Kebahagiaan 5 Detik dari "Owlie Project"

Esti Utami

Sabtu, 03 Januari 2015 | 09:00 WIB
Kebahagiaan 5 Detik dari "Owlie Project"
Komunitas Owlie Project (suara.com)

Sore itu, Jakarta basah oleh gerimis. Di sebuah tempat belanja di Jakarta, beberapa anak muda tampak mengamati seorang tukang parkir  yang tak lengkap kakinya. Tak lama kemudian mereka mendekat dan tanpa babibu, mereka langsung mengangsurkan selembar uang Rp20 ribuan kepada sang tukang parkir.

Sejenak sang tukang parkir terkejut atas pemberian yang tak disangka ini. Senyum lebar pun mengembang di wajahnya. Namun tak berapa lama, beberapa anak muda itu meninggalkan si tukang parkir yang masih tak percaya dengan apa yang baru saja dialaminya.

Peristiwa itu sudah berlangsung lebih dari setahun lalu, tetapi senyum sang tukang parkir masih terekam jelas di benak Dea, salah seorang pegiat komunitas Owlie Project.

"Rasanya tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Terharu campur senang karena bisa membuat orang lain bahagia dengan hal kecil yang kita lakukan," ujar Dea dalam perbincangan dengan suara.com di kantor sekaligus bengkel Owlie Project di kawasan Cipete, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

Bengkel Owlie project

Menghadirkan kebahagiaan selama lima detik kepada mereka yang membutuhkan! Itulah semangat yang ingin disebarkan komunitas Owlie Project yang dirintis sejak 2010 dan mulai menetas pada 2012 ini. Caranya, dengan menularkan virus semangat berbagi kepada
masyarakat luas.

Proyek yang dimotori Virginia Josodipoero dan Pandit Sumawinata ini, awalnya dirancang sebagai proyek sosial entrepeneur untuk mahasiswa dan mahasiswi Universitas Sadhuguna Business School, Jakarta. 

Di bawah 'bimbingan' Virginia dan Pandit yang merupakan staf pengajar di perguruan tinggi di Jakarta itu, sejumlah anak muda ini menggagas sebuah proyek yang secara fisik diwujudkan dalam bentuk produk bantal cantik berbentuk burung hantu (owlie). Ada filosofi tersendiri di balik pemilihan karakter burung hantu sebagai nama sekaligus maskot dari proyek ini.

"Burung hantu adalah salah satu burung yang bijaksana. Dia tidak banyak bicara, tenang tetapi cermat melihat dan mengamati lingkungan sekitarnya. Ia juga memberikan manfaat, tanpa harus mengumumkannya kepada masyarakat," terang Pandit.

Lantas maskot ini diwujudkan dalam bentuk bantal-bantal cantik, yang ditawarkan untuk diadopsi kepada masyarakat luas. Biaya adopsi yang dikenakan berkisar antara Rp100 ribu hingga Rp250 ribu, tergantung ukurannya.   Sebagian dana yang terkumpul dari adopsi ini akan disumbangkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Komunitas Owlie Project punya cara unik dalam berbagi. Mereka tak punya target tertentu ataupun batasan waktu tertentu.  Setiap kali uang yang terkumpul dirasa sudah cukup, pasukan Owlie akan menyebar turun ke lapangan berburu mencari orang yang dinilai berhak menerima bantuan.

Dia bisa saja seorang pemulung, penjual gado-gado atau tukang parkir seperti yang dikisahkan Dea di atas. Bantuan yang diberikan biasanya berupa uang tunai dengan besaran berkisar antara Rp25-50 ribu. Bantuan terbesar yang pernah diberikan sebesar Rp800 ribu, yang diwujudkan dalam bentuk kacamata untuk anak seorang penjual ketoprak di kawasan Jakarta Selatan.  

  "Kami memang tak muluk-muluk, yang penting adalah mengajak anak-anak untuk belajar berempati pada lingkungan sekitarnya," terang Pandit. 

Bantal-bantal burung cantik

Sebarkan cinta
Lalu bagaimana caranya untuk mengadopsi bantal-bantal burung cantik ini? Ada sederet persyaratan yang harus dipenuhi. Si pengadopsi tak hanya harus membayar sejumlah uang tertentu, mereka juga akan menerima sertifikat adopsi.

Selain itu mereka juga harus bersedia memberikan kehangatan dan memberikan cinta yang tak terbatas pada bantal Owlienya. Ini artinya, pembuat Owlie tak akan rela jika si pengadopsi memperlakukan Owlie secara semena-mena apalagi jika menyia-nyiakan boneka itu.  Dan ternyata tanggapan masyarakat sangat menggembirakan.

"Dalam waktu tiga bulan setelah diluncurkan, setidaknya 1.200 boneka owlie yang diadopsi secara individual," imbuh Pandit.

Dan para 'orang tua' asuh ini menurut Pandit, mengaku senang bisa berbagi kebahagiaan lewat Owlie. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang memilih Owlie, ketika merasa ada rezeki lebih yang dimiliki.   

Dalam perjalanannya, proyek ini dikembangkan menjadi program pemberdayaan ibu rumah tangga di sekitar kantor Owlie. Proses penjahitan diserahkan pada mereka dan bisa dilakukan di waktu luang mereka setelah menyelesaikan pekerjaan rumah tangga.

Sayang kerjasama ini tak bertahan lama, karena ternyata semangat berbagi yang ingin disebarkan pendiri Owlie tak sejalan dengan semangat  para ibu.  Sebagain dari para mitra ini menuntut agar kerjasama ini diberlakukan secara profesional layaknya sebuah bisnis yang mengejar keuntungan.

Kini Owlie Project diremajakan sebagai sebuah social entrepreneur yang dijalankan para mahasiswa. Desain dan pemasaran mereka tangani sendiri, sementara pengerjaan fisik diserahkan kepada beberapa penjahit yang ditunjuk.

Suara.com - Untuk pemasaran, Owlie Project terus melebarkan sayapnya. Sejumlah perusahaan ataupun komunitas disasar untuk menyebarkan semangat berbagi ini. Sambutannya juga sangat menggembirakan. Fans klub sejumlah tim sepakbola di tanah air bahkan memesan puluhan boneka Owlie untuk anggota mereka.

Keberhasilan Owlie Project ini ternyata diam-diam dilirik sejumlah negara tetangga. Baru-baru ini Owlie diundang untuk menghadiri ASEAN Youth Expo. Awak Owlie Project juga diminta untuk membantu Kamboja untuk merintis proyek serupa di Kamboja. Jadi bisa kok merintis bisnis, dengan tetap berbagi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kenapa Komunitas Beatbox di Indonesia Bikin Ketagihan? Ini Cerita di Baliknya!

Kenapa Komunitas Beatbox di Indonesia Bikin Ketagihan? Ini Cerita di Baliknya!

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 12:25 WIB

Menolak Punah: Komunitas Menjadi Benteng Utama Karya Musik dan Buku Indie

Menolak Punah: Komunitas Menjadi Benteng Utama Karya Musik dan Buku Indie

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 07:35 WIB

Teknologi Balap Moto2 Gebrak Lintasan Black Drag Bike di Kanjuruhan

Teknologi Balap Moto2 Gebrak Lintasan Black Drag Bike di Kanjuruhan

Otomotif | Senin, 27 Juli 2026 | 18:39 WIB

Realita Komunitas Olahraga: Jaga Kebugaran, Cari Teman atau Demi Validasi?

Realita Komunitas Olahraga: Jaga Kebugaran, Cari Teman atau Demi Validasi?

Your Say | Senin, 27 Juli 2026 | 13:55 WIB

Remime: Menjaga Pantomim Tetap Hidup di Tengah Perubahan Zaman

Remime: Menjaga Pantomim Tetap Hidup di Tengah Perubahan Zaman

Your Say | Senin, 27 Juli 2026 | 11:49 WIB

Modernisasi Transaksi Aset Game Lewat Sistem 'Escrow' Berbasis Komunitas

Modernisasi Transaksi Aset Game Lewat Sistem 'Escrow' Berbasis Komunitas

Tekno | Jum'at, 24 Juli 2026 | 15:09 WIB

Cara JHL Auto Jaga Loyalitas Konsumen BAIC Melalui Wadah Komunitas Eksklusif

Cara JHL Auto Jaga Loyalitas Konsumen BAIC Melalui Wadah Komunitas Eksklusif

Otomotif | Selasa, 21 Juli 2026 | 18:05 WIB

Menjadi Dermaga Sebelum Menyelam: Kisah Komunitas Menemani Perjalanan Pulih

Menjadi Dermaga Sebelum Menyelam: Kisah Komunitas Menemani Perjalanan Pulih

Your Say | Senin, 20 Juli 2026 | 14:30 WIB

Komunitas Dermaga Diri: Ruang Aman untuk Pulih dari Luka Batin

Komunitas Dermaga Diri: Ruang Aman untuk Pulih dari Luka Batin

Your Say | Jum'at, 17 Juli 2026 | 12:28 WIB

Demam Pokemon, Komunitasnya di Indonesia Makin Membludak

Demam Pokemon, Komunitasnya di Indonesia Makin Membludak

Lifestyle | Selasa, 07 Juli 2026 | 16:19 WIB

Terkini

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

Sumsel | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:40 WIB

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:06 WIB

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:57 WIB

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Bogor | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:37 WIB

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:28 WIB

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:27 WIB

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:23 WIB

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:22 WIB

×