitian yang dilakukan organisasi "Summer Institute of Linguistics" atau SIL Internasional menemukan bahwa pembelajaran dengan menggunakan bahasa daerah atau bahasa ibu dapat meningkatkan kecerdasan anak di tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

"Kami sudah membuat proyek percontohan di Maluku dengan penggunaan bahasa melayu Ambon pada anak PAUD sejak 2010, dan hasilnya, rata-rata mereka unggul di bangku SD," kata Direktur SIL International Indonesia Veni Setiawati di kesempatan yang sama. Veni mengatakan bahasa daerah digunakan sebagai bahasa pengantar dan bahasa pembelajaran.  (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menteri Cicip: Sejumlah Ikan Endemik Sudah Punah

Menteri Cicip: Sejumlah Ikan Endemik Sudah Punah

Bisnis | Rabu, 11 Juni 2014 | 09:57 WIB

Studi: Bicara Dalam Bahasa yang Berbeda Pertajam Otak

Studi: Bicara Dalam Bahasa yang Berbeda Pertajam Otak

Health | Selasa, 03 Juni 2014 | 10:51 WIB

Terkini

Desain Tak Lagi Sekadar Estetika, Mengapa Kini Jadi Kunci Mencari Solusi dan Mendorong Bisnis?

Desain Tak Lagi Sekadar Estetika, Mengapa Kini Jadi Kunci Mencari Solusi dan Mendorong Bisnis?

Lifestyle | Jum'at, 22 Mei 2026 | 12:20 WIB

10 Pilihan  Warna Cat Tembok Rumah Pembawa Rezeki, Vibes Mewah dan Bawa Hoki Terus!

10 Pilihan Warna Cat Tembok Rumah Pembawa Rezeki, Vibes Mewah dan Bawa Hoki Terus!

Lifestyle | Jum'at, 22 Mei 2026 | 12:10 WIB

Apakah Benar Sendok Bisa Melembutkan Daging saat Direbus? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Apakah Benar Sendok Bisa Melembutkan Daging saat Direbus? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Lifestyle | Jum'at, 22 Mei 2026 | 12:00 WIB

Lipstik Transferproof Lokal Rp30 Ribu vs Rp130 Ribu: Mana yang Awet Seharian di Acara Kondangan?

Lipstik Transferproof Lokal Rp30 Ribu vs Rp130 Ribu: Mana yang Awet Seharian di Acara Kondangan?

Lifestyle | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:55 WIB

Bolehkah Muslimah Tindik Hidung seperti Ria Ricis? Ini Penjelasan Islam dan Pendapat Ulama

Bolehkah Muslimah Tindik Hidung seperti Ria Ricis? Ini Penjelasan Islam dan Pendapat Ulama

Lifestyle | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:49 WIB

Resep Kopi Susu Biskuit ala Mikael Jasin, Cocok Temani Weekend di Rumah

Resep Kopi Susu Biskuit ala Mikael Jasin, Cocok Temani Weekend di Rumah

Lifestyle | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:37 WIB

4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian

4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian

Lifestyle | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:35 WIB

Krisis Iklim Ubah Cara Hidup Anak Muda, Sejauh Mana Mereka Dilibatkan Dalam Mitigasi?

Krisis Iklim Ubah Cara Hidup Anak Muda, Sejauh Mana Mereka Dilibatkan Dalam Mitigasi?

Lifestyle | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:30 WIB

Sensasi Healing di Kota Kreatif Bali, Coba Ragam Aktivitas Taman sampai Gerbang Futuristik

Sensasi Healing di Kota Kreatif Bali, Coba Ragam Aktivitas Taman sampai Gerbang Futuristik

Lifestyle | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:23 WIB

7 Manfaat Bedak Dingin untuk Wajah, Rahasia Kulit Kulit Mulus Wanita Indonesia Zaman Dulu

7 Manfaat Bedak Dingin untuk Wajah, Rahasia Kulit Kulit Mulus Wanita Indonesia Zaman Dulu

Lifestyle | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:23 WIB