Candi Kalasan Alami Pelapukan

Ririn Indriani

Senin, 04 Mei 2015 | 07:30 WIB
Candi Kalasan Alami Pelapukan
Candi Kalasan.

Suara.com - Balai Pelestarian Cagar Budaya Yogyakarta sejak bulan ini melakukan studi teknis terhadap Candi Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Studi teknis ini dilakukan karena bangunan peninggalan sejarah budaya tersebut mengalami pelapukan pada bebatuannya.

"Bebatuan Candi Kalasan mengalami pelapukan dan keretakan pada dindingnya. Kami lakukan studi teknis agar pelapukan dan keretakan batu bisa segera dihentikan," kata Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Yogyakarta Tri Hartono, Minggu (3/5/2015).

Menurut dia, pelapukan pada batu candi tersebut sudah berlangsung cukup lama dan selama ini upaya dalam menghentikannya belum berhasil.

"Kami akan mengintensifkan observasi terhadap pelapukan batu tersebut. Selain itu pula, keretakan pada dindingnya. Melalui kajian komprehensif ini dapat diperoleh cara menghentikan pelapukan batu. Serta dapat melestarikan bangunan dengan 'relief' yang paling indah masa klasik," jelas Tri Hartono.

Ia mengatakan pihaknya juga melakukan pengumpulan data dengan penggalian dan pembukaan struktur bangunan candi.

"Dari hasil kajian sementara, bangunan candi tersebut masih terpendam sekitar satu meter dalam tanah," imbuh Tri Hartono.

Aktivitas dalam melakukan studi teknis ini, lanjut dia, tidak akan mengganggu wisatawan yang datang ke bangunan cagar budaya tersebut.

"Malah dapat menjadi salah satu objek yang menarik bagi pengunjung, mereka juga bisa melihat langsung upaya pelestarian," jelas Tri Hartono.

Dalam studi teknis yang dilakukan, Kepala Seksi Perlindungan Pengembangan dan Pemanfaatan BPCB Yogyakarta Wahyu Astuti mengatakan bahwa Candi Kalasan tak berbeda jauh dengan Candi Perwara, yaitu bangunannya masih tertimbun di dalam tanah.

"Struktur bangunan lantai Candi Kalasan masih satu meter di dalam tanah. Untuk itu, diperlukan adanya penggalian agar bisa terlihat secara utuh candi tersebut," jelasnya.

Astuti mengatakan ada beberapa kendala yang dihadapi saat ini jika penggalian dilakukan, yakni struktur tanah di sekitar candi yang berada di Dusun Kalibening, Desa Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Sleman tersebut merupakan daerah rendaman air.

"Kami gali sedalam 20 sentimeter saja, sudah keluar airnya," katanya.

Menurut Astuti, pemugaran membutuhkan penelitian yang lebih lanjut.

"Dari studi teknis itu nantinya menghasilkan rekomendasi-rekomendasi, apakah memungkinkan tidak untuk digali. Setelah studi teknis ini, baru ditindaklanjuti," jelasnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Mulai Dibahas, Pemberian Insentif untuk Mobil Hybrid Bakal Diusulkan Tahun Ini

Mulai Dibahas, Pemberian Insentif untuk Mobil Hybrid Bakal Diusulkan Tahun Ini

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:52 WIB

Harga Emas Antam Masih Terus Naik Jadi Rp2,57 Juta/Gram

Harga Emas Antam Masih Terus Naik Jadi Rp2,57 Juta/Gram

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:52 WIB

Cara Pakai Tinted Sunscreen Wardah yang Benar, Cukup 2 Jari

Cara Pakai Tinted Sunscreen Wardah yang Benar, Cukup 2 Jari

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:49 WIB

Kasus Bobotoh Tewas Dibacok, Kapolres Bogor: Terduga Bukan Suporter

Kasus Bobotoh Tewas Dibacok, Kapolres Bogor: Terduga Bukan Suporter

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:44 WIB

Laba SIG Meroket 471 Persen, Tata Kelola Perusahaan Terus Dipacu

Laba SIG Meroket 471 Persen, Tata Kelola Perusahaan Terus Dipacu

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:41 WIB

Mentan Duga Ada Pihak yang Permainkan Harga Ayam

Mentan Duga Ada Pihak yang Permainkan Harga Ayam

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:40 WIB

Demo di Monas, Tugu Tani, dan DPR: Simak Rekayasa Lalu Lintas Jakarta Hari Ini

Demo di Monas, Tugu Tani, dan DPR: Simak Rekayasa Lalu Lintas Jakarta Hari Ini

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:37 WIB

Kurs Rupiah Hari Ini Melemah Rp18.187, Harga Minyak dan Sentimen The Fed Jadi Biang Kerok

Kurs Rupiah Hari Ini Melemah Rp18.187, Harga Minyak dan Sentimen The Fed Jadi Biang Kerok

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:37 WIB

Viral PT KAI Dicibir Pakai AI untuk Desain Livery Gerbong Kereta, Jari Anime Ada 6

Viral PT KAI Dicibir Pakai AI untuk Desain Livery Gerbong Kereta, Jari Anime Ada 6

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:35 WIB

Aset Kripto dalam Perspektif Syariah, Benarkah Bisa Jadi Instrumen Investasi?

Aset Kripto dalam Perspektif Syariah, Benarkah Bisa Jadi Instrumen Investasi?

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:35 WIB

×