Array

Ingin Kaya Raya? Mulailah Merintis di Usia 20 Tahun

Esti Utami Suara.Com
Rabu, 11 Februari 2015 | 17:35 WIB
Ingin Kaya Raya? Mulailah Merintis di Usia 20 Tahun
Ilustrasi keuangan (shutterstock)

Kamu bermimpi jadi kaya raya, memiliki pulau untuk berlibur dan mengoleksi mobil mewah? Jika kamu beranggapan dengan bekerja keras, semua itu akan datang dengan sendirinya. Ternyata, anggapan ini tak selamanya benar.

Apalagi jika kamu beranggapan jika ini bisa dimulai di usia 30-an. Karena ternyata nasib keuangan ditentukan di usia 20-an. Jadi jika kamu telah berusia lebih dari 30 tahun, sudah terlambat untuk bermimpi menjadi kaya-raya. Dan lebih baik membiasakan diri hidup sebagai kelompok menengah. Kecuali jika kamu menang lotere atau tiba-tiba mendapat warisan tak terduga.

Menurut laporan Federal Reserve Bank, seperti dilansir Washington Post menyebut, sepuluh tahun pertama masa bekerja akan menentukan apa yang akan diperoleh seseorang hingga sisa hidup. Dan pada sebagian besar pekerja, pertumbuhan penghasilan bakal mandeg setelah berumur 35 tahun.

Jika Anda beruntung untuk berada dalam satu persen dari penerima gaji tertinggi di usia dua puluhan, maka Anda dapat mengharapkan penghasilan Anda meningkat hingga 1450 persen pada saat berusia 55 tahun. Jadi jika Anda digaji 300 ribu dolar di usia 29 tahun, maka ketika berumur 55 tahun, Anda akan memiliki 4,350 juta dolar.

Jika Anda berada di atas lima persen, Anda akan meningkatkan penghasilan Anda dengan 230 persen lebih, yang masih cukup baik. Tapi jika Anda masuk kelompok menengah, dengan pendapatan di bawah 60 ribu dolar setahun, Anda mungkin akan hanya mendapat peningkatan 38 persen. 

Dan, seperti biasa berita buruk akan berlaku pada mereka yang berada di posisi paling bawah. Mereka yang saat ini bekerja di industri manual benar-benar akan mendapatkan sedikit uang selama hidupnya.

"Pekerja terampil yang menggunakan otot, bukan otak, akan terdepresiasi dengan cepat. Ketika ia mulai sakit, maka akan menjadi kurang produktif," tulis Iman Guvenen, ekonom yang menulis laporan itu.

Jadi pelajaran dari semua ini adalah, jika belum terlalu terlambat belajarlah sebanyak yang Anda bisa agar Anda bisa mendapatkan sebanyak yang Anda bisa.(news.com.au)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI